Jahe Emprit : Ciri Ciri, Varietas dan Kandungan

jahe empritJahe emprit sering disebut juga sebagai jahe putih kecil atau jahe kuning kecil merupakan tanaman jahe yang memiliki kemiripan dengan jahe gajah baik dari segi tekstur daging maupun warna rimpangnya tetapi dari segi ukuran jauh lebih keci dibandingkan jahe gajah. Jahe emprit cocok untuk ramuan obat obatan, diektrak oleoresin dan minyak atsirinya, bahan pembuatan jamu segar ataupun kering, minuman, penyedap makanan dan rempah rempah.

Ciri Ciri Jahe Emprit

Batang jenis jahe ini bentuknya bulat dan berwarna hijau muda hampir sama dengan jahe gajah, hanya lebih ramping dan jumlah batangnya lebih banyak. Jahe emprit memiliki rimpang dengan bobot berkisar 0,5 – 0,7 kg/rumpun.

Secara umum, tanaman ini sama saja dengan jenis jahe lainnya. Rimpangnya kadang kadang ditemukan berwara putih tetapi dalam kondisi tertentu berwarna kuning. Serat pada rimpang bertekstur lembut dengan rasa yang jauh lebih pedas jika dibanding jahe gajah atau jahe badak. Kandungan gingerol, zingeron dan shogaol pada jahe emprit juga lebih tinggi dibandingkan jahe gajah. Hal ini yang menyebabkan rasa pedasnya lebih dominan.

Ciri Ciri jahe emprit ini memiliki rimpang yang terdapat di dalam tanah, bercabang cabang, tumbuhnya menatar dan dari ujungnya dapat tumbuh tunas yang muncul di atas permukaan tanah, sehingga dapat menjadi tumbuhan yang baru. Sistem perakarannya merupakan perakaran serabut. Akar akarnya berwarna putih. Ruas rimpang jahe ini berukuran kecil, agak rata dan berlapis. Batang yang tumbuh di atas tanah merupakan batang semu yang terdiri atas kumpulan pelepah daun. Saat tanaman sudah tua memiliki batang sejati yang berwarna hijau, bulat dan keras bercirikan pada saat pelepah daun pada batang dikelupas, terdapat sisa batang yang tidak dapat dikelupas lagi. Daunnya tunggal dan kedudukannya berselang seling secara teratur. Panjang daun berkisar 17,40 – 19,80 cm dan lebar daun antara 1,3 – 2 cm.

Ciri ciri jahe emprit lainnya, adalah pada saat berbunga biasanya malai bunga tersembul dari tanah, berbentuk tongkat atau bulat telur yang sempit. Bunganya merupakan bunga majemuk. Panjang malai 3,5 – 5 cm, lebar 1,5 – 1,75 cm, gagang bunga hampir tidak berbulu panjangnya 25 cm, rahis berbulu, panjang sisik pada gagang terdapat 5 – 7 buah dan berbentuk lanset. Bunga memiliki dua kelamin dengan satu benang sari dan tiga putik.

Bunga daun pelindung berbentuk bundar telur terbalik, bundar pada ujungnya, tidak berbulu, berwarna hijau cerah panjangnya 2,5 cm dan lebar 1 – 1,75 cm. Mahkota bunga berbentuk tabung dengan ukuran 2 – 2,5 cm, helaiannya agak sempit, berbentuk tajam, berwarna kuning kehijauan. Kepala sari berwarna ungu, panjangnya 9 mm dan terdapat dua tangkai putik.

Varietas

Terdapat 4 varietas unggul jahe emprit yang sudah dilepas berdasarkan keputusan mentri Pertanian RI. Keempat varietas unggul jahe emprit tersebut sebagai berikut :

Halina 1

Jahe emprit varietas Halina 1 dilepas (dirilis) berdasarkan Keputusan Mentri Pertanian RI Nomor 124/Kpts/Sr.120/2/2007. Varietas ini beraasal dari Wado, Sumedang, Jawa Barat. Habitrus tanaman menyebar. Tinggi tanaman 43,33 + 7,66 cm (sedang). Jumah batang (anakan) 10,96 + 7,36. Tipe pertumbuhan daun paling atas miring. Bentuk tanaman pipih bulat. Warna batang hijau. Warna pangkal batang merah. Varietas ini direkomendasikan untuk di tanam di daerah dengan ketinggian 350 – 800 m dpt, tipe iklim A dan B, jenis tanah latosol merah.

Halina 2

Jahe emprit varietas Halina 2 dirilis berdasarkan keputusan Mentri Pertanian RI Nomor 125/Kpts/SR.120/2/2007. Varietas ini berasal dari Majalengka, Jawa Barat. Habitus tanaman menyebar dengan tinggi tanaman sekitar 46 – 53 cm. Varietas jahe ini direkomendasikan untuk di tanam di daerah dengan ketinggian dan kondisi lingkungan sama dengan Halina 1.

Halina 3

Jahe emprit ini dilepas berdasarkan Keputusan Mentri Pertanian RI Nomor 126/Kpts/Sr.120/2/2007. Varietas ini berasal dari daerah Talegong, Garut, Jawa Barat. habitus tanaman tegak dengan tinggi sekitar 37 – 48 cm. Peneliti yang menemukan varietas jahe ini adalah Nurliani Bermawi, Nur Ajijah, Novi Wulandari, Budi Martono, Siti Fatimah Syahid dan Meynarti SD Ibrahim.

Halina 4

Varietas jahe ini dilepas berdasarkan Keputusan Mentri Pertanian RI Nomor 123/Kpts/SR.120/2/2007. Halina 4 berasal dari Sukabumi, Jawa Barat. Habitus tanaman miring dengan tinggi 42 – 52 cm. Varietas ini memiliki produktivitas yang baik karena mampu menghasilkan rimpang sebanyak 16 ton/hektar.

Kandungan Jahe

Kandungan yang terdapat pada jahe emprit, bergantung pada varietasnya karena setiap varietas memiliki kandungan yang berbeda beda. Kandungan berbagai varietas jahe emprit unggul seperti yang sudah disebutkan diatas dapat dilihat di tabel berikut ini

 

Halina 1 Halina 2 Halina 3 Halina 4
Kaar atsiri (%) 2,92  2,86  3,91 3,64
Kadar pati (%) 43,30 45,16 43,96 38,54
Kadar serat (%) 7,88  7,64 6,25 7,34
Kadar abu (%) 5,84  9,07 6,69 8,38
Kadar fenol (%) 2,65  2,36 3,04 2,06
Kadar sari dalam air (%) 22,61 22,00 24,40 22,18
Kadar sari dlm etanol (%) 9,06  5,85 9,08 11,61

Dari tabel diatas terlihat bahwa kandungan jahe emprit varietas Halina 3 memiliki kandungan minyak atsiri tertinggi. Sehingga biasanya varietas tersebut digunakan untuk industri minyak atsiri, obat bahan alam, bahan baku ekstrak dan industri minuman kesehatan.

Related Posts

Add Comment