Jenis Cacing Tanah Potensial

11 views

jenis cacing tanah terpopulerTerdapat beberapa jenis cacing tanah potensial untuk dibudidayakan, ada yang merupakan cacing asli indonesia dan ada juga yang berasal dari luar negeri (introduksi).

Budidaya cacing tanah merupakan salah satu usaha pertenakan yang memiliki prospek sangat cerah. Hal tersebut karena kebutuhan akan cacing tanah sangat tinggi, baik itu untuk pasar dalam negeri maupun ekspor.

Beberapa jenis cacing tanah yang potensian untuk dibudidayakan tersebut diantaranya :

Cacing Lumbricus

Cacing yang memiliki nama latin Lumbricus rubellus ini merupakan cacing yang berasal dari negara eropa. Ciri-Ciri cacing tanah ini diantaranya :

  1. Panjang tubuhnya sekitar 8 – 14 cm yang terdiri atas 95 – 100 segmen.
  2. Tubuhnya berwarna cokelat cerah sampai ungu kemerahan di bagian dorsal (punggung) sedangkan bagian ventral dan ekornya berwarna krem.
  3. Tubuh cacing Lumbricus berbentuk dorsal membulat dan vertikal pipih.
  4. Bagian klitelum cacing ini terletak pada segmen ke 27 – 32.
  5. Alat kelamin betina terletak pada segmen ke 13 sedangkan alat kelamin jantannya ada di segmen ke 14 .
  6. Gerakannya lamban sehingga mudah untuk ditangkap.

Cacing Kalung

Jenis cacing tanah ini merupakan cacing asli Indonesia. Habitat aslinya ada pada kotoran kambing dan sapi. Cacing kalung biasanya digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati penyakit tipes. Ia memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Tubuhnya berukuran besar jika dibandingkan cacing lainnya. Panjang cacing kalung dewasa sekitar 14 – 20 cm sedangkan lebarnya sekitar 2,7 cm.
  2. Tubuhnya bulat dan berwarna cokelat keungu-unguan atau cokelat kelabu.
  3. Gerakannya cepat dan saat akan ditangkap akan mengeliat supaya dapat melarikan diri.

Cacing Merah

Cacing merah juga termasuk jenis cacing lokal. Ciri-ciri cacing merah adalah sebagai berikut :

  1. Tubuh berukuran kecil, panjangnya 7 – 10 cm dan berwarna cokelat kemerah-merahan (reddish brown).
  2. Gerakannya agak lamban dibandingkan dengan cacing koot.
  3. Cacing merah umumnya terdapat pada tumpukan kotoran ternak (domba, kambing, babi dan sapi), tumpukan sampah rumah tangga dan sampah pasar, di bawah batang pisang yang telah roboh dan dibawah tumpukan bahan organik lainnya.
  4. Cacing merah termasuk mudah dibudidayakan.

Cacing Koot

Cacing koot termasuk cacing lokal. Ciri-ciri cacing tanah ini adalah sebagai berikut :

  1. Ukuran tubuhnya lebih panjang dan lebih besar daripaa cacing merah tetapi lebih pendek dan lebih kecil jika dibandingkan dengan cacing kalung
  2. Tubuh cacing berwarna cokelat kekuning-kuningan (yellowish brown).
  3. Cacing ini mempunyai struktur tubuh liat sehingga sering digunakan sebagai umpan memancing ikan dan belut.
  4. Gerakannya lamban dan bila disentuh tubuhnya segera melingkar.

Cacing Sondari

Cacing sondari (Metaphire longa) juga merupakan hewan asli Indonesia. Orang barat sering menyebutnya dengan julukan the singing worm. Hal tersebut dikarenakan pada malam hari cacing sondari ini akan naik ke batang pohon dan bersuara seperti sedang bernyanyi. Ciri-ciri cacing sondari adalah sebagai berikut :

  1. Jika dibandingkan dengan jenis cacing tanah lainnya, ukuran tubuh cacing ini yang paling besar.
  2. Tubuhnya berwarna hitam dengan segmen yang terlihat jelas mirip sisik.

Diantara jenis cacing tanah di atas, cacing Lumbricus paling banyak dibudidayakan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *