Hama Lalat Buah

Hama lalat buahLalat yang menyerang buah atau lalat buah merupakan hama potensial perusak utama hasil buah buahan. Kerusakan yang ditimbulkan memang hanya terbatas pada hasil buah saja. Buah yang diserang menjadi berulat, rusak dan busuk oleh kontaminasi bakteri. Sedangkan tanamannya sendiri tidak terganggu oleh keberadaannya serta akan tetap berbunga dan erbuah pada tahun tahun berikutnya. Akan tetapi buah yang dihasilkan berkualitas jelek.  Hal ini tentunya akan sangat merugikan petani buah. Untuk itu perlu adanya penanganan hama lalat buah ini sedini mungkin guna menghindari kerugian yang tidak diinginkan.

Morfologi Hama Lalat Buah

Morfologi lalat buahSecara Morfologi pada lalat buah dewasa memiliki bercak bercak atau bintik bintik hiasan berwarna hitam, putih atau kekuning kuningan pada sayapnya yang transparan. Badannya pada beberapa bagian berwarna hitam, kemerah merahan atau kekuning kuningan. Pada arus belakang badan terdapat alat peletak telur atau ovipositor yang bentuknya pipih. Dengan alat ini lalat hanya bertelur dalam buah, hal ini merupakan ciri morfologi khas dari jenis lalat buah ini. Dengan ovipositor tersebut, telur telur di telakkan dalam buah.

Siklus Hidup Lalat Buah

Siklus hidup lalat buahSecacara sederhana siklus hidup lalat buah dapat dimulai dari penaruhan telur oleh lalat buah dewasa ke dalam buah. Buah yang telah mengandung telur akan sulit dikenali karena bekas tusukannya berupa titik hitam yang amat kecil. Telur kemudian menetas menjadi ulat. Akibat aktivitas ulat tersebut dan kontaminasi bakteri yang terbawa telur, maka buah akan menjadi busuk. Buah yang busuk kemudian menjadi rontok.

Sekitar satu minggu kemudian larva akan keluar dari buah melalui lubang yang dibuat lalu masuk ke dalam tanah. Ulat atau larva ini merupakan lalat muda yang hidup di dalam tanah. Sedang induknya atau lalat dewasa hidup di udara terbuka, disekitar semak semak atau pohon buah buahan. Ulat ini kemudian berkembang menjadi Pupa lalu menjadi ulat buah dewasa dan akhirnya mengulangi siklus hidup lalat buah ini.

Jenis Hama Lalat Buah

Lalat buah termasuk ke dalam famili atau keluarga Tephrtidae dan dalam famili ini ada dua kelompok, yaitu :

  1. Kelompok ini merupakan kelompok hama lalat buah yang sesungguhnya. Larvanya memakan daging buah, namun tidak mengganggu biji di dalamnya. Kerusakan yang ditimbulkan tersebatas pada buah saja dan terjadi pada musim buah yang terbilang relatif singkat. Pohon yang diserang lalat buah tetap sehat dan dapat menghasilkan buah pada tahun berikutnya. Anggota kelompok ini memakan berbagai jenis buah. Ada empat genus di dalam famili ini dan genus yang ada di Indonesia adalah genus Dacus.
  2. Kelompok yang kedua ini merupakan jenis lalat yang larvanya menyerang bagian bagian lain dari pohon buah buahan, seperti daun, tunas pucuk, bunga dan sebagainya. Kerusakan pada bagian bagian ini akan terjadi sepanjang tahun. karena itu dapat mengakibatkan tanaman menjadi mati, khususnya tanaman muda.

Jenis buah yang diserang

Semua jenis buah tidak luput dari serangan lalat buah ini. Hanya buah buahan yang berkulit tebal dan keras seperti jeruk sitrun, alpokat dan delima tidak dapat ditembus oleh lalat buah ini. Walaupun demikian masih ada kemungkinan dapat pula terserang oleh lalat buah, yaitu melalui luka ataupun lubang yang dibuat baik oleh serangan lain ataupun karena gesekan dengan benda tajam. Kemudian melalui luka atau lubang tesebut lalat meletakkan telurnya.

Cara Pencegahan dan Pengendalian Hama Lalat Buah

Usaha pengendalian serangan hama lalat buah ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik secara biologis, kimia ataupun dengan tehnik jantan mandul dan sebagainya. Ada beberapa tindakan teknis yang sederhana yang dapat dilakukan, yang mungkin dapat membantu di dalam mencegah, minimal mengurangi serangan lalat buah, tindakan tersebut antara lain dengan :

  1. Sanitasi kebun atau pekarangan
    Bentuk sanitasi ini dapat dilakukan dengan cara, buah buahan yang gugur dikumpulkan lalu di bakar. Dengan demikian larva larva yang masih terdapat di dalam buah tidak dapat meneruskan siklus hidupnya untuk menjadi pupa di dalam tanah. Atau dengan cara lahan dibawah tajuk dicacah agak dalam, merata dan agak kering. Ini merupakan cara terbaik membebaskan lahan lahan serangga. Kepompong yang ada di dalam tanah akan terkena sinar matahari, sehingga kepompong akan terganggu hingga akhirnya mati.
  2. Pembungkusan buah
    Untuk menghindari tusukan langsung alat peletak telur, sebaiknya membungkus buah sedini mungkin. Sebagai pembungkus dapat digunakan kertas koran, kantung plastik, daun pisang ataupun karung goni.
  3. Pengasapan kebun atau pekarangan
    Ada dugaan bahwa hama lalat buah tidak menyukai asap, maka dengan pengasapan dapat merupakan salah satu alternatif dalam mencegah serangan lalat buah ini. Pengasapan ini tidak usah menggunakan bahan kimia, sebagai bahan pengasapan dapat digunakan jerami atau sekam padi.

Related Posts

Add Comment