Hama Ikan dan Cara Pengendaliannya

17 views

Hama ikanHama ikan adalah organisme pengganggu yang dapat mempengaruhi produktivitas ikan. Hama dapat dibagi menjadi 3 golongan yaitu organisme yang memangsa (predator), perusak dan kompetitor (penyaing).  Hama ikan biasanya datang dari luar melalui aliran air, udara atau darat. Hama yang berasal dari dalam areal budidaya ikan biasanya akibat persiapan kolam yang kurang baik, sehingga menjadi sangat penting untuk mempersiapkan kolam budidaya sebelum menebar benih.

Hama ikan banyak sekali jenisnya contohnya larva serangga, serangga air, ikan carnivora, ular, larva cybiste, berang berang, trisipan dan lain lain. Biasanya hama akan menyerang secara sistematis pada saat ikan masih kecil atau bila populasi ikan terlalu padat. Sedangkan bila ikan mulai gesit pergerakannya umumnya hama sulit untuk memangsanya. Hama yang menyerang ikan budidaya biasanya berupa ular, belut, ikan liar pemangsa dan burung. Sedangkan hama yang menyerang larva dan benih ikan biasanya notonecta atau bebeasan, larva cybister atau ucrit. Ikan ikan kecil yang masuk ke dalam wadah juga akan mengganggu. Meskipun bukan hama, tetapi ikan kecil kecil itu menjadi pesaing bagi ikan dalam hal mencari makan dan memperoleh oksigen.

Pengendalian Hama Ikan

Untuk meminimalisasi serangan hama ikan, anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini :

  • Pengerngan dan pengapuran kolam sebelum digunakan. Dalam pengapuran sebaiknya dosis pemakaiannya diperhatikan atau dipatuhi
  • Pada pintu masuk air dipasang saringa agar hama tidak masuk ke dalam kolam. Saringan air ini berguna untuk menghindari masuknya kotoran dan hama ke dalam kolam budidaya.
  • Secara rutin melakukan pembersihan disekitar kolam pemeliharaan agar hama seperti siput atau trsipan tidak dapat berkembangbiak disekitar kolam budidaya.

Salah satu cara untuk menghindari adanya hama ikan, yaitu dengan pemberantasan menggunakan bahan kimia. Hanya saja penggunaan bahan kimia ini harus sesuai dosis meningat pengaruhnya terhadap lingkungan sekitarnya. Bahan kimia biasanya sulit mengalami degradasi secara alami, sehingga daya racunnya akan bertahan lama sehingga justru dapat membunuh ikan yang sedang dipelihara. Oleh karena itu dalam melakukan pemberantasan hama ini, sebaiknya menggunakan tumbuh tumbuhan yang dapat membunuh hama tetapi cepat terurai kembali menjadi netral seperti ekstrak akar tuba, biji teh, daun tembakau dan lain lain.

Ada beberapa tindakan penanggulangan serangan hama yang dapat anda lakukan, antara lain sebagai berikut :

Penanggulangan Ular

  1. Ular tidak menyukai tempat yang bersih. Karena itu, cara menghindari serangan ular adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan kolam.
  2. Pematang kolam sebaiknya dibuat dari tembok atau beton karena ular tidak dapat bersarang disana.
  3. Perlu dilakukan pengontrolan pada malam hari. Jika ada ular bisa langsung dibunuh dengan pemukul atau dijerak dengan tali

Penanggulangan Belut

  1. Sebelum digunakan untuk budidaya, sebaiknya kolam digenangi air setnggi 20 – 30 cm, kemudian diberi obat pembasmi hama berupa akodan dengan dosis rendah yakni 0,3 – 0,5 cc per meter kubik air.
  2. Mempertinggi pematang kolam agar ikan gabus dari saluran atau kolam lain tidak dapat loncat ke kolam yang berisi ikan

Faktor Penyebab Timbulnya Hama

Hama yang pada dasarnya sangat tidak dibutuhkan dalam kegiatan budidaya dapat timbul karena lingkungan yang mendukung, dalam artian kondisi lingkungan yang tidak bersih seperti banyak rumput atau tumbuh tumbuhan air yang dapat menjadi tempat bersarang hama.

Yang kedua proses persiapan lahan yang tidak sempurna sebagai contoh, pengeringan yang tidak berlangsung sempurna mengakibatkan masih banyak bibit bibit hama yang terdapat di dalam wadah budidaya. Proses pemberantasan hama secara mekanis / manual tidak dapat mematikan semua hama yang ada di dalam wadah budidaya.

Yang ketiga adalah pintu masuknya air/inlet tidak dipasangi saringan sehingga hama masih bisa masuk ke dalam wadah budidaya. Dan yang terakhir adalah kondisi kualitas air yang sangat buruk bagi ikan utama yang dibudidayakan dan hama masih mampu hidup dalam kondisi ekstrem sekalipun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *