Parasit Dactylogyrus sp Pada Ikan

dactylogyrusDactylogyrus sp merupakan salah satu parasit pada ikan yang termasuk ke dalam kelas trematoda. Pada artikel kali ini Nusabudidaya akan membahas mengenai morfologi, klasifikasi, gejala klinis dan pengendalian dari Dactylogyrus ini.

Klasifikasi Dactylogyrus 

Dalam sistem klasifikasi terbaru, parasit ini masuk ke dalam :

Phylum : Vermes
Subphylum : Platyhelmintes
Kelas : Trematoda
Ordo :  Monogenea
Famili : Dactylogyridae
Sub Famili : Dactylogyrinae
Genus : Dactylogyrus
Spesies : Dactylogyrus  sp

Morfologi Dactylogyrus

Parasit ini merupakan jenis cacing yang sering menyerang insang semua jenis ikan. Ikan laut, tawar dan payau semuanya tidak luput dari serangan Dactylogyrus. Morfologi Dactylogyrus yang menjadi ciri khasnya ada pada bagian posterior haptor. Haptornya ini tidak memiliki struktur cuticular dan memiliki satu pasang kait denga satu baris kutikular, memiliki 16 kait utama, satu pasang kait yang sangat kecil. Parasit ini mempunyai ophisthaptor (posterior sucker) dengan 1 – 2 pasang kait besar dan 14 kait marginal yang terdapat pada bagian posterior. Kepala memiliki 4 lobe dengan dua pasang mata yang terletak di daerah pharynx.

Cacing dewasa berukuran 0,2 – 0,5 mm. Mempunyai dua pasang eye spots pada ujung anterior. Sucker terletak dekat ujung anterior. Pada ujung posterior tubuh terdapat alat penempel yang terdiri dari 2 kait besar yang dikelilingi 16 kait lebih kecil disebut Opithaphtor. Mempunyai testis dan ovary.

Siklus Hidup Dactylogyrus sp

Parasit ini mempunyai siklus hidup langsung yang melibatkan satu inang. Parasit ini merupakan ektoparasit pada insang ikan. Telur berwarna kecoklatan dikeluarkan cacing dewasa. Telur dilengkapi dengan tali pengikat panjang. Telur telur yang dilepaskan akan menjadi larva cilia yang dinamakan oncomiracidium. Oncomiracidium ini sudah mempunyai haptor sehingga sudah dapat menyerang inang.

Sehingga secara singkat siklus hidup Dactylogyrus sp aalah Telur yang menetas >> larva berambut (onchomiracidium) >> larva menyerang hospes >> epitel rambut lepas >> berkembang >> cacing dewasa.

Gejala Klinis

Beberapa gejala klinis akbat infeksi parast yang dapat digunakan sebagai presumtif enderu antara lain

  1. Ikan tampak lelah, tidak nafsu makan, pertumbuhan lambat, tingkah laku dan berenang tidak normal
  2. Ikan sering terlihat mengumpul disekitar air masuk, hal ini dikarenakan pada daerah ini kualitas air lebih baik karena air masih fresh sehingga kadar oksigen lebih tinggi
  3. Ikan akan terlihat sering mengapung dipermukaan air, insang tampak pucat dan membengkak sehingga operculum terbuka. Kerusakan pada insang ini menyebabkan sulit bernafas, sehingga tampak megap megap seperti gejala kekrangan oksigen
  4. Insang ikan rusak, luka dan timbul pendarahan serta berlebihan ender. Dalam keadaan serius enderum insang akan rusak dan enderum ikan tidak tertutup dengan sempurna mengakibatkan kesulitan bernafas.
  5. Mukosa insang berwarna gelap menutupi insang sehngga ikan tampak seperti tertutup lumpur. Kulit berwarna gelap, ada yang menginfeksi pada kulit dan sirip terdapat bintik bintik putih.
  6. Jika infeksi sudah berat ikan akan diam di dasar kolam dan lama kelamaan akan mati.
  7. Secara mikroskopis terlihat ada nekrosis pada insang yang bewarna kekuningan atau putih, selain itu juga terjadi profeliferasi di kartilago hialin pada lamella sekunde
  8. Perubahan histopatologis : Secara mikroskopis terlihat adanya hipertrofi filamen insang

Pengendalian Dactylogyrus sp

Diagnosis :

  1. Berdasarkan gejala klinis : sesak nafas dan dapat diamati secara langsung
  2. Dilakukan biopsi insang atau bisa juga dengan skraping kulit,  untuk menemukan parasitnya
  3. Bedah pasca mati

Pengendalian Penyakit :

Untuk mengobati serangan dari penyakit ini dapat dilakukan perendaman dengan salah satu dibawah ini

  1.  Larutan formalin 50 – 100 ppm selama 3 jam
  2. Larutan PK 5 – 10 ppm selama 30 menit
  3. Larutan ammonium konsentrasi 5% selama 5 – 15 menit
  4. Methylene blue : 1 g/100 mair. Jika warna air berubah menjadi biru terang, maka larutan harus diganti sampai ikan bebas parasit
  5. Larutan garam sebanyak sekitar 40 gram/m2. Jika penyakit sudah sangat parah anda bisa merendam ikan dalam larutan garam ini selama 1 malam.

Pencegahan :

  1. Mencegah terjadinya overpopulasi
  2. Pemberian pakan yang berkualitas
  3. Menjaga kualitas air / perairan
  4. Mencegah terjadinya pencemaran lingkungan perairan

Related Posts

Add Comment