Jenis Buaya di Indonesia dan Nama Latinnya

Paling tidak di Indonesia terdapat 4 jenis buaya, yang masuk ke dalam kelompok ini adalah semua famili Crocodylidae. Wajar saja jika keanekaragaman buaya di Indonesia cukup banyak, hal ini dikarenakan negara kita ini memiliki banyak sungai, rawa dan danau dimana ketiganya merupakan habitat dari buaya.

Kelima jenis buaya di Indonesia tersebut adalah :

Buaya Irian

Buaya Irian merupakan jenis buaya yang ditemukan menyebar di perairan air tawar pedalaman Pulau Irian Jaya (Papua). Nama latin buaya irian ialah Crocodylus novaguinea, ia memiliki bentuk tubuh mirip dengan buaya muara tetapi jenis ini ukurannya lebih kecil dan warna kulitnya lebih gelap. Panjang tubuhnya dapat mencapai 3,35 meter pada buaya jantan dan betina dapat mencapai 2,65 meter. Hewan ini memiliki sisik sisik yang lebih besar daripada jenis buaya lainnya. Sisik sisik besar di punggungnya, tersusun dalam 8 – 11 jalur dan 11 – 18 deret dari depan ke belakang tubuh.

Reptil jenis ini menghuni wilayah pedalaman Papua yang berair tawar, di sugai sungai, rawa dan danau. Buaya irian jarang dijumpai di perairan payau dan tidak pernah ditemui di tempat di mana terdapat buaya muara.

Populasi buaya irian hampir mendekati kepunahan karena banyak dieksploitasi untuk dimanfaatka kulitnya. Dengan mempertimbangkan tingginya tekanan terhadap populasinya di alam, pemerintah Indonesia telah memasukkan buaya irian (Crocodlus novaeguinae) sebagai hewan yang dilindungi oleh undang undang.

Buaya Air Tawar

Buaya air tawar memiliki nama latin Crocodylus siamensis, ia berbeda dengan buaya jenis lainnya. Panjang moncongnya satu setengah sampai 1 3/4 kali lebarnya. Umumnya memiliki 3 – 4 buah sisik dibelakang kepala. Tubuhnya kecil dan hanya dapat mencapai panjang sekitar satu meter, berwarna hijau tua kecokelatan dan anaknya berwarna lebih muda dengan bercak bercak pada punggung dan ekor. Buaya air tawar disebt juga buaya siam, disebut demikian karena buaya ini berasal dari siam, nama lama Thailand. Persebarannya di Indonesia meliputi Kalimantan Timur dan Jawa. Makanan utama dari reptil ini adalah ikan.

Buaya Muara

Buaya muara atau buaya berkatak adalah sejenis buaya yang hidup di sungai sungai dan di laut dekat muara. Nama latin buaya ini adalah Crocodylus porosus dan dikenal sebagai buaya terbesar di dunia, jauh lebih besar dari buaya nil (Crocodylus niloticus) dan aligator amerika (Alligator mississippiensis).

Jenis buaya ini dibedakan dengan buaya lain berdasarkan sisik belakang kepalanya yang kecil ataupun tidak ada. Tubuhnya berwarna abu abu atau hijau tua terutama pada buaya muara dewasa, sedangkan pada yang muda berwarna lebih kehijauan dengan bercak hitam.

Ciri khusus buaya muara lainnya ialah memiliki moncong yang cukup lebar. Panjang tubuh termask ekor bisa mencapai 12 meter seperti yang pernah ditemukan di Sanggatta, Kalimantan Timur. SElain terbesar dan terpanjang, buaya muara terkenal juga sebagai jenis buaya terganas di dunia. Buaya muara mampu melompat keluar dari air untuk menyerang mangsanya, bahkan mampu melompat serta menerkam secara vertikal, mencapai ketinggian yang sama dengan panjang tubuhnya.

Buaya jenis ini menempati habitat muara sungai dan kadang dijumpai di laut lepas, tetapi ia lebih menyukai air payau. Oleh sebab itu, orang australia menamakannya saltwater crocodile (buaya air asin).

Buaya muara memiliki wilayah persebaran terluas di dunia mulai dari perairan eluk benggala (Srilangka, Bangladesh, India) hingga perairan polinesia (Kepualauan Fiji dan Vanuatu). Habitat favorit buaya muara adalah Indonesa dan Australia.

Buaya Sepit atau Senyulong

Jenis buaya ini merupakan spesies buaya yang ukuran tubuhnya lebih kecil dan pendek dengan panjang maksimal hanya 3,5 meter. Mukanya berbentuk moncong, runcing serta sempit. Jari kakinya memiliki selaput dan sisi kakinya memiliki  tonjolan.

Nama latin buaya sepit adalah Tomistoma schlegelii. Habitat aslinya adalah di sungai sungai pedalaman Sulawesi, Sumatera mapuk Kalimantan. Habitat yang menjadi favorit jenis buaya ini adalah lubuk lubuk yang relatif dalam, rawa rawa hingga ke pedalaman.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *