Jenis Tanaman Rambat Pagar Agar Rumah Makin Asri

Bosan dengan pagar anda yang seperti itu saja? Tanaman rambat bisa menjadi solusi untuk memberikan penampilan baru bagi pagar rumah anda. Ada banyak pilihan jenis tanaman rambat pagar yang bisa kamu pilih sesuai dengan keinganmu.

Berikut ini adalah 5 jenis tanaman rambat pagar, agar rumah makin asri dilihat :

Philodendron

Jenis philodendron yang telah teridentifikasi oleh para ahli biologi jumlahnya kira kira seratus dua puluh jenis yang berasal dari Amerika selatan yang beriklim tropis. Salah satu jenis yang bisa anda pilih adalah Philodendron imbe, tanaman ini memiliki tangkai daun yang bulat, panjangnya sedang dan dari tangkai ini tumbuh daun daun yang berwarna hijau tua dan bentuknya mirip daun keladi.

Philodendron scandens dan P. oxycardium bentuk daunnya seperti daun P. imbe hanya ukurannya lebih kecil. Daun dari tanaman muda bentuknya mirip jantung, pada daun muda bagian atas warnanya hijau beludru sedangkan di bagian bawah agak kemerah merahan. Daun tua warnanya hijau tua, bentuknya hampir segitiga. Ketiga jenis philodendron ini baik untuk dipelihara di dalam pot besar atau di jalarkan pada pagar anda.

Kembang Telang

Tanaman rambat ini memiliki bunga berwarna putih atau biru dan terlihat sangat mengesankan. Seringkali ditanam orang sebagai tanaman hias yang dijalarkan untuk menutupi pagar pekarangan. Umurnya panjang, pertumbuhannya cepat dan berbunga banyak. Buahnya polong bensi biji biji yang dapat digunakan untuk memperbanyak tanaman.

Daun bunga kembang telang ada selapis dan bersusun. Bunga yang biru itu sering dijadikan sebagai pewarna makanan. Selain itu kembang telang dikenal sebagai herbal yang dapat menyegarkan mata. Caranya dengan merendam daun bunga ke dalam air sampai menjadi biru muda kemudian airnya digunakan untuk mencuci mata.

Kembang telang d india dijuluki dengan nama Aparazita yang artinya tidak dapat dikalahkan. Disana bunga tanaman ini dianggap sebagai bunga suci untuk dipersembahkan kepada dewi surga, istri Dewa Siwa.

Odontadenia

Tanaman ini mempunya bunga yang indah dan sangat cocok dipelihara di depan pekarangan rumah sebagai tanaman rambat pagar. Pekarangan dan rumah akan nampak bersemarak jika anda menanam tanaman yang memiliki bunga lebat ini. Jenis Odonadenia yang bisa tumbuh subur di Indonesia adalah Odontadenia grandiflora.

Daun daunnya yang duduknya berhadapan bagian atas berwarna hijau muda mengkilap. Dengan ranting yang berkayu lembek dan mengandung getah, ia memanjat atau menyandar pagar.  Dari ujung ujung ranting keluarlah rangkaian bunga, berbentuk terompet yang berwarna kuning muda di bagian luarnya serta kuning tua hampir jingga di bagian dalamnya. Karena bunga bunga ini jarang menjadi buah maka memperbanyak tanaman ini dapat dilakukan dengan setek atau cangkok.

Odontadenia adalah tanaman yang berumur panjang dan dapat dipelihara di tempat yang langsung disinari matahari. Tempat asal tanaman ini adalah Benua Amerika yang beriklim tropis terutama di Brazil, Guiana dan Trinidad.

Paria Kurung

Waktu saya melihatan tanaman rambat pagar ini di kota Jakarta dan sekitarnya maka saya melihatnya tumbuh panjat memanjat di sela sela tanaman lain, yang bagus dari tanaman ini adalah daunnya yang bentuknya berbagi dan halus. Buahnya bentuk tanglung bersegi tiga dan bersayap sehingga cukup menarik perhatian.

Tanaman merambat ini cocok untuk dipelihara sebagai tanaman hias yang dijalarkan di pagar. Karena paria kurung menghasilkan buah yang berbiji, bijinya dapat ditanam untuk memperoleh dan memperbanyak tanaman. Tempat tumbuhnya harus cukup terkena sinar matahari. Biasanya dengan sulur batangnya yang panjang tetapi kecil, ia memanjat ke pohon pohon lain untuk menerima cahaya matahari. Di Malaysia tanaman ini disebut Bintang beraleh atau Bubo in the grain dan seringkali dijadikan sebagai tanaman obat.

Patuk Manuk

Nama latinnya adalah Thunbergia alata yang berasal dari nama seorang ahli tanaman dan tabib di Upsala, yaitu C.P. Thunberg. Thunberg adalah murid dari Linnaeus. pada tahun 1770 ia pergi ke negeri Belanda untuk menemui Guru Besar N.L Buurman di Amsterdam yang memberi kesempatan kepadanya untuk melakukan penyelidikan tanaman di Indonesia (Jawa), dimana ia meneliti tanaman Patuk Manuk ini.

Tanaman panjat ini berbunga bagus. Warnanya kuning jingga dan hitam kemera merahan. Buahnya berbentuk kepala burung, karena itulah orang sunda memberi nama Patuk manuk pada tanaman ini. Di pulau Jawa, patuk manuk merupakan tanaman liar yang sering tumbuh di tepi tepi jalan atau di pematang sawah

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *