Cara Ternak Cacing Sutra dan Kutu Air

Cara Ternak Cacing Sutra dan Kutu Air – makanan alami untuk ikan hias yang paling populer adalah cacing sutra dan kutu air. Walau begitu, stok kedua pakan ini sering habis di toko ikan dan tidak semua toko menyetoknya. Untuk mensiasati hal ini kita bisa mecoba berternak sendiri. Berikut adalah cara mudah untuk beternak kedua makanan ikan alami ini.

Cara Mudah Ternak Kutu Air

Kutu AirMembiakkan kutu air tidak terlalu sulit, persiapkanlah kolam/bak berukuran 10 m2 kemudian diisi air. Setelah itu masukkan pupuk kandang (kotoran ayam) kering sebanyak 10 kg, 0.15 kg urea, 0,15 kg TSP dan 0,15 kg kapur tohor. Lalu masukkanlah air ke dalam kolam tersebut, anda bisa menggunakan kolam yang lebih luas ukurannya tetapi pupuk yang dimasukkan harus disesuaikan misalnya untuk kolam ukuran 20 m2 pupuk yang dimasukkan 2x lipatnya.

Setelah dilakukan persiapan dan kolam sudah diisi air maka pada hari ketiga benih kutu air boleh dimaksukkan. Benih kutu air yang biasa di toko penjual benih kutu air adalah jenis daphnia dan moina. Penebaran benih ini perlu, karena air yang di masukkan ke dalam kolam atau bak tadi belum tentu membawa bibit kutu air. Penebaran ini biasanya hanya pertama kali saja. Untuk berikutnya, benih ini sudah menyebar ke segala penjuru kolam.

Pada hari ketujuh sejak pemasukkan air, kutu air sudah dapat dipaen. Pemanenan hasil ternak kutu air ini sebaiknya dilakukan pagi hari di saat udara sejuk. Sebab pada suasana seperti ini kutu air akan berkumpul di permukaan air sehingga memudahkan kita menangkapnya. Sedangkan pada siang hari, mereka sudah bersembunyi ke bawah menghindari terik. Panen kutuĀ  air ini dapat dilakukan dengan serokan biasa yang terbuat dari kain strimin.

Kulur kutu air dapat bertahan dalam waktu cukul lama (dua bulan). Nmun setiap seminggu sekali harus dilakukan penambahan pupuk kandang yang dimasukkan dalam karung yang dilubangi dan diapungkan dalam kolam.

Cara Mudah Ternak Cacing Sutra

Cacing sutraCacing sutra juga dibiakkan dalam bak yang bentuknya dibuat agak memanjang atau bisa pula dalam saluran air. Caranya, dasar bak lebih dulu dilapisi lumpur halus. Bahan paling baik untuk melapisi dasar bak ini ialah sampah yang sudah hampir membusuk. Bila menggunakan lumpur, lumpur biasa diambil dari dasar sungai sehingga sudah lengkap dengan bibit cacingnya.

Tebal lumpur ini cukupĀ  5 cm. Bahan tambahan untuk penyubur adalah pupuk kandang sebanyak 50 gr/m2. Pupuk ini sebelumnya diaduk dulu dengan lumpur tadi sehingga benar benar menjadi satu. Lantas ke dalam bak ini di masukkan air yang dibuat mengalir perlahan lahan di seluruh permukaan bak tadi. Air ini gunanya untuk menjaga kesegaran atau kesejukan serta menambah oksigen dan membuang sisa kotoran yang merugikan.

Kemudian bibit cacing tubifex disebar rata. Biasanya bila lingkungan dalam bak ini cocok dengan kemauan cacing sutra ini, maka dalam jangka dua hari akan terlihat cacing itu mulai berkembang biak. Guna mencegah sengatan mtahari berlebihan, mengingat cacing sutra ini lebih membutuhkan suasana gelap. Sebaiknya di atas bak ditutup dengan daun pisang.

Kalau gerobolan cacing ini di dalam lumpur sudah terlihat cukup banyak, panen ternak cacing sutra anda ini sudah dapat dilakukan. Cara panennya cukup merogoh dan mengangkatnya dengan tangan telanjang. Cacing sutra bersama lumput yang dipanen itu lalu dibersihkan dengan air. Cara ternak cacing sutra ini memang tidak bisa menandingi hasil cacing produksi sungai. Tetapi setidaknya kita tidak perlu turun ke kali atau membelinya dari pencari cacing. Pencarian cacing ini dilakukan di daerah perkotaan di kali kali kecil yang airnya mengalir perlahan.

Related Posts

Add Comment