Jaringan Meristem Pada Tumbuhan

36 views

meristem

Pada awal perkembangan tumbuhan, semua sel-sel melakukan pembelahan diri. Namun, dengan adanya pertumbuhan dan perkembangan lebih lanjut, pembelahan sel menjadi terbatas di jaringan khusus dari tumbuhan. Jaringan ini tetap bersifat embrionik dan selalu membelah diri yang disebut jaringan meristem.

Pembelahan sel dapat juga terjadi pada sel yang berada diluar jaringan meristem, seperti pada jaringan korteks batang tetapi jumlah pembehalahan sel disana tidaklah banyak. Sel-sel meristem akan tumbuh dan mengalami spesialisasi secara morfo-fisiologi (mengalami diferensiasi) membentuk berbagai macam-macam jaringan dan tidak mempunyai kemampuan untuk membelah diri yang disebut jaringan dewasa.

Sifat Sel Meristem

Seperti telah dijelaskan diatas, bahwa jaringan meristem terdiri dari sekelompok sel yang tetap dalam fase pembelahan. Sel meristem mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :

  1. Terdiri dari sel-sel yang aktif membelah dan tumbuh.
  2. Biasanya tidak ditemukan adanya ruang antarsel diantara sel-sel meristem.
  3. Sel-sel meristem ada yang berbentuk bulat, lonjong atau poligonal yang memiliki dinding sel tipis.
  4. Didalam sel meristem terdapat banyak sitoplasma dan tiap selnya terdapat satu atau lebih inti sel.
  5. Vakuola sel sangat kecilĀ  dan terkadang malah tidak ada.

Pengelompokkan Jaringan Meristem

Jaringan meristem pada tumbuhan dikelompokkan berdasarkan berbagai kriteria diantaranya berdasarkan posisi dan asal-usulnya.

Berdasarkan posisinya berada, jaringan meristem dibedakan menjadi :

  1. Meristem apikal, jaringan ini terdapat di bagian ujung akar, ujung pucuk utama dan pucuk lateral.
  2. Meristem interkalar, jaringan ini terdapat di antara jaringan dewasa, contoh meristem interkalar ini ada pada pangkal ruas rumput-rumputan.
  3. Meristem lateral, jaringan ini terletak sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya, contohnya ada pada kambium dan kambium gabus (felogen).

Berdasarkan asal-usulnya, jaringan meristem tumbuhan dikelompokkan menjadi :

  1. Meristem primer, merupakan sel-sel yang berkembang langsung dari sel-sel embrionik (meristem apikal).
  2. Meristem sekunder, merupakan sel-sel yang berkembang dari jaringan dewasa yang sudah mengalami diferensiasi. Contohnya kambium dan kambium gabus (felogen).

Meristem primer berasal dari sel-sel embrionik yang disebut promeristem, yang menurut ahli biologi dar Australia, Gottlieb Haberlandt, jaringan meristem primer ini akan berkembang menjadi protoderm, prokambium dan meristem dasar. Selanjutnya prokambium akan menjadi sistem jaringan pengangkut, protoderm akan berkembang menjadi jaringan epidermis sedangkan meristem dasar akan menjadi jaringan dasar (parenkim).

Johannes von Hanstein seorang ilmuwan yang berasal dari German membagi ujung akar menjadi tiga daerah, yaitu :

  1. Dermatogen yang akan berkembang menjadiepidermis.
  2. Priblem yang akan berkembang menjadi korteks.
  3. Plerom yang akan berkembang menjadi stele.

Sementara itu, Schmidt membagi ujung batag menjadi dua bagian, yaitu korpus dan tunika. Korpus merupakan bagian pusat dari titip tumbuh. Daerah ini merupakan area yang luas dan sel-selnya relatif besar. Sel-sel daerah korpus ini akan membelah secara beraturan. Tunika merupakan bagian paling luar dari titik tumbuh, yang memiliki beberapa lapis sel yang relatif lebih kecil dari sel lainnya.

Jaringan meristem sekunder berasal dari sel-sel dewasa yang berubah keadaanya menjadi meristematik. Sel-sel meristem sekunder berbentuk pipih atau prisma yang di bagian tengahnya terdapat vakuola yang besar. Hal tersebut terjadi pada kambium dan kambium gabus. Kambium dijumpai di dalam batang dan akar dari tumbuhan golongan Dicotyledonae dan Gymnospermae serta beberapa tumbuhan dari golongan Monocotyledonae (Agave, Aloe, Jucca dan Draceana), sedangkan kambium gabus terdapat pada kulit batang yang akan berdiferensiasi menjadi jaringan gabus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *