Hama Lalat Buah : Jenis , Morfologi dan Siklus Hidup

Lalat yang menyerang buah atau lalat buah merupakan hama potensial perusak utama hasil buah buahan. Kerusakan yang ditimbulkan memang hanya terbatas pada hasil buah saja. Buah yang diserang menjadi berulat, rusak dan busuk oleh kontaminasi bakteri. Sedangkan tanamannya sendiri tidak terganggu oleh keberadaannya serta akan tetap berbunga dan erbuah pada tahun tahun berikutnya. Akan tetapi buah yang dihasilkan berkualitas jelek.  Hal ini tentunya akan sangat merugikan petani buah. Untuk itu perlu adanya penanganan hama lalat buah ini sedini mungkin guna menghindari kerugian yang tidak diinginkan.

Morfologi Lalat Buah

Secara Morfologi pada lalat buah dewasa memiliki bercak bercak atau bintik bintik hiasan berwarna hitam, putih atau kekuning kuningan pada sayapnya yang transparan. Badannya pada beberapa bagian berwarna hitam, kemerah merahan atau kekuning kuningan.

Serangga dewasa, tergolong gesit mirip lalat rumah, banyak ditemukan pada siang atau sore hari. Imago berukuran panjang sekitar 6 – 8 cm dan lebar 3 mm. Thoraks berwarna oranye, merah kecokelatan, cokelat atau hitam. Pada lalat betina, ujung abdomen lebih runcing dan terdapat alat peletak telur atau ovipositor yang kuat untuk menembus kulit buah. Sedangkan ciri morfologi pada lalat buah jantan adalah abdomen lebih bulat.

Siklus Hidup Lalat Buah

Siklus hidup hidup lalat buah di daerah tropis berlangsung sekitar 25 hari. Secara sederhana siklus hidup lalat buah dapat dimulai dari penaruhan telur oleh lalat buah dewasa ke dalam buah. Lalat betina dapat meletakkan 1 – 40 butir telur setiap buah per hari dan selama hidupnya ia dapat menghasilkan  antara 1.200 – 1.500 butir telur. Telurnya berwarna putih bening sampai krem dan berubah menjadi semakin tua semakin mendekati waktu menetas. Bentuknya bulat panjang seperti pisang dengan ujung meruncing. Ukuran panjang 1,2 mm, lebar 0,2 mm, berkelompok 2 – 15 butir di bawah kulit buah. Stadium telur ini berlangsung selama tiga hari.

Buah yang telah mengandung telur akan sulit dikenali karena bekas tusukannya berupa titik hitam yang amat kecil. Telur kemudian menetas menjadi ulat. Akibat aktivitas ulat tersebut dan kontaminasi bakteri yang terbawa telur, maka buah akan menjadi busuk. Buah yang busuk kemudian menjadi rontok. Larva hama ini terdiri dari 3 instar berbentuk belatung atau bulat panjang dengan salah satu ujungnya, yaitu kepala runcing dengan 2 bintik hitam yang jelas merupakan alat kait mulut. Larva ini memiliki 3 ruas thoraks, 8 ruas abdomen, berwarna putih kekuning kuningan dengan panjang sekitar 10 mm.

Sekitar satu minggu kemudian larva memasuki fase instar 3. Larva instar 3 ini akan keluar dari buah dimana ia mempunyai kemampuan meloncat dan melenting keluar dari dalam buah dan menjatuhkan diri ke tanah, membentuk puparium dari kulit larva, akhirnya menjadi pupa di dalam tanah. Stadium larva berlangsung selama 6 – 9 hari. Pupa atau kepompong lalat buah berwarna cokelat, berbentuk oval dengan panjang sekitar 5 mm. Fase pupa berlangsung sekitar 10 hari dan kemudian menjadi serangga dewasa yang akan mengulangi siklus hidup lalat buah ini.

Jenis Lalat Buah

Lalat buah termasuk ke dalam famili atau keluarga Tephrtidae dan dalam famili ini ada dua kelompok, yaitu :

  1. Kelompok ini merupakan kelompok hama lalat buah yang sesungguhnya. Larvanya memakan daging buah, namun tidak mengganggu biji di dalamnya. Kerusakan yang ditimbulkan tersebatas pada buah saja dan terjadi pada musim buah yang terbilang relatif singkat. Pohon yang diserang lalat buah tetap sehat dan dapat menghasilkan buah pada tahun berikutnya. Anggota kelompok ini memakan berbagai jenis buah. Ada empat genus di dalam famili ini dan genus yang ada di Indonesia adalah genus Dacus.
  2. Kelompok yang kedua ini merupakan jenis lalat yang larvanya menyerang bagian bagian lain dari pohon buah buahan, seperti daun, tunas pucuk, bunga dan sebagainya. Kerusakan pada bagian bagian ini akan terjadi sepanjang tahun. karena itu dapat mengakibatkan tanaman menjadi mati, khususnya tanaman muda.

Jenis buah yang diserang

Semua jenis buah tidak luput dari serangan lalat buah ini. Hanya buah buahan yang berkulit tebal dan keras seperti jeruk sitrun, alpokat dan delima tidak dapat ditembus oleh lalat buah ini. Walaupun demikian masih ada kemungkinan dapat pula terserang oleh lalat buah, yaitu melalui luka ataupun lubang yang dibuat baik oleh serangan lain ataupun karena gesekan dengan benda tajam. Kemudian melalui luka atau lubang tesebut lalat meletakkan telurnya.

Cara Pencegahan dan Pengendalian

Usaha pengendalian serangan hama lalat buah ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik secara biologis, kimia ataupun dengan tehnik jantan mandul dan sebagainya. Ada beberapa tindakan teknis yang sederhana yang dapat dilakukan, yang mungkin dapat membantu di dalam mencegah, minimal mengurangi serangan lalat buah, tindakan tersebut antara lain dengan :

  1. Sanitasi kebun atau pekarangan
    Bentuk sanitasi ini dapat dilakukan dengan cara, buah buahan yang gugur dikumpulkan lalu di bakar. Dengan demikian larva larva yang masih terdapat di dalam buah tidak dapat meneruskan siklus hidupnya untuk menjadi pupa di dalam tanah. Atau dengan cara lahan dibawah tajuk dicacah agak dalam, merata dan agak kering. Ini merupakan cara terbaik membebaskan lahan lahan serangga. Kepompong yang ada di dalam tanah akan terkena sinar matahari, sehingga kepompong akan terganggu hingga akhirnya mati.
  2. Pembungkusan buah
    Untuk menghindari tusukan langsung alat peletak telur, sebaiknya membungkus buah sedini mungkin. Sebagai pembungkus dapat digunakan kertas koran, kantung plastik, daun pisang ataupun karung goni.
  3. Pengasapan kebun atau pekarangan
    Ada dugaan bahwa hama lalat buah tidak menyukai asap, maka dengan pengasapan dapat merupakan salah satu alternatif dalam mencegah serangan lalat buah ini. Pengasapan ini tidak usah menggunakan bahan kimia, sebagai bahan pengasapan dapat digunakan jerami atau sekam padi.
gueadi: