Daun Majemuk pada Tumbuhan

43 views

daun majemuk menjariTumbuhan disebut Memiliki daun majemuk jika pada satu tangkai daun terdapat lebih dari satu helaian daun. Beberapa ciri cirinya yaitu, yang pertama anak daun akan tumbuh dan gugur secara bersama sama, kedua adalah dalam satu tangkai daun ukuran daun sama dan yang terakhir pertumbuhan tangkai daun terbatas sehingga pada ujungnya tidak terdapat kuncup.

Bagian Bagian

Daun majemuk disusun oleh bagian bagian daun yang secara berurutan dari pangkal ke ujung adalah sebagai berikut :

  1. Tangkai induk, merupakan aksis pokok di ketiak pangkal daunnya dijumpai adanya kuncup.
  2. Ruas cabang, merupakan percabangan lanjutan dari aksis pokok yang dapat dibedakan berdasarkan urutannya, yaitu ruas cabang tingkat 1, ruas cabang tingka 2 dan seterusnya. Anak daun dapat tumbuh pada tangkai induk, ruas cabang dan ruas cabang tingkat berikutnya.
  3. Tangkai anak daun adalah tangkai pendukung helaian anak daun setera dengan daun tunggal.
  4. Helaian anak daun,

Jenis Jenis

Berdasarkan susunan dari anak daunnya, daun majemuk dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :

  1. Daun majemuk menyirip (pinnatus), anak daun tersusun di kanan kiri aksis dengan susunan seperti sirip ikan, misalnya daun rambutan (Nephelium lappaceum).
  2. Daun majemuk menjadi (palmatus), anak daun tumbuh pada ujung aksis secara radial, membentuk susunan seperti jari misalnya daun walisongo (Araliaceae).
  3. Daun majemuk bangun kaki (pedatus), anak daun anterior tersusun menjari tetapi dua anak daun posterior tumbuh pada tangkai anak daun sebelumnya, misalnya daun Arisaoma filiformis (Araceae).

Daun Majemuk dan Daun Tunggal

Daun majemuk berbeda dengan daun tunggal apabila dilihat dari beberapa aspek, antara lain; tata letak kuncup batang, jumlah helaian per daun, percabangan tangkai daun, pertumbuhan guguran daun.

Tabel dibawah ini menyajikan perbedaan daun tunggal dan daun majemuk

Daun Tunggal Daun Majemuk
Kuncup terletak di ketiak daun Kuncup terletak di ketiak tangkai induk
Memiliki 1 helaian daun Memiliki satu atau lebih helaian anak daun
Tangkal daun tidak bersendi dan bercabang Tangkai induk bersendi atau memiliki ruas cabang
Hanya ada satu pertumbuhan helaian daun Pertumbuhan anak daun banyak dan serempat dalam percabangan
Gugur satu per satu Gugur serempak dalam satu sistem percabangan

Daun Majemuk Menyirip

Daun majemuk menyirip dapat hanya memiliki satu helaian anak daun, yang pangkal tangkainya bersendi terhadap aksis pokoknya. Daun seperti ini disebut daun majemuk menyirip beranak daun satu (unifoliolate), misalnya daun jeruk (Citrus aurantifolta, Rutaceae) dan daun melati (Jasminum sumbae).

Berdasarkan posisi anak daun ujung, daun majemuk menyirip dibedakan menjadi :

  • Abruptepinnate, terdapat sepasang anak daun berhadapan di ujung aksis dengan jumlah anak daun genap atau ganjil, misalnya daun leresede (Glyricidia sapium).
  • Imparipinnate, hanya ada satu anak daun di ujung aksis dengan jumlah anak daun genap atau ganjil, misalnya daun rambutan (Nephelium lappaceum).

Berdasarkan posisi anak daunnya terhadap aksis pokok, dibedakan menjadi :

  • Daun majemuk menyirip berpasangan, apabila duduk anak daun berpasangan, berhadapan pada aksis daun dan anak daun memiliki ukuran seragam.
  • Daun majemuk menyirip berseling, apabila anak daun duduk di kanan kiri aksis daun (berseling) dan ukuran daun relatif seragam.
  • Daun majemuk menyirip berselang seling (interuptepinnate), apabila anak daun berpasangan dengan posiis berhadapan pada aksis daun, tetapi setiap pasangan memiliki ukuran yang berbeda, misalnya daun kentang (Solanum tuberosum).

Daun Majemuk Menjari

Pada daun majemuk menjari, tangkai induk ditumbuhi oleh sejumlah anak daunn yang duduk melingkar dan pada umumnya melalui persendian. Pada jenis tumbuhan sekerabat walisongo terdapat percabangan lanjut dari tangkai induk sehingga memiliki daun majemuk menyirip ganda. Daun majemuk menyirip diidentifikasi berdasarkan jumlah anak daunnya, contohnya adalah sebagai berikut :

  1. Daun majemuk menjari beranak daun tiga (trifoliolate), misalnya daun kembang sungsan (Clitoria ternatea).
  2. Menjari beranak daun lima (pentafoliolate), misalnya daun poncosudo (Nothopanax quinquifolia).
  3. Menjari beranak daun tujuh (septemfoliolate), misalnya daun randu (Ceiba pentandra).
  4. Menjari beranak daun banyak (polifoliolate), apabila anak daunnya berjumlah lebih dari tujuh, misalnya daun walisongo (Schefflere longifolia).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *