Efisiensi Biaya Pakan Air Tawar

pakan ikanEfisiensi Biaya Pakan Air Tawar – Efisien adalah sebuah kata yang berarti pencapaian target menggunakan biaya yang sama untuk memperoleh hasil yang lebih besar. Efisiensi berarti sebuah upaya yang dilakukan untuk meminimalisir kerugian dan pemborosan biaya dalam melaksanakan dan menghasilkan sesuatu. Dalam hal ini, efisiensi biaya pakan adalah sebuah usaha untuk meminimalisir biaya pakan namun tetap menghasilkan produktivitas daging yang pesat.

Dalam budidaya ikan air tawar para pembudidaya berusaha meminimalisir biaya pakan. Seperti kita tahu, biaya pembelian pelet sangatlah maha. Pakan dari pelet biasanya menghabiskan lebih dari 50% biaya produksi. Tentu, para pembudidaya akhirnya hanya mendapatkan keuntungan yang cukup kecil.

Oleh sebab itu, mereka berupaya melakukan efisiensi biaya pakan dengan cara membuat pakan alternatif dari bahan bahan limbah organik yang tersedia. Pakan buatan akan lebih berkualitas dibanding pakan pelet buatan pabrik asalkan memenuhi kriteria tercukupinya kebutuhan gizi dan nutrisi ikan.

Pakan yang berkualitas syaratnya adalah dapat memenuhi nutris ikan. Oleh sebab itu, sebelum membuat pakan sendiri kita harus mengenal kebutuhan nutrisi ikan. Setiap ikan membutuhkan nilai gizi yang berbeda beda, kebutuhan protein, lemak dan serat ikan nila berbeda dengan ikan lele.

Dalam hal ini, ikan lele memerlukan lebih sedikit nilai nutrisi dibanding dengan ikan nila dan gurami. Oleh sebab itu, permbuatan pakan ikan air tawar harus memenuhi beberapa kriteria agar menghasilkan pakan yang berkualitas.

Kandungan nutrisi pakan ikan buatan sendiri di bagi dua bagia sesuai dengan umur ikan. Misalnya, ikan nila yang berumur 1 – 3 bulan nilai proteinnya antara 35-50% sedangkan ikan nila yang berumur 4 bulan keatas 25 – 30%.

Dengan mengetaui kebutuhan ikan air tawar tersebut, maka perlu mempelajari bahan bahan beserta kandungan gizi setiap bahan yang tersedia. Hampir semua bahan dasar yang dibutuhkan dalam pembuatan pakan ikan sendiri tersedia seperti jagung, dedak kuning, tepung ikan, ampas tahu, limbah udang, bungkil dan lainnya. Bahan bahan tersebut memiliki nilai gizi yang cukup untuk kebutuhan ikan.

Pakan ikan dianggap berkualitas baik apabila mengandung 70% protein, 15% karbohidrat, 10% lemak dan 5% vitamin., air dan mineral. Selain itu, pakan harus mempunyai ukuran partikel bahan baku yang halus dan seragam serta homogenitas yang tinggi. Ukuran pakan harus sesuai dengan ukuran ikan. Misalnya pakan untuk pembenihan berbeda dengan pakan untuk pembesaran.

Bahan bahan pembuat pakan juga harus mempertimbangkan kekerasan dan ketahanan dalam air sesuai bagi kebutuhan ikan. Pakan buata dengan kekerasan lebih tinggi dibuat dari bahan yang relatif lebih halus.Daya apung pakan buatan dapat diukur antara ketentuan waktu ditebarkan hingga tenggelam di dasar air.

Pengetahuan tentang formulasi bahan dalam pembuatan pakan perlu diketahui sebelum membuat pakan. Sebelum pembuatan pakan, bobot masing masing bahan harus diketahui untuk menghasilkan jumlah pakan dengan nilai nutrisi tertentu. Demikian juga setelah dalam bentuk pakan.

Ketika membuat pakan secara mandiri, maka diharapkan dapat menghasilkan pakan yang disukai, mudah dicerna, serta dapat memenuhi standar kebutuhan nutrisi ikan. Untuk menghasilkan pakan ikan berkualitas, dibutuhkan komponen bahan baku berkualitas pula.

Related Posts

Add Comment