Contoh Nemathelminthes Yang Menjadi Parasit Manusia

Contoh Nemathelminthes ada banyak sekali, karena filum ini terdiri dari 100.000 spesies. Anggota yang ada di dalam filum ini dikenal dengan nama cacing gilig. Nemathelminthes terdiri dari 2 kelas dengan 5 ordo. Tidak semua anggota filum ini menjadi parasit yang menyerang hewan dan manusia, ada juga yang hidup bebas di alam.

Karakteristik

Nemathelminthes tubuhnya bulat dan memanjang dengan suatu rongga di antara dinding tubuh dan instestin (usus) yang disebut pseudosol, tidak mempunyai segmen tubuh, terdapat mulut dan anus, hidup di dalam tanah, air, tubuh manusia, hewan dan tumbuhan.

Contoh Nemathelminthes

Beberapa spesies dari Nemathelminthes yang menjadi parasit pada manusia adalah sebagai berikut :

1. Ascaris lumbricoides.

Hidupnya menjadi parasit pada usus manusia. Dinding tubuh tersusun dari kutikula, epidermis dan lapisan otot yang memanjang dimana terdapat saluran ekskresi lateral, tali-tali syaraf dorsal dan ventral yang dihubungkan oleh cincin syaraf anterior.

Karakteristik

Cacing betina dewasa memiliki ukuran yang lebih besar dari pejantan, panjang tubuh cacing betina Ascaris betina sekitar 20-40 cm sedangkan yang jantan 10-15 cm. Pada pejantan pada salah satu ujung tubuhnya menggulung sedangkan betina tidak. Keduanya di bagian ujung tubuh mereka meruncing dan permukaan tubuhnya licin dan tertutup oleh lapisan kutikula. Mulut terdapat pada ujung anterior, mempunyai 3 buah bibir, pada permukaan ventral di ujung posterior terdapat lubang ekskresi, makanannya berupa sari-sari makanan, sepanjang tubuhnya tampak empat garis longitudinal (memanjang)  yaitu garis dorsal, ventral dan 2 garis lateral.

Saluran pencernaan makanan terdiri atas : mulut, faring, usus panjang dan anus. Alat reproduksi jantan ialah testis yang menyerupai benang berbelit, sedangkan pada yang betina sistem reproduksinya berbentuk Y, tiap-tiap cabang dari bentuk Y ini terdiri dari ovarium yang menyerupai benang berbelit dan diteruskan ke oviduct dan uterus. Uterus dari 2 cabang bentuk Y itu bersatu menjadi satu saluran pendek yang disebut vagina yang terbuka ke bagian luar melalui lubang yang disebut vulva. Pembuahan terjadi di dalam uterus dan telur akan dikeluarkan melalui vulva.

Contoh Nemathelminthes ini tidak memiliki sistem pernafasan dan sistem peredarah darah, pertukaran gas dilakukan oleh seluruh permukaan tubuhnya dan cairan beredar secara terbuka di dalam tubuhnya. Ascaris lumbricodes seringnya menjadi parasit pada anak-anak.

Siklus hidup

Siklus hidupnya sederhana, yaitu bila telur yang telah menjadi embrio tertelan akan menetaskan larva, larva ini meninggalkan usus dengan jalan menembus dinding usus untuk masuk ke dalam peredarah darah dan mengikuti aliran darah sampai di jantung serta di paru-paru kemudian masuk di trakea dan tertelan lagi untuk kedua kalinya. Akhirnya sampai kembali di usus halus dan menjadi cacing dewasa.

2. Ancylostoma duodenale (Cacing Tambang)

Contoh Nemathelminthes ini juga hidup sebagai parasit pada usus manusia, panjang tubuh cacing dewasa 1 – 1,5 cm. Mulutnya terdapat pada ujung anterior, padanya terdapat kait-kait yang dipergunakan untuk mengaitkan diri pada usus hospesnya, supaya tidak terbawa oleh arus makanan. Keadaan tersebut menyebabkan usus menderita luka-luka.

Cacing ini menghisap darah dan juga menghasilkan zat anti koagulasi (zat yang bisa mencegah pembekuan darah) sehingga penderita mengalami anemia (kekurangan darah).

Siklus hidup Ancylostoma duodenale aalah sebagai berikut :

  1. Cacing tambang betina menghasilkan telur, telur ini akan keluar bersama feses.
  2. Telur menetas menjadi larva yang akan masuk ke dalam tubuh manusia dengan jalan menembus kulit (biasanya kulit kaki yang tanpa alas).
  3. Setelah masuk terbawa aliran darah ke paru-paru, menembus paru-paru ke trakea dan tertelan masuk ke dalam perut dan usus.
  4. Di dalam usus, cacing ini menjadi dewasa, kemudian yang betina bertelur dan akhirnya siklus hidupnya berulang.

3. Wuchereria bancrofti

Cacing ini di Indonesia dikenal dengan nama cacing filaria yang menyebabkan penyakit filariasis (elephantiasis). Infeksi cacing filaria kepada tubuh manusia terjadi bila nyamuk culex yang mengandung mikrofilia menusuk manusia, mikrofilaria dapat masuk melalui bekas tusukan nyamuk. Cacing dewasa dalam tubuh manusia dapat menyumbat saluran limfa yang menyebabkan pembengkakan di beberapa bagian tubuh.

4. Oxyuris (Cacing kremi)

Cacing Nemathelminthes ini menyebabkan gatal-gatal di daerah dubur terutama pada malam hari sehingga penderita akan sangat terganggu (kurang tidur).

5. Trichinella

Cacing ini menyebabkan penyakit Trichinosis yang disebabkan karena memakan daging babi yang mengandung kista dari cacing Trichinella. Cacing dewasa berkembang biak di dalam usus, ribuan cacing muda dihasilkan oleh cacing betina yang kemudian akan menembus dinding usus berpindah ke seluruh tubuh dan mengkista di dalam otot. Hal itulah yang menyebabkan mengkonsumsi daging babi sangat berbahaya dan tak jarang pada tubuh manusia yang suka mengkonsumsi daging babi terdapat ribuan kista dari cacing Trichinella ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *