Jahe Gajah : Morfologi, Kandungan dan Varietas

jahe gajahJahe gajah merupakah jenis jahe yang berasal dari Sumatera dan sering disebut sebagai jahe putih besar atau jahe badak (Jawa Barat), juga disebut klon ganyong atau lempung (Kuningan). Di beberapa daerah, jahe ini disebut dengan nama jahe kuning. Karena rasanya yang kurang pedas dan kandungan minyak atsirinya yang rendah, jahe gajah ini lebih sering dijadikan bumbu masak dan jarang diolah sebagai minuman penghangat badan maupun obat herbal.

Morfologi Jahe Gajah

Jenis jahe ini batangnya berbentuk bulat, berwarna hijau muda, diselubungi pelepah daun sehingga gak keras. Tinggi tanaman berkisar antara 55,88 – 88,38 cm. Daun tersusun secara berselang seling dan teratur, permukaan daun bagian atas berwarna hijau muda jika dibandingkan dengan bagian bawah. Luas daun 24,87 – 27,52 cm dengan ukuran panjang 17,42 – 21,99 cm, lebar 2,00 – 2,45 cm. lebar tajuk antara 41,05 – 53,81 cm dan jumlah daun alam satu tanaman mencapai 25 – 31 lembar. Ukuran rimpang jahe gajah lebih besar dan gemuk jika dibandingkan jenis jahe lainnya.

Berat rimpang berkisar 0,18 – 1,04 kg dengan panjang 15,83 – 32,75 cm dan tingginya sekitar 6,02 – 12,24 cm. Jika diiris, rimpang jahe gajah berwarna putih kekuningan. Ruas rimpangnya lebih mengembung dibanding 2 jenis jahe lainnya. Jenis jahe ini bisa dikonsumsi saat rimpang muda dan tua, baik sebagai jahe segar maupun olahan. Akar jahe gajah ini memiliki serat yang sedikit lembut dengan kisaran panjang akar 4,53 – 6,30 cm dan diameter mencapai kisaran 4,53 – 6,30 mm.

Biasanya jahe gajah diperdagangkan sebagai rimpang segar setelah dipanen pada umur 8 – 9 bulan. Rimpang tua ini padat berisi, berat (bobot) antara 150 – 200 gram/rumpun. Rimpang yang berkualitas ditandai, antara lan ruasnya utuh, daging rimpang berwarna cerah, bebas luka dan bersih dari batang semu, akar, serangga, tanah dan kotoran yang melekat.

Kandungan Jahe

Rimpang jahe gajah memiliki aroma yang kurang tajam dan rasanya kurang pedas. Kandungan minyak atsiri pada rimpangnya sekitar 0,82 – 1,66%. Kadar pati 55,10%, kadar serat 6,89% dan kadar abu 6,6 – 7,5%.

Varietas Unggul

Varietas unggulnya antara lain Cimanggu-1. Varietas Cimanggu-1 dilepas (dirilis) berdasarkan Keputusan Mentri Pertanian RI. Nomor 109/Kpts/TP.240/2/2001.

Deskripsi varietas cimanggu :

Asal Landras dari populasi Salatiga. Produksi rimpang 17 – 37 ton/ha. Populasi rumpun 35.000 – 45.000/ha, berat rimpang 300 – 2.000 g/rumpun, jumlah sisir 3-5, panjang rimpang 15 – 35 cm, lebar rimpang 7 – 19 cm, tebal rimpag 1,5 – 2,8 cm. Warna kulit rimpang cokelat keputihan, bentuk ruas pipih besar, panjang ruas pertama 3 – 8 cm, jumlah ruas 3 – 5/rimpang, warna daging rimpang putih kekuningan, rasa daging hangat, aroma kurang menyengat, diameter akar 0,1 – 0,28 cm, panjang akar 12 – 20 cm.

Baang semu berair (herbaceous), bentuk batang bulat, warna hijau, jumlah batang 3 – 5 rumpun, lilit batang 3 – 5 cm, tinggi batang semu 40 – 80 cm. Bunga majemuk, tangkai bunga tumbuh langsung dari rimpang terpisah antara batang dan daun, bentuk bunga spika, jumlah bunga 0 – 6 /rumpun dan aroma daun lembut. Daerah pengembangan 250 – 1.000 m dpt. Peneliti M. Hadad EA, N. Berwawie, O. Rostiana, Hobir, Taryono, S. Fatimah, Nur Ajizah dan U. Rasiman.

 

Related Posts

Add Comment