Jenis Burung Kicau Prospektif Untuk Dibudidayakan

Burung kicau merupakan jenis hewan yang cukup mengasyikkan untuk dipelihara. Kicauannya yang merdu menjadikan pikiran dan perasaan yang mendengarnya menjadi tenang dan bahagia. Jadi tidak mengherankan jika semakin banyak orang yang memelihara burung kicau sebagai hewan peliharaan. Pada waktu-waktu tertentu sering diadakaan kontes burung berkicau sehingga semakin hari pemelihara burung berkicau semakin meningkat jumlahnya. Sayangnya, permintaan pasar akan burung kicau tidak seimbang dengan jumlah burung yang tersedia di alam. Jika terus mengandalkan perburuan burung berkicau yang tersedia di alam liar maka populasinya berbagai jenis burung kicau di alam akan terancam punah. Saat ini sudah banyak burung yang terancam punah diakibatkan perburuan manusia. Salah satunya adalah burung jalak bali yang saat ini telah menjadi salah satu hewan di lindungi.

Prospek Usaha Budidaya Burung Kicau

Banyaknya permintaan dan masih sedikitnya peternak jenis burung kicau tertentu membuat prospek usaha budidaya burung kicau sangatlah menjanjikan. Beternak burung berkicau merupakan peluang usaha yang cukup menjanjikan sekaligus turut serta dalam melestarikan populasi burung berkicau agar tidak menjadi burung yang langka atau bahkan punah. Kita ambil contoh beternak sekaligus melestarikan burung Jalak Bali ternyata dapat menghasilkan keuntungan hingga mencapai ratusan juta rupiah per bulannya. Bahkan peternak skala besar jenis burung ini dapat membawa pulang milyaran rupiah setiap bulannya.

Jenis Burung Kicau Prospektif

Pemelihan jenis burung yang akan anda budidayakan memiliki peran yang sangat signifikan dalam usaha budidaya anda. Jika anda memilih spesies burung yang bernilai jual tinggi tetapi sedikit peminat dan banyak pesaingnya tentu memiliki kesulitan yang sangat tinggi agar bisa sukses. Beberapa jenis burung kicau berikut ini memiliki prospek yang sangat baik untuk anda budidayakan :

1. Jalak Bali

Jalak bali merupakan salah satu jenis burung kicau termahal di seluruh dunia. Penyebabnya adalah karena populasinya yang sudah sangat sedikit sehingga menjadi salah satu hewan langka. Sesuai namanya, burung ini merupakan hewan endemik pulau bali. Akan tetapi populasinya di alam liar telah mendekati kepunahan dan hampir tidak pernah ditemukan lagi secara alami di habitat aslinya. Burung ini memiliki prospek yang baik untuk dibudidayakan, akan tetapi anda wajib memiliki ijin dari BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) sebelum memullai usaha anda. Keuntungan yang didapatkan dari budidaya burung jalak bali terbilang sangat manis, 1 ekor anakan burung ini dapat terjual seharga 10 juta rupiah per ekornya. Bayangkan saja jika sebulan anda bisa memproduksi 100 ekor anakan, dapet 1 milyar sebulannya lho.

2. Kacer

Siapa sih yang tidak kenal dengan burung kacer? Burung kicau ini begitu populer di Indonesia. Kicauannya yang merdu dan kemampuannya menirukan suara burung lain menjadikannya salah satu jenis burung kicau terfavorit. Ada 5 jenis burung kacer yang biasa diperdagangkan di Indonesia, yaitu Kacer Poci, Jawa, Madagaskar, Blorok dan Kalimantan. Jenis Kacer Poci dan Madagaskar merupakan yang paling banyak dicari dan memiliki nilai jual tinggi. Oleh karena itu jika anda ingin memilih burung kacer sebagai obyek usaha budidaya anda maka pilihlah 2 jenis tadi.

3. Anis Merah

Anis merah merupakan burung kicau yang cukup populer dan banyak penggemarnya. Dalam bahasa inggris, anis merah dikenal dengan nama orange headed thrust. Anis merah dapat ditemukan di Asia Selatan hingga di Asia Tenggara. Anis merah dapat ditemukan di India, Sri Langka dan Bangladesh. Anis merah juga dapat ditemukan di Indonesia, Brunei, Thailand, Malaysia, Singapura dan Myanmar. Habitat alami burung ini adalah disekitar hutan dan perkebunan. Populasinya saat ini semakin hari semakin menyusut karena perburuan. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika burung ini memiliki harga cukup tinggi. Harga per ekornya antara Rp. 500.000 – 1.500.000.

4. Anis Kembang

Anis kembang biasa juga disebut dengan nama anis cacing. Kepopulerannya hampir sama dengan anis merah. Kicauannya yang merdu dan nyari menjadikan jenis burung kicau ini digemari berbagai kalangan. Anie kembang termasuk dalam keluarga Turdidae. Persebarannya ada di Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia, Philipina, Laos dan Indonesia. Habitat alaminya berada di daerah hutan hujan tropis, tetapi saat ini populasinya juga sudah sangat jarang di hutan. Akibatnya, harga burung ini menjadi semakin tinggi hingga mencapai Rp 3.500.000 per ekornya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *