Cara Ternak Burung Poksay Hongkong

Burung poksay hongkong yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Black Throated Laughingthrust merupakan burung yang berasal dari Cina dan Asia Tenggara seperti Vietnam, Laos, Thailand, Myanmar dan Kamboja. Poksay hong biasa ditemukan di semak-semak hutan dan pepohonan bambu. Di hongkong biasa ditemukan di semak-semak, hutan dan pephonan bambu. Di Indonesia poksay hongkong merupakan burung impor, termasuk burung yang jarang ada di pasar burung setelah imor burung dari Cina ditutup untuk mencegah wabah flu burung. Oleh karena itu, tidak heran jika burung poksay hongkong ini memiliki harga yang cukup tinggi. Meski mahal, tidak sedkit orang yang menyukai dan memeliharanya sebagai burung peliharaan karena kicauannya yang khas dan merdu. Harga per ekor poksay hongkong antara Rp 2.000.000 – Rp 3.000.000. Harganya yang mahal itu menjadikan ternak poksay hongkong sebagai salah satu usaha yang menjanjikan.

Kandang Poksay Hongkong

Langkah awal untuk mulai beternak poksay hongkong adalah membuat kandang yang baik baginya. Kandang yang baik ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain :

1. Bahan yang digunakan

Bahan untuk kandang poksay hongkong haruslah bahan yang kuat, tidak mudah putus atau lapuk, seperti kayu jati atau ram kawat yang tebal.

2. Tujuan pembuatan kandang

Dalam membuat kandang tentu memiliki tujuan yang berbeda-beda. Jenis-jenis kandang berdasarkan tujuan pembuatan antara lain :

  • Kandang reproduksi
    Kandang reproduksi berfungsi sebagai tempat bereproduksi. Di dalam kandang reproduksi disediakan tempat sarang untuk tempat bertelur dan mengeraminya. Tempat sarang dapat dibuat menggunakan kayu atau papan, berbentuk persegi panjang maupun persegi sama sisi. Di dalam tempat sarang diberikan rerumputan kering, serat daun nanas, daun pinus kering, serutan kayu daun jagung kering, ijuk dan daun cemara untuk dijadikan sarant tempat ntuk bertelur. Usahakan untuk membuat tempat sarang lebih dari satu, di tempat yang berbeda. Hal tersebut agar induk poksay hongkong dapat memilih tempat sarang dengan leluasa dan nyaman. Ukuran kandang reproduksi dapat disesuaikan dengan lahan yang tersedia namun harus memperhatikan kenyamanan. Kandang reproduksi hanya diisi sepasang indukan poksay hongkong.
  • Kandang pembesaran
    Kandang pembesaran berfungsi untuk membesarkan anakan poksay hongkong yang sudah disapih induknya atau yang diloloh manusia (umur 1 minggu). Ukuran kandang disesuaikan dengan jumlah anakan yang dimiliki. Untuk anakan yang masih diloloh, kandang pembesaran berupa inkubator dengan lampu penghangat agar anakan poksay hongkong merasa nyaman.
  • Kandang pendewasaan
    Kandang pendewasaan berfungsi untuk memelihara poksay hongkong remaja hingga dewasa. Kandang ini dapat diisi lebih dari satu poksay remaja. Dengan demikian, ukuran kandangnya sangat bergantung pada jumlah anakan poksay hongkong yang dimiliki.

Pakan Poksay Hongkong

Dalam melakukan ternak poksay hongkong, pakan merupakan faktor yang sangat penting. Untungnya, burung ini merupakan omnivora, pemakan segala, baik hewani maupun nabati sehingga pakan untuk poksay hongkong cukup mudah diperoleh. Pakan poksay hongkong tersedia di pasar dan mudah didapatkan dengan harga terjangkau. Adapun jenis pakan nabati yang dapat diberikan kepada poksay hongkong antara lain :

  1. Tomat
  2. Pepaya
  3. Pisang
  4. Jagung
  5. Apel

Untuk pakan hewani sebagai sumber protein yang baik barang burung poksay hongkong antara lain :

  1. Jangkrik
  2. Cacing
  3. Orong-orong
  4. Ulat hongkong
  5. Kroto
  6. Belalang

Selain diberi pakan hewani dan nabati, poksay hongkong juga perlu diberi pakan berupa voer khusus untuk poksay. Pemberian voer khusus poksay dimaksudkan agar kebutuhan nutrisinya dapat terpenuhi dengan baik sehingga selalu sehat dan rajin berkicau.

Seleksi Induk

Tahap selanjutya dalam ternak burung poksay hongkong adalah memilih calon indukannya. Dengan induk yang berkualitas maka akan didapatkan anakan yang berkualitas pula. Calon indukan poksay hongkong siap dikawinkan pada umur 9 bulan untuk betina dan 1 – 2 tahun untuk calon induk jantan.

Beberapa hal yang bisa anda gunakan untuk membedakan antara indukan jantan dan betina adalah sebagai berikut :

  1. Tulang disekitar perut dekat dengan kloaka (capit urang) yang jika diraba terasa agak reggang adalah ciri yang berjenis kelamin betina.
  2. Tulang disekitar perut dekat dengan kloaka (capit urang) jika diraba terasa rapat merupakan ciri yang berjenis kelamin jantan.
  3. Induk jantan umumnya lebih jinak.
  4. Induk betina umumnya lebih lincah jika ingin ditangkap dalam sangkar.

Setelah mengetahui perbedaan indukan burung poksay hongkong jantan dan betina, langkah selanjutnya adalah memilih indukan yang berkualitas dengan ciri sebagai berikut :

  1. Bulunya bersih dan tidak rontok.
  2. Memiliki kicauan yang merdu, nyaring, mengkristal dan bervariasi.
  3. Bentuk tubuhnya normal dan tidak cacat.
  4. Duburnya bersih, menandakan burung dalam kondisi sehat / tidak diare.
  5. Matanya bersih.
  6. Aktif.
  7. Memiliki nafsu makan yang baik.
  8. Memiliki birahi yang baik.

Proses Reproduksi

Burung poksay hongkong yang akan dijodohkan harus sudah siap untuk kawin, sudah berumur 9 bulan untuk induk poksay hongkong betina. Untuk induk jantan sudah berumur 1 – 2 tahun. Penjodohan dilakukan dengan memasukkan calon induk poksay hongkong betina dan induk poksay hongkong jantan pada sangkar yang berbeda. Kedua sangkar yang berisi calon indukan ini diletakkan berdekatan agar kedua calon indukan burung itu saling mengenal. Masa pengenalan berlangsung sekitar 5 hari. Jika kedua induk poksay hongkong itu tidur saling berdekatan pada malam hari dan berkicau bersahutan pada siang hari, hal itu menandakan burung poksay hongkong dapat dijodogkan dengan dimasukkan ke dalam kandang reproduksi. Awasi secara intensif hubungan keduanya. Jika indukan jantan dan betina tidak mau dijodohkan atau mengalami stres, keuanya dapat bertengkar yang jika tidak segera dipisahkan, salah satunya bisa mati. Pastikan terlebih dahulu kedua indukan benar-benar mau berjodoh sebelum melepaskannya dalam kandang reproduksi.

Setelah berjodoh dikandang penangkaran maka keduanya akan berkembang biak dan tidak berapa lama induk betina akan membuat sarang dan bertelur. Induk betina akan mengerami telurnya hingga menetas, antara dua sampai tiga minggu. Setelah menetas, indukan poksay hongkong akan menyuapi anaknya. Pada umur 1 minggu, anakan burung dapat disapih dengan dimasukkan ke dalam inkubator. Pada umur tersebut anakan poksay hongkong masih perlu diloloh menggunakan alat suntik dengan jarum diganti pentil sepeda. Perlu ketelatenan dan kesabaran dalam meloloh anakan poksay hongkong ini. Setelah dapat makan sendiri, anakan burung dapat dimasukkan ke dalam kandang pembesaran.

Cara Merawat Burung Poksay Hongkong Agar Cepat Bekicau

Burung poksay memiliki kicauan yang khas dan meru sehingga dapat dijadikan burung master bagi burung lain. Cara perawatan burung poksay agar cepat berkicau dan gacor adalah sebagai berikut :

  1. Mandikan burung poksay setiap pagi lalu jemur di dalam sinar mathaari pagi yang sangat baik bagi burung.
  2. Berikan pakan yang bergizi lengkap dan pakan tambahan (extra fooding) seperti ulat hongkong, jangkrik dan buah-buahan seperti buah pepaya atau pisang.
  3. Selalu jaga kebersihan kandang, termasuk tempat pakan dan minum.
  4. Biasakan memutar rekaman Mp3 kicauan burung poksay untuk memancing agar burung anda mau berkicau.

Panen Ternak

Panen ternak burung poksay hongkong tergantung permintaan pasar, mulai anakan yang masih diloloh yang berumur sekitar 2 minggu hingga burung dewasa yang sudah berkicau dengan gacor.

Analisa Usaha Ternak Poksay Hongkong

Dibawah ini akan saya paparkan analisa usaha ternak poksay hongkong denga panen anakan burung berumur 1 bulan dengan modal lima pasang indukan yang siap kawin.

Biaya Invetasi

  • Pembuatan Kandang Rp 2.000.000
  • Pembelian induk poksay hongkong 5 pasang @ 5.000.000 = Rp 25.000.000
    Total Investasi = Rp 27.000.000

Biaya Operasional

  • Pakan Rp. 1.000.000
  • Biaya obat dan lain lain Rp. 50.000
    Total : 1.050.000

Perkiraan panen setelah satu bulan dipelihara :
Tiap pasang menghasilkan 4 anakan sehingga pendapatannya 4 x 5 @1.000.000 = Rp 20.000.000

Keuntungan = Pendapatan – Pengeluaran
Keuntungan = Rp 20.000.000 – Rp. 1.050.000 = Rp 18.950.000

Dari hitungan diatas diperkirakan dalam 2 x panen anda sudah dapat balik modal dari usaha ternak burung poksay anda. Sehingga anda tinggal menikmati keuntungan saja pada panen-panen berikutnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *