Cycas rumphii, Klasifikasi, Deskripsi dan Ekologinya

Cycas rumphii adalah salah satu jenis tanaman sikas yang lebih dikenal dengan nama pakis haji. Jenis ini asli Indonesia yang tentunya sudah akrab sebagai penghias pekarangan serta tanaman asri. Cycas rumphii ini tergolong jenis yang bongsor, dapat tumbuh tinggi mencapai 6 meter.

Klasifikasi Cycas rumphii

Secara klasifikasi Cycas rumphii termasuk ke dalam anggota dari genus Cycas dan termasuk ke dalam famili Cycadaceae.

Secara Lengkap Klasifikasi Cycas rumphii adalah :

Kingdom : Plantae
Divisi : Cycadophyta
Kelas : Cycadopsida
Ordo : Cycadales
Famili : Cycadaceae
Genus : Cycas
Species : Cycas rumphii 

Famili Cycadaceae di Indonesia dikenal sebagai suku sikas sikasan. Dengan demikian masih sesuku dengan Bowenia dan Zamia.  Di dalam klasifikasi terdahulu famili Cycadaceae merupakan anggota tanaman Gymnospermae atau tumbuhan berbiji terbuka, yang berisi banyak tanaman primitif dan purba, sehingga banyak dari anggotanya telah menjadi fosil. Tanaman yang ditemukan dalam bentuk fosil adalah dari ordo Cycadofilicales, Benettitales dan Cordaitales. Sedangkan yang masih ada sampai sekarang adalah dari ordo Ginkoales, Coniferales, Gnetales dan Cycadales.

Kelompok famili sikas sikasan sendiri merupakan sebuah keluarga besar tumbuhan berumur panjang yang daunnya selalu tetap hijau, yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Lebih dari 9 genus yang berada di bawah naungan famili ini dan mencakup tidak kurang dari 75 jenis tanaman yang terhitung sebagai flora angkatan awal yang ada di bumi kita ni.

Sebagian besar anggota famili Cycadaceae ini dimanfaatkan kendahannya sebagai tanaman hias, dan salah satu diantaranya adalah tanaman sikas. Beberapa genus lain yang tidak kalah cantik sebagai tanaman hias adalah Bowenia, Dioon, Ceratozamia, Encephalartos, Zamia dan masih banyak lagi yang akhir akhir ini sedang menanjak namanya.

Deskripsi Cycas rumphii

Sebagai tanaman hias, pakis haji memang cantik dan mengangumkan. Betapa tidak, perawakannya tinggi, besar, tegar dan anggun seperti palem.  Batangnya tumbuh tunggal, berbentuk silinder, berwara abu abu dan tertutup oleh pangkal pangkal tangkai daun yang tetap tertinggal setelah gugur daun.

Daunnya mengembang panjang, berbentuk seperti sirip yang panjangnya sekitar 1,5 – 3 m. Sirip daunnya lebih jarang dan teksturnya agak kasar daripada sikas jepang. Tangkai daun tumpul bersudut tiga dan berduri kecil. Helaian anak daun berwarna hijau tua pucat, berbentuk lanset meruncing ujungnya, tipis dan licin.

Seperti halnya sikas jepang, orang orang barat menyebut pakis haji dengan sebutan Sango palm, lantaran bentuk dan susunan daunnya mirip palem. Pakis haji ini mempunyai biji berbentuk bulat teluryang panjangnya sekitar 50 – 70 cm dan diameternya 35 – 45 cm. Biji ini dapat dipakai untuk perbanyakan tanaman. Selain dengan bijinya pakis haji mudah diperbanyak dengan anakan atau tunas tunas yang tumbuh pada batangnya.

Tuntutan Ekologi

Nenek moyang Cycas rumphii aslinya berasal dari hutan hutan tropis. Tempat hidupnya terbuka, lembap dan tanahnya gembur dan subur. Sementara itu, suhu lingkungan cukup hangat dan nyaman. Air cukup tersedia, tetapi tidak terlalu becek. Kondisi semacam ini ternyata paling disukainya. Bahkan keturunannya yang sudah pindah ke kota kota pun menuntut ekologi yang demikian juga. Tidak heran bila pakis haji yang ada sekarang ini mewarisi sifat sifat nenek moyagnya yang berada di hutan.

Cycas rumphii memang menyukai tempat tempat yang terbuka, cukup terang dan banyak kena sinar matahari lagnsung. Memang, si cantik ini suka berpanas panasan mandi sinar matahari, asal bukan matahari terik yang menyengat. Cahayanya memang harus cukup terang, lebih terang daripada yang diperlukan saudaranya Drasena. Tanaman ini perlu ccahaya matahari langsung agar daunnya bisa tampil bagus, hijau mengkilap dan segar. Secara ilmiah, pakis haji membutuhkan cahaya paling sedikit 400 footcangles.

Kalau misalnya, ruangan tempat menaruh pakis haji terlalu kecil, kurang terang dan suhu udaranya terlalu dingin, perlu diberikan cahaya buatan. Dengan memasang beberapa lampu neon misalnya, tapi tidak perlu dinyalakan sepanjang hari cukup sekitar 12 – 14 jam saja sehari. Dan perlu hati hati agar suhu udara disekitarnya tidak menjadi panas. Untuk itu jarak lampu dengan tanaman hendaknya diatur dan jangan terlalu banyak memasang lampu.

Suhu udara yang cocok untuk tanaman ini pada siang hari sekitar 20 – 22 C dan pada malam hari sekitar 10 – 13 C. Suhu yang terlalu tinggi tidak disukai, demikian pula sebaliknya suhu kurang dari 10 C sudah tidak bagus bagi pertumbuhannya. Pengetahuan tentang suhu ini sangat penting untuk diketahui misalnya tempat atau ruangan yang bersuhu rendah atau ber AC tidak cocok untuk Cycas, meskipun ia bisa tahan hidup beberapa hari saja.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *