Hama Buncis Acanthoscelides obtectus

Acanthoscelides obtectusHama Buncis Acanthoscelides obtectus

Acanthoscelides obtectus merupakan hama penting yang menyerang kacang buncis. Selain menyerang kacang buncis hama ini menyerang kacang scarlet, kacang lentil, kacang bogor, kacang chickpeas dan kacang tunggak. Walau begitu kacang buncis merupakan jenis kacang yang paling peka terhadap serangan Acanthoscelides obtectus.

Serangan Acanthoscelides obtectus dimulai sejak di pertanaman pada waktu polong matang dan perkembangan selanjutnya berlangsung selama penyimpanan.

Kerusakan akibat serangan Acanthoscelides obtectus menyebabkan penurunan kuantitas dan kualitas, termasuk penurunan daya kecambah.

Acanthoscelides obtectus mempunya ciri ciri warna tubuh abu abu dan coklat kemerahan, berukuran antara 3-4,5 mm. Hama ini mempunyai antena relatif panjang bertipe serrate (gergaji) berwarna abu abu gelap, kecuali ruas pertama sampai kelima dan ruas kesebelas berwarna kemerah merahan. Tungkai Berwarna kemerah merahan, kecuali setengah bagian bawah tungkai dan pertengahan femur berwarna hitam, dan pada femur bagian belajang terdapat duri. Setiap femur belakang terdapat satu duri yang besar dan diikuti oleh dua duri lebih kecil. Protoraks dan elitra berwarna cokelat kekuing kuningan hingga cokelat. Pligidium terlihat jelad pada bagian ventral dari ruas abdomen kelima. Imago jantan memiliki pigidium hanya sebagian yang terlihat dari atas. Pigidium imago betina dapat dilihat secara keseluruhan dari atas.

Acanthoscelides obtectus merupakan serangga yang berasal dari Amerika selatan dan tengah, kemudian menyebar ke daerah subtropis, afrika dan pada daerah dataran tinggi tropis. Hama ini juga ditemukan di eropa, selandia baru, amerika serikat, amerika tengah dan amerika selatan. Di Asia, Acanthoscelides obtectus ditermukan juga di malaysia dan Filipina. Di Indonesia hama ini pertama kali di temukan di provinsi sulawesi selatan tepatnya di Desa Kanrepia Malino, Kabupaten Gowa.

Ditanaman, imago betina meletakkan telur pada celah atau retakan polong yang telah matang, sedangkan di penyimpanan, telur di letakkan pada permukaan atau dekat biji atau berserakan di antara biji.

Jumlah telur yang dimasukkan berkisar antara 40 hingga 60 butir. Telur berbentuk lonjong berwarna putih kelabu yang kemudian berubah menjadi putih kekuning kuningan dan mengkilap apabila hendak menetas. Pada kondisi laboratoorium dengan suhu 25 C, stadium telur akan menetas dalam waktu 5 sampai 6 hari.

Larva yang baru keluar dari telur berbentuk huruf C (Scarabaeiform( berwarna keputihan dan tidak segera masuk ke dalam biji. Liang gerekan pertama pada biji biasanya juga digunakan oleh beberapa larva lainnya untuk penetrasi ke dalam biji. Larva instar pertama sangat aktif untuk mencari biji yang sesuai untuk perkembangannya.

Pupa Acanthoscelides obtectus  bertipe bebas (exarate), berwarna putih kekuning kuningan.  Pupa terdapat di bawah kulit biji. Pada fase ini terlihat jelas serangan berupa rongga dibawah kulit biji. Imago keluar dari dalam biji melalui rongga yang terdapat di bawah kulit biji dengan cara menggereknya, sehingga menyebabkan  permukaan kacang berlubang. Kondisi optimum perkembangannya yaitu pada suhu 30 C sampai 35 C dan kelembapan berkisar  antara 70% sampai 90%, berlangsung sekitar 22 hingga 25 hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *