Contoh Hewan Annelida dan Karakteristiknya

Contoh hewan annelida banyak ditemukan di daerah perairan, baik itu di perairan air asin, air payau maupun air tawar. Anggota filum annelida biasa disebut cacing yang bersegmen-segmen atau beruas-ruas. Hal itu dikarenakan tubuhnya terdiri dari sederetan segmen yang sama (metameri), artinya di tiap segmen tersebut memunyai organ tubuh seperti alat reproduksi, otot, pembuluh darah dan sebagainya yang tersendiri tetapi segmen-segmen tersebut tetap berhubungan satu sama lain dan terkoordinasi.

Saat ini di dalam filum annelida terdapat lebih dari 5.000 spesies yang telah teridentifikasi. Beberapa hewan yang menjadi contoh annelida adalah sebagai berikut :

1. Nereis

Seperti yang terlihat pada gambar di atas, terdapat sepasang tentakel kecil dan sepasang palp (embelan yang digunakan sebagai alat perasa dan membantu ketika makan) yang ada di bagian kepala Nereis. Pada segmen pertama setelah kepala (peristomium) terdapat 4 pasang tentakel yang panjang.

Segmen-segmen berikutnya memiliki sepasang parapodia (semacam kaki berdaging) dengan rambut yang banyak. Alat pencernaan makanan terdiri atas : mulut-faring-esofargus-usus-anus. Antara dinding tubuh dan intestin terdapat selom yang berisi alat ekskresi (nepridium) dan alat-alat kelamin. Sistem peredarah darah terdiri atas pembuluh darah dorsal yang memompa darah ke arah depan, pembuluh darah venral yang mengalirkan darah ke bagian belakang. Terdapat pula pembuluh darah lateral yang menghubungkan kepada organ-organ yang lain. Dinding tubuh Nereis disusun oleh kutikula, epidermis, otot melingkar dan otot memanjang.

2. Lumbricus terrestris

Bentuk tubuh Lumbricus terrestris bulat  dan panjang. Bagian dorsalnya berwarna lebih gelap dibandingkan dengan bagian ventral. Tubuh Cacing Lumbricus ini terdiri dari lebih dari 100 buah segmen yang masing-masing memiliki 4 pasang rambut. Pada ujung depan (anterior) ada suatu tonjolan daging yang disebut prostomium (bukan merupakan segmen).

Dinding  tubuhnya terdiri dari kutikula, epidermis, otot melingkar dan otot memanjang. Bagian selom memisahkan dinding tubuh dengan intestin, antara segmen yang satu dengan segmen yang lain dipisahkan oleh sekat pemisah vertikal. Selaput yang membatasi dinding tubuh sebelah dalam disebut dengan Pertonium. Cairan-cairan yang terdapat di bagian selom membantu di dalam ekskresi.

Contoh hewan annelida ini telah mempunyai sistem pencernaan sederhana yang terdiri dari Mulut – faring – esofagus – crop (tembolok) – gizzard (lambung yang menebal berfungsi untuk menggiling makanan) – usus (mulai segmen ke 19 sampai ke anus).

Ia juga telah memiliki sistem peredarah darah sederhana dimana darah dipompa ke bagian depan oleh pembuluh darah dorsal dan dialirkan ke bagian bawah melalui 5 pasang jantung yang selanjutnya akan dialirkan ke bagian intestin, nephridium dan dinding tubuh melalui pembuluh darah subintestin. Nephridium merupakan organ yang dimiliki cacing ini untuk ekskresi.

Reproduksinya terjadi melalui perkawinan 2 individu. Walaupun sebenarnya cacing ini merupakan hewan hemaprodit tetapi tidak bisa melakukan pembuahan sendiri. Respirasi untuk mendapatkan oksigen dari udara dilakukan dengan permukaan kulitnya.

3. Hirudo medicinalis

Dalam bahasa Indonesia disebut dengan lintah. Bentuk tubuhnya pipih, tidak berambut dan pada ujung anterior dan posterior terdapat alat penghisap. Mulut terletak pada alat penghisap bagian anterior yang dilengkapi dengan 3 buah rahang.

Hewan ini belum memiliki organ respirasi khusus, ia mengambil oksigen dari udara melalui permukaan tubuhnya. Seperti cacing Lumbricus sistem ekskresinya dilakukan dengan 17 pasang nepridium. Lintah merupakan hewan hemaprodit, tetapi sel telur dari satu hewan dibuahi oleh sperma dari hewan lainnya.

Itulah 3 contoh hewan dari filum annelida yang dapat menjadi representatif dari masing-masing kelas yang ada di dalam filum ini. Dimana Nereis merupakan contoh dari kelas Polychaeta, Lumbricus terrestris menjadi contoh dari kelas Olygochaeta dan Hirudo medicinalis merupakan contoh anggota kelas Hirudinae.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *