Habitat Mollusca dan Persebarannya

Habitat Mollusca tersebar luas di muka bumi. Ia hidup di lingkungan yang sangat beragam meliputi perairan laut, payau dan terestrial di air tawar maupun darat. Beberapa spesies bahkan mampu hidup di lingkungan laut yang ekstrem, seperti daerah pasang surut. Spesies-spesies siput yang hidup di lingkungan seperti ini harus mampu beradaptasi terhadap kekeringan dan ombak serta arus yang kuat. Di darat, kebanyakan mollusca menempati habitat lembab di bawah bebatuan, timbunan serasah atau pohon. Umumnya Mollusca hidup bebas, hanya beberapa spesies saja yang hidup sebagai parasit komensal atau simbiotik.

Adaptasi Mollusca terhadap Habitat

Mollusca termasuk hewan yang sangat adaptif menyesuaikan diri untuk hidup di berbagai tempat dan cuaca. Ada yang hidup di tempat bersalju, gurun pasir, hutan bakau, laut dalam dan bahkan di tubuh hewan lain. Daya adaptasi yang hebat dari Mollusca ini dapat ditunjukkan oleh sebarannya yang sangat fantastis secara vertikal. Mollusca dapat hidup di kedalaman 3.600 m sampai dengan ketinggian lebih dari 5.000 meter. Berkaitan dengan suhu, Mollusca juga mempunyai daya adaptasi yang besar. Mereka dapat dijumpai pada daerah bersuhu -50º C di siberia sampai 50º C di sumber air panas.

Persebaran Mollusca

Siput darat (Pulmonata) menyukai tempat lembab karena membutuhkan banyak air untuk memproduksi lendir yang berguna untuk melindungi diri dari benda-benda tajam pada waktu berjalan. Bila cuaca sangat panas, siput darat bersembunyi di dalam cangkang dan menutupnya dengan lendir, peristiwa ini dinaman estivasi. Dalam keadaan ini, siput dapat bertahan selama bertahun-tahun tanpa makan dan minum. Mollusca yang hidup di hutan bakau dapat menempati berbagai relung di atas tanah, menempel pada akar atau batang bakau, bahkan ada yang memanjat sampai batas air pasang tertinggi. Sebagian besar dari Mollusca yang hidup di laut dapat ditemukan di zona litoral pada terumbu karang atau bebatuan, tempat dangkal yang banyak ditumbuhi alga atau pada pantai berpasir. Makin dalam suatu perairan semakin sedikit spesies Mollusca yang dapat ditemukan.

Cara Hidup Mollusca di Habitat

Di habitatnya, Mollusca hidup dengan berbagai cara. Gastropoda hidup merayap atau membenamkan diri di dalam substrat. Pergerakannya sangat lambat dan bukan merupakan hewan yang mudah berpindah-pindah. Mereka bergerak karena kontraksi otot kakinya yang kuat. Ada pula Gastropoda yang dapat berenang atau meluncur di permukaan air laut dengan bantuan gelembung yang digunakan sebagai pelampung. Polecypoda hidup membenamkan diri dalam pasir, pasir berlumpur, kayu, bahkan batu karang. Beberapa spesies diantaranya ada yang menempel pada benda-benda keras dengan serabut pelekat yang disebut benang bisu. Spesies lain ada yang melekatkan diri pada substrat keras dengan semen pada satu sisi cangkangnya. Pelecypoda jarang bergerak pindah. Namun demikian, ada Pelecypoda yang dapat berpindah tempat dengan mengatup-ngatupkan kedua belah cangkangnya. Semua anggota Cephalopoda hidup di laut dan dapat bergerak bebas dengan cara merayap atau berenang dengan semburan air dari sifonnya. Scaphopoda membenamkan sebagian tubuhnya dalam pasir berlumpur dan kakinya digunakan sebagai jangkar.

Selain hidup bebas, ada beberapa spesies Mollusca yang hidup sebagai parasit. Sebagian Pelecypoda air tawar larvanya bersifat ektoparasit pada ikan. Larva menempel dan memakan lendir pada sisik atau insang ikan. Pelecypoda yang bersifat endoparasit ditunjukkan oleh Entovalva yang hidup dalam saluran pencernaan timun laut. Pelecypoda juga dapat hidup komensal dengan hewan lain. Di Great Barrier Reef, Australia, Phylyctaenachlamys dan Leptopn hidup bersama dengan udang dalam satu lubang, Modiolaria bersama tunikata (sea-squirts) dan Vulsella dalam spns. Sifat parasitisme juga ada paga Gastropoda. Anggota famili Pyramidellidae (Branchystomia) dan Eulimidae bersifat ektoparasit, menghisap darah Pelecypoda, Polychaeta dan Echinodermata.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *