Ciri Ciri dan Siklus Hidup Nyamuk Aedes aegypti

Setelah kemarin kita Nusabudidaya membahas tentang nyamuk Aedes albopictus, kali ini saatnya kita membahas ciri ciri nyamuk Aedes aegypti dan siklus hidupnya. Nyamuk Aedes aegypti dikenal sebagai vektor umum penyakit demam berdarah. Nyamuk yang membawa virus dengue terutama adalah nyamuk betina, karena sering menghisap darah manusia sehingga dapat menginfeksi melalui pengisapan darah dari orang yang sakit. Selain Ae. aegypti, spesies lain dari genus yang sama yakni Ae. albopictus juga merupakan vektor virus dengue.

Ciri Ciri Nyamuk Aedes aegypti

Ciri ciri Nyamuk Aedes aegypti dapat dilihat dari 3 bagian, yaitu kepala/caput, dada/thorax dan perut/abdomen. Kepala Ae. aegypti agak membulat dengan sepasang mata majemuk, probosis yang terdapat di kepala dapat digerakkan ke depan maupun ke bawah. Terdapat sepasang antenna yang berfungsi sebagai alat peraba yang terdiri dari 15 segmen. Palpus betina lebih pendek dari probosis; sedang pada jantan, palpus dan probosis sama panjang. Jantan memiliki antena dengan banyak bulu yang disebut antenna plumose, sedangkan betina hanya memiliki beberapa bulu yang disebut antenna palpi. Pada thorax Ae. aegypti terdapat 3 pasang tungkai dan sepasang sayap. Abdomen terdiri dari 10-11 segmen dan pada segmen ke 8, 9, dan 10 membentuk alat kelamin/reproduksi.

Selain 3 hal diatas, ciri ciri nyamuk Aedes aegypti lainnya antara lain memiliki belang hitam-putih di sepanjang tubuhnya, berukuran kecil dengan warna dasar hitam, probosis bersisik hitam, palpi lebih pendek dibandingkan probosis, ujung hitam bersisik putih perak, oksiput bersisik lebar berwarna putih terletak memanjang, tibia semua hitam, tarsi belakang berlingkar putih, pada segmen basal kesatu sampai keempat dan segmen kelima berwarna putih, sayap berukuran 2,5-3,0 mm bersisik hitam.

Ae. aegypti berkembang biak di tempat-tempat penampungan air buatan yang relatif jernih, antara lain bak mandi, ember, vas bunga, tempat minum burung, kaleng bekas, ban bekas dan sejenisnya di dalam rumah meskipun juga ditemukan di luar rumah di wilayah perkotaan. Ae. albopictus lebih banyak ditemukan di penampungan air alami diluar rumah, seperti axilla daun, lubang pohon, potongan bambu dan sejenisnya terutama di wilayah pinggiran kota dan pedesaan, namun juga ditemukan di tempat penampungan buatan di dalam dan di luar rumah. Suhu optimal bagi pertumbuhan Ae. aegypti berkisar antara 25-27oC. Nyamuk ini mempunyai sifat anthropofilik, artinya lebih memilih menghisap darah manusia dibandingkan hewan lainnya, disamping itu juga bersifat multiple feeding artinya untuk memenuhi kebutuhan darah sampai kenyang dalam satu periode siklus gonotropik biasanya menghisap darah beberapa kali. Sifat tersebut meningkatkan risiko penularan DB/DBD di wilayah perumahan yang penduduknya lebih padat, dimana satu individu nyamuk yang infektif dalam satu periode waktu menggigit akan mampu menularkan virus kepada lebih dari satu orang. Nyamuk ini biasanya mencari makan/menghisap darah pada pagi dan sore hari.

Siklus Hidup Nyamuk Aedes aegypti

Setelah membahas ciri cirinya kita masuk ke pembahasan kedua. Siklus hidup nyamuk Aedes aegypti adalah metamorfosis sempurna, yaitu dari telur, jentik (larva), kepompong, dan imago. Stadium telur, jentik dan kepompong berada dalam perairan (akuatik), sedangkan imago berada di lingkungan terestrial (di udara bebas). Setiap kali bertelur, nyamuk betina dapat mengeluarkan 100 butir telur. Pada umumnya telur akan menetas menjadi larva dalam waktu kira-kira 2 hari setelah telur terendam air. Stadium larva berlangsung selama 7-5 hari, sedangkan stadium pupa berlangsung 1-2 hari. Dengan demikian pertumbuhan mulai dari telur sampai menjadi imago berlangsung selama 7-14 hari. Umur nyamuk dapat mencapai 2-3 bulan (Anggraeni, 2011).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *