Hama Tanaman Jahe dan Pengendaliannya

17 views

hama tanaman jaheDalam pembudidayaannya, hama tanaman jahe penting untuk perlu diwaspadai. Hama penting yang sering menyerang tanaman jahe, antara lain lalat rimpang, kutu perisai, kepik dan uret. Hama yang paling sering menyerang adalah lalat rimpang yang meliputi spesies Memergralla coeruleifronsEumerus figurans dan juga Lamprolonchaea sp.

Lalat rimpang M. coeruleifrons 

Hama jahe ini memiliki ciri ciri tubuhnya ramping, kaki panjang dan sayap belang hitam. Lalat jantan dan betina dapat dibedakan pada ovipositor dan posisi sayapnya. Sayap lalatp betina agak kurus dan lebih panjang, sedangkan sayap lalat jantan agak melengkung pada bagian atasnya. Panjang tubuh lalat betina 13,96 mm dengan rentang sayap 19,56 mm. Stadium imago berlangsung selama 4 – 6 hari.

Gejala serangan hama jahe ini yaitu, larva memakan seluruh bagian rimpang, kecuali kulitnya. Rimpang tampak utuh, tetapi apabila dibuka pada bagian dalamnya lapuk seperti gumpalan tanah. Serangan berat terjadi pada saat tanaman jahe berumur 5 bulan. Akibat serangan menyebabkan tanaman layu dan kering, serta rimpangnya rusak.

Lalak rimpang E. figurans 

Lalat ini memiliki ciri ciri berwarna hitam mengkilat dengan garis putih melintang pada abdomen dan memanjang di bagian toraksnya. Panjang tubuh lalat betina 8,73 mm dengan rentang sayap 15,85 mm, sedangkan panjang tubuh lalat jantan 8,80 mm dengan rentang sayap 15,65 mm. Stadium lalat berlangsung 5 – 7 hari. Lalat jantan selalu belisah, menggerak gerkan sayap dan lebih sering terbang dibandingkan dengan lalat betina. Panjang tubuh larva (belatung) 11,41 mm dengan lebar 3,19 mm. Pupa berbentuk bulat lonjong panjangnya 8,53 mm dan lebar 3,03 mm, berwarna putih kusam atau krem, mempunyai tonjolan berwarna cokelat pada thoraksnya. Stadium pupa selama 12 – 15 hari.

Gejala serangan hama tanaman jahe ini, larva memakan bagian yang lunak dari samping sehingga rimpang terlihat utuh tetapi apabila dibuka (dibelah) rimpang keropos dan kering. Serangan berat dapat menyebabkan tanaman layu dan rimpangnya busuk (keropos). Serangan hama ini terjadi sejak di lapangan (kebun) hingga ke tempat penyimpanan (gudang).

Pengendalian kedua jenis lalat ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan bibit jahe yang sehat atau bebas lalat rimpang, melakukan pergiliran (rotasi) tanaman, merendam bibit siap tanam ke dalam larutan insektisida sebelum anda menanam jahe, menjaga kebersihan (sanitasi) kebun dari gulma dan sisa sisa tanaman, mengaplikasikan Furadan 3G pada saat tanam dan menyemprotkan insektisida Curacron 500 EC atau Decis 2,5 EC atau lainnya yang dianjurkan.

Lalat rimpang Lamprolonchaea sp

Jenis lalat ini memiliki ciri ciri berwarna hitam, berukuran kecil, bertubuh agak tegak dan berabnomen melengkung. Panjang tubuh lalat betina 3,96 mm dengan rentang sayap 9,31 mm. Stadium lalat 4 – 5 hari dan dapat diperpanjang menjadi 7 – 10 hari.

Gejala serangan hama ini, pada rimpang yang terserang menjadi busuk karena bekas gerekan larva yang sering diikuti serangan bakteri. Hama ini pada umumnya menyerang rimpang jahe di gudang penyimpanan.

Pengendalian hama jahe ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan bibit jahe yang tahan hama Lamprolonchaea sp, menjaga sanitasi kebun, merendam bibit sia tanam dalam larutan insektisida, menerapkan teknik pascapanen yang baik dan benar serta menyemprotkan insektisida yang dianjurkan  seperti pada pengendalian 2 lalat rimpang yang kita bahas sebelumnya.

Hama Jahe Lainnya

Hama tanaman jahe lain berupa kepik (Epilanchna sp) yang menyerang daun.  Kutu perisai (Aspidiella hartii) yang menyerang rimpang mulai dari pertanaman dan menyebabkan penampilan rimpang kurang baik. Penggerek akar atau uret (Dichrocrosis puntiferalis). Pengendalian hama hama ini dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan kebun, aplikasi Furadan 3 G ditaburkan di sekeliling bibit jahe pada tanaman dan penyemprotan insektisida, misalnya Curacron 500 EC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *