Hama Inul Pada Bawang Merah dan Cara Mengatasinya

Bawang merahDi tahun 2003 di dunia hama tabaman muncul satu hama bawang merah baru dan hama tersebut sama dengan nama seorang penyanyi yang sedang ngetren pada saat itu. Nama hamanya yaitu hama inul. Pemberian nama ini dimaksudkan untuk menggambarkan bahwa kemunculan serangannya membuat heboh para petani, seperti saat munculnya penyanyi inul daratista yang juga membuat heboh masyarakat.

Hama inul yang menyerang hektar tanaman bawang ini pada dasarnya yaitu hama sebangsa lalat dengan sayap lebih sempit dari sayap lalat. Hama inul ini sepertinya baru saja muncul dan mendapat perhatian. Sebetulnya keganasan dari serangan hama ini sudah lama terjadi dan tidak hanya terjadi pada tananam bawang saja, akan tetapi juga pada tanaman tanaman budidaya lain, karena hama ini juga merupakan hama dari tanaman tanaman seperti kentang, cabai, kacang kacangan dan tembakau. Di samping itu, inul ini juga dapat bertindak sebagai vektor penyakit. Oleh karena itu keberadaan dari hama ini perlu mendapat perhatian yang serius.

Baca Juga : Cara Budidaya Bawang Merah Organik

Beberapa Kasus yang Muncul

Apabila dirunut ke belakang sebetulnya kasus kasus serangan di lahan pertanaman bawang merah itu dapat muncul kembali, faktor utamanya disebabkan karena kurangnya pengetahuan petani tentang hama secara keseluruhan, baik mengenai tanaman pengganti atau tanaman inangnya, lingkungan pendukung dan juga jenis hamanya sendiri. Sehingga hama tersebut selalu dan selalu muncul di lahan.

Salah satu kasus yang dapat dicontohkan adalah serangan hama ini yang terjadi di jawa tengah di tahun 19990an. Serangan terjadi di wilayah brebes, tegal, kendal dan purworejo, kesemuanya disebabkan oleh hama yang sama. Kemudian di tahun 2000 masih di jawa tengah tepatnya di wilayah brebes dan tegal petani bawang juga dihebohkan lagi dengan adanya serangan hama ini. Dengan adanya kejadian kejadian tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa hama tersebut memang masih selalu ada di lahan kawasan tersebut. Dan walaupun petani maupun instansi terkait sudah berusaha bersama sama mengatasi serangan hama ini, baik dengan pengendalian secara kulturan dan kimia, akan tetapi sepertinya tidak membuahkan hasil, sehingga kasus diatas menimbulkan banyak kerugian. Dari segi material, hasil panen berkurang jumlahnya sampai dengan gagal panen, belum lagi kerugian immaterial yang tak ternilai harganya.

Cara Mengatasi Hama Bawang Merah ini

Menyikapi serangan hama bawang merah tersebut agaknya tidak mudah untuk mengatasinya. Hal ini perlu adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dan petani. Bagi petani perhatian tidak hanya pada pengelolaan tanaman dan tanah saja, akan tetapi juga harus memperhatikan cara pengendalian serangan yang baik dan benar. Di dalam mengatasi serangan hama inul, sering kali ditemui di lapangan petani langsung menggunakan insektisida kimia.

Dalam pengendalian hama di lapangan perlu diperhatikan tiga faktor penyebab timbulnya serangan tersebut yaitu patogen, inang dan lingkungan. Apabila salah satu faktor tidak ada maka serangan hama akan sangan minim. Apabila dicermati yang menjadi faktor penyebab utama pada kasus kasus yang terjadi di berbagai lahan pertanaman baang merah tersebut diatas, kemungkinan adalah masih terdapatnya hama di lapangan, mungkin bisa dalam bentuk telur di dalam tanah, ulat, kepompong atau serangga dewasa. Sehingga apabila lingkungan mendukung dan inang ada, maka dapat dipastikan serangan hama akan terjadi lagi. Untuk pengendalian yang seharusnya dilakukan adalah menekan pertumbuhan dari hama tersebut, tidak untuk dimusnahka. Karena apabila dimusnahkan maka keseimbangan alam akan terganggu dan akan berakibat tidak baik pada lingkungan.

Yang kedua adalah inang, dalam hal ini karena di lahan penanaman selalu ada tanaman bawang merah, maka tanaman bawang merah ini harus diganti dengan tanaman lain yang bukan inang hama inul yaitu tanaman selain kentang, cabai, kacang kacangan dan tembakau. Cara ini biasa disebut dengan rotasi tanaman. Kalau perlu sebelum dilakukan rotasi tanaman ada masa di mana tanah dipusokan dahulu kira kira selama 2-3 bulan. Perlakuan ini juga dimaksudkan untuk menekan pertumbuhan hama bawang merah yang ada. Perlakuan ini maksudnya adalah apabila tanaman inangnya tidak ada, maka diharapkan hama tersebut akan mati atau berkurang populasinya, sehingga serangan yang hebat tidak akan muncul kembali.

Baca Juga : Pengendalian Hama Uret Pada Tebu

Apabila pada setiap musim tanam selalu ditemui tanaman inang yaitu tanaman bawang, tentu saja memantapkan keberadaan hama yang ada. Alternatif lain untuk mengatasi pertumbuhan hama inul tersebut adalah dengan dilakukannya penanaman tanaman bawang merah secara serentak dalam waktu yang bersamaan di semua tempat. Hal ini dimaksuddkan agar keberadaan hama tersebut hanya ada pada satu musim tanam saja, pada musim berikutnya karena tidak adanya inang diharapkan pupulasi hama akan menurun, sehingga apabila kondisi lingkungan tidak mendukung hama tersebut tidak akan menimbulkan masalah.

Faktor ketiga yang mendukung perkembangan hama adalah lingkungan. Lingkungan disini adalah kondisi lingkungan bagi pertumbuhan hama. Kalau diperhatikan kasus kasus di atas muncul pada musim hujan yang sudah mulai berkurang. Dengan demikian kondisi lingkungan yang dibutuhkan oleh hama tersebut untuk tumbuh dan berkembang adalah kondisi di mana tanah yang kurang air. Untuk itu disarankan di dalam menanam bawang merah harus juga memperhatikan musim. Apabila penanaman dilakukan di luar musim yang disenangi hama inul ini, kondisi lingkungan yang ada tentunya tidak baik (unfavorable) bagi hama, maka dimungkinkan akan menekan pertumbuhan hama dan serangan hama tidak akan terjadi, tanaman bawang merah pun dapat tumbuh dengan subur.

Related Posts

Add Comment