Habitat Ikan Cupang dan Perilakunya

Ikan cupangDalam memelihara ikan cupang anda harus memperhatikan masalah habitat ikan cupang dan perilakunya. Ketidaksesuaian habitat dapat menyebab ikan anda tidak dapat hidup dengan baik, apalagi jika kondisinya sudah diluar dari ambang batas tolerir ikan cupang, hal tersebut dapat menyebabkan kematian. Memahami perilaku ikan cupang juga memudahkan anda dalam merawatnya, perilaku alami tersebut hendaknya tidak dihambat atau dihilangkan agar ikan cupang anda tidak stres dan dapat berkembang biak demgan baik.

Habitat Ikan Cupang

Ikan cupang merupakan ikan yang hidup di daerah beriklim tropis tepatnya berada di sungai, rawa, persawahan dan perairan air tawar dangkal lainnya. Habitat ikan cupang ini tidak harus yang kaya akan oksigen ataupun di air yang jernih. Hal ini dikarenakan pada ikan cupang terdapat alat pernapasan tambahan yang sering disebut sebagai labirin. Labirin ini fungsinya untuk menyimpan oksigen yang diambil oleh ikan cupang di lingkungannya.

Secara umum, ikan hias cupang hidup pada air yang memiliki pH 6,5 – 7,5, kesadahan air 5 – 12 dH dan bersuhu 24 – 30 C. Jika habitatnya di luar ambang batas itu biasanya kehidupan ikan cupang akan terganggu atau justru akan mengalami kematian.

habitat ikan cupangPerilaku Ikan Cupang

Memahami perilaku dari ikan cupang ini merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam budidaya ikan cupang, beberapa perilaku ikan cupang yang harus anda perhatikan adalah.

a. Perilaku makan

Terdapat dua pola makan ikan, yaitu diurnal dan nokturnal. Ikan yang aktif mencari makanan di siang hari disebut dengan diurnal sedangkan yang aktif pada malam hari disebut nokturnal. Ikan cupang merupakan jenis ikan yang pola makannya diurnal sehingga dalam membeli makan terhadap ikan peliharaan anda sebaiknya mulai dari matahari terbit hingga matahari tenggelam.

b. Perilaku mempertahankan wilayah

Ikan cupang jantan termasuk ke dalam jenis ikan yang menguasai sebuah teritori, dan jika ada pejantan lain yang memasuki teritori tersebut maka keduanya akan saling berkelahi. Untuk menghindari hal ini anda jangan memelihara dua ekor ikan cupang jantan dalam satu wadah, perilaku mempertahankan wilayah ini hanya efektif terhadap ke sesama jenisnya saja. Ikan cupang jantan cenderung bisa berdamai dengan ikan jenis lainnya.

c. Perilaku memijah

Proses pemijahan yang dilakukan oleh ikan cupang adalah dengan jalan cupang jantan menarik perhatian lawan jenisnya.  Cupang jantan akan berlagak memamerkan ketampanannya di depan sang betina, hal ini dilakukannya dengan cara mengembangkan sirip siripnya.

Jika ikan betina tertarik, cupang jantan akan menelikung tubuh betina. Sementara cupang betina membiarkan tubuhnya melayang dalam dekapan sang jantan. Dari tubuh ikan cupang betina keluar telur, setelah itu cupang jantan akan melepaskan tubuh betina.

Berbeda dengan kebanyakan hewan, pada ikan cupang justru si pejantanlah yang merawat telur hingga menetas. Terdapat dua tipe pemijahan yang terjadi pada ikan cupang, yaitu buble nest breed dan mouth brooder.

1. Buble nest breed

Bubble nest ikan cupang

Pada tipe pemijahan ini, cupang jantan akan membuat sarang busa. Sarang busa ini dibuat dari gelembung gelembung kecil udara yang ditempatkan sang jantan di permukaan air. Biasanya, sarang busa ini berada didekat daun atau tanaman air.

Setelah selesai membuat sarang, cupang jantan akan melakukan pemijahan dengan cupang betina di bawah sarang busa yang telah ia buat. Setelah itu cupang betina akan mengeluarkan telur yang akan ditangkap dan disimpan dalam mulut oleh cupang jantan. Setelah itu, ikan cupang jantan akan menyemburkan telur tersebut ke sarang busa agar melekat.

Ikan cupang jantan akan terus menjaga sarang busa tersebut hingga anak cupang menetas. Anak cupang yang menetas akan menembus gelembung gelembung udara yang ada di sarang kemudian menuju sekitar ikan cupang jantan yang setia menjaganya.

Jenis ikan cupang yang termasuk dalam buble nest breed yaitu Betta akarensis, Betta coccina, Betta bellica, Betta tasyaee, Betta smaragdina, Betta imbellis dan Betta splendens.

2. Mouth brooder

Perbedaanya dalam tipe bubble nest breed adalah, ikan jantan dari tipe ini tidak membuat sarang. Si pejantan akan mengerami telur yang dilepas betina di mulutnya. Selama proses mengerami ini, ikan akan berpuasa dan berusaha menghindar dari kontak fisik dengan ikan lain khususnya pejantan cupang lain.

Setelah telur menetas, anak cupang yang akan dikeluarkan dari mulutke permukaan air. Ikan cupang jantan akan tetap melindungi anaknya hingga anak cupang berumur dua minggu dan bisa mencari makan sendiri.

Beberapa jenis cupang yang berkembang biak dengan cara ini diantaranya Betta pugnax, Betta taeniata, Betta acrostoma, Betta unimaculata, Betta picta, Betta anabantoides, Betta edithae dan Betta foerschi.

Related Posts

Add Comment