Hama dan Penyakit Pada Tanaman Hias

tanaman hiasSeperti halnya pada tanaman pertanian, tanaman hias pun dapat terserang penyakit. Tentu kita tidak ingin kan tanaman hias yang sudah kita rawat dengan susah payah kita rawat akhirnya mati karena diserang oleh hama atau penyakit.

Tanaman seperti halnya manusia memerlukan perawatan dan penjagaan agar tetap sehat. Beberapa hal yang perlu anda perhatikan dan dilakukan untuk kesehatantanaman ialah.

  1. Periksa tanaman setiap seminggu sekali atau beberapa hari sekali sambil menyiram tanaman.
  2. Buang daun daun yang menguning dan kering, agar tanaman tetap kelihatan hijau dan segar.
  3. Pangkas tanaman hias yang akan tumbuh terlalu rimbun, pilih beberapa tunas yang baik. Tunas tunasĀ  yang lain dibuang agar tanaman tidak terlalu rimbun, sehingga cepat bentuk dan pertumbuhannya.
  4. Setiap bulan sekali atau jika tanaman hias keliatan kotor berdebu, harus dicuci batang, daun dan potnya dengan menyemprot tanaman, kemudian dikeringkan di temperatur teduh, bersihkan dari segala kotoran dan hama penyakit yang menempel.
  5. Sambil membuang daun kering dan memangkas tunas yang berlebihan, periksa juga apakah ada tanda tanda hama dan penyakit pada tanaman yaitu pada batang, ruas ruas batang, ketiak daun, urat urat daun juga bagian bawah daun, pucuk dan tunas. Kemudian cuci bagian yang dihuni hama/penyakit atau jika serangan sudah parah, potong dan bakar bagian yang terserang.

Hama Tanaman Hias dan Cara Mengatasinya

  1. Mealybugs, nampak seperti bintik bintik halus putih di batang dan kumpulan daun. Mereka menghisap cairan daun dan meninggalkan tanda tanda tusukan. Jika serangan ringan, cukup dicuci tetapi jika berat semprot dengan malathion 1-3 cc/liter air. Penyemprotan setiap 3 hari hingga gejala serangan hilang.
  2. Aphids, hama tanaman hias ini berukuran sangat kecil, bulat dan ditemukan pada pucuk pucuk daun. Jenis ini suka menghisap cairan dan meninggalkan bintik bintik bekas tusukan. Pemberantasannya sama dengan mealybugs yaitu dengan malathioin atau pestisida sejenis.
  3. White flies, berwarna putih dan mudah terbang sehingga sukar diberantas. Pemberantasan dengan malathion atau pestisida yang sejenis.
  4. Scale insect, ditemukan pada urat urat daun, tetapi tidak begitu berbahaya. Cara mengatasinya dengan mencuci urat daun atau bisa juga dengan insektisida sumithion 1-3 cc / liter air jika ditemukan dalam jumlah banyak.
  5. Nematoda / cacing kecil yang menyebabkan tanaman layu dapat diberantas dengan nemagon. Sedangkan cacing tanah biasa (agak besar) tidak perlu diberantas sebab tidak mengganggu tanaman, malahan menggemburkan tanah.
  6. Achatina fulika / Bekicot / siput darat dapat diberantas dengan slugicida atau cara yang termudah dengan menebarkan garam.
  7. Belalang yang suka menghabiskan dan menggerogoti pucuk pucuk daun. Cara mengatasinya ialah ditangkap satu satu menggunakan jaring dan dibinasakan, tak perlu disemprot insektisida.
  8. Ulat ulat hijau dan ulat bulu yang merusak daun dan bunga bunga dapat disemprot dengan Dithane.
  9. Rayap paling suka dibasmi karena bersembunyi di bawah tanah, tetapi biasanya tanaman dalam pot dengan media yang bersih jarang dihuni rayap.

Penyakit pada Tanaman Hias dan Cara Mengatasinya

  1. Jamur, biasanya tanaman yang terlalu rimbun mudah ditumbuhi jamur, karena jamur menyukai tempat tempat yang lembab. Jamur ini dapat berupa bintik bintik hitam pada batang dan daun atau seperti bubuk putih. Diberantas dengan fungisida misalnya Captan 2 gr/liter air.
  2. Bakteri, tanaman yang terserang bakteri biasanya nampak seperti tersiram air panas, berbecak becak atau daun busuk kecoklatan. Diberantas dengan ceresan.
  3. Virus, tanaman yang terserang virus biasanya tumbuhnya kerdil daun mengeriting dan pucat karena kehilangan zat hijau daun lalu mati. Pemberatasan dengan jalan membakar tanamannya sebab belum ada obat yang tepat yang dapat mengatasi serangan penyakit yang disebabkan oleh virus ini.
  4. Penyakit physiologis
    a. Pucuk daun coklat dapat disebabkan karena udara terlalu panas atau udara yang terlalu lembab/kelebihan air.
    b. Daun menguning pucat, hal ini disebabkan oleh salah satu atau lebih dari hal ini, yaitu kelebihan air dan drainasi (pembuangan air) jelek, kekurangan Nitrogen, Schock karena pemindahan dan Akar memenuhi isi pot/pot terlalu kecil.
    c. Bintik bintik coklat pada daun disebabkan terpapar cahaya matahari yang terlalu banyak.
    d. Daun rontok dapat disebabkan karena, kekurangan air atau malah kelebihan air, kekurangan cahaya atau terlalu banyak cahaya dan kekurangan zat zat makanan tanaman.
    e. Daun mengering/mengulung disebabkan kelembapan kurang dan kurang air siraman.
    f. Daun tidak bercahaya/suram disebabkan kekurangan cahaya.

Related Posts

Add Comment