Jenis Tanaman TOGA dan Manfaatnya

Tanaman TogaAda banyak sekali jenis tanaman TOGA yang dapat tumbuh di Indonesia, setiap tanaman memiliki manfaatnya tersendiri. Nenek moyang kita sejak zaman dahulu kala memang telah banyak memanfaatkan tanaman obat ini, bahkan beberapa jenis tanaman diklaim lebih ampuh mengobati penyakit dibandingkan obat obatan kimia.

Upaya penanaman jenis tanaman TOGA ini memang penting karena kebutuhan bahan baku obat tradisional yang terus meningkat. Namun sayangnya kebutuhan ini masih belum bisa terpenuhi dikarenakan sebagian besar anggota masyarakat sudah tidak mengenal lagi jenis jenis tanaman TOGA dan manfaatnya sehingga sangat jarang yang menanamnya.

Sehingga pada artikel ini saya akan berusaha memberikan penjelasan tentang jenis tanaman TOGA dan manfaatnya sehingga pengetahuan mengenai tanaman obat ini tida hilang di masyarakat.

Labu merah 

Labu merah tergolong tanaman semusim yang merambat, berambut lunak. Umumnya ditanam di sawah, di pekarangan atau di tegalan. Tanaman ini memerlukan tanah gembur dan kaya dengan bahan organik. Perbanbanyakan dilakukan dengan biji dari buah yang sudah masak. Labu merah ini manfaatnya ada pada buahnya yang dapat menjadi obat pencahar dan juga mengobati cacingan.

Lada

Lada tergolong pohon, tingginya 5 sampai 15 m. Tanaman ini dapat tumbuh mulai dari dataran rendah sampai pada daerah dengan ketinggian 500 m di atas permukaan laut. Tanaman ini tumbuh subur pada tanah yang kaya bahan organik dan dengan drainase yang baik. Selain itu juga perlu curah hujan yang cukup. Lada ini manfaatnya ada pada buah yang dapat mengobati pegal linu dan sakit perut.

Poko

Poko tumbuh di daerah tropik, pada daerah dengan ketinggian 400 sampai 800 m di atas permukaan laut. Suhu antara 20 – 30C dan curah hujan 2500 mm sampai 3000 mm setiap tahun (tersebar rata sepanjang tahun). Perbanyakan dilakukan dengan stek batang, terutama batang yang tumbuh menjalar sepanjang permukaan tanah (stolon). Walau mungkin belum terlalu dikenal masyarakat luas, daun poko bermanfaat untuk mengobati sakit kulit.

Lempuyang 

Lempuyang ada beberapa jenis, misalnya lempuyang emprit (Zingiber americana), lempuyang gajah (Zingiber zerumbet) dan lempuyang wangi (Zingiber aromatcum). Budidaya lempuyang ini belum banyak dilakukan orang. Perbanyakan dapat dilakukan dengan potongan rimpang yang telah bertunas atau dengan sobekan anak rimpang. Lempuyang gajah dan lempuyang emprit bermanfaat sebagai obat sakit kuit sedangkan lempuyang wangi manfaatnya untuk mengobati sakit perut.

Jahe

Jenis tanaman Toga ini terdapat di seluruh Indonesia dan dapat tumbuh sampai pada daerah ketinggian 900 m atau lebih di atas permukaan air laut. Tanaman ini menyukai tumbuh pada tanah gembur, mengandung banyak bahan organik atau humus, umumnya ditanam pada tanah lempung berpasir. Sistem pengairan harus baik biasanya ditanam pada ketinggian 200 – 600 m diatas permukaan laut, curah hujan antara 2500 – 4000 mm setahun. Iklim yang cocok untuk jahe adalah iklim tropis sehingga tanaman ini banyak ditanam di Indonesia. Jahe ini manfaatnya sudah banyak dikenal luas oleh masyarakat diantaranya  adalah untuk obat sakit batuk dan penghangat badan.

Temulawak

Jenis tanaman TOGA ini dapat tumbuh dan ditanam pada daerah dengan ketinggian 5 sampai 1500 m diatas permukaan laut dengan curah hujan antara 1500 mm sampai 4000 mm setahun. Tanaman ini dapat ditanam pada tanah ringan yang berpasir sampai tanah berat bertekstur liat. Untuk memperoleh hasil yang bagus, perlu tanah subur dan drainase yang baik. Perbanyakan dilakukan dengan rimpang dari tanaman yang sudah berumur 9 bulan. Rimpang disimpan pada tempat sejuk dan lembab supaya tunas tunas keluar. Untuk mempercepat pertumbuhannya rimpang tersebut ditimbuni tanah dan disiram setiap hari.

Keningar

Keningar tergolong tanaman semak / perdu atau pohon kecil, tingginya bisa mencapai 5 sampai 15 m, kulitnya berbau khas, daun lonjong, daun muda berwarna merah pucat, berpenulangan 3. Tanaman ini dapat tumbuh paa ketinggian 0 sampai 2000 m di atas permukaan laut, tetapi hasil produksi yang memuaskan terdapat pada daerah ketinggian 500 m sampai 1500 m di atas permukaan laut. Tanah yang cocok ialah tanah yang subur, gembur, agak berpasir dan kaya akan bahan organik.

Pulosari

Jenis tanaman TOGA ini tergolong perdu yang merambat, tingginya bisa mencapai 5 m, tumbuh liar di hutan, dilereng gunung, di daerah tropis asia. Budidaya tanaman ini belum banyak dilakukan, perbanyakan biasa dilakukan dengan stek batang yang telah berakar. Sifat dari batang ini ialah apabila tersentuh tanah akan mengeluarkan akar dan kemudian berkembang menjadi tanaman baru.

Saga

Tanaman ini merupakan tanaman perdu merambat, melilit dan dapat tumbuh tinggi hingga mencapai ketinggian 5 m. Saga dapat tumbuh di Indonesia pada tempat dengan ketinggian 0 m sampai 1000 m diatas permukaan laut, pada berbagai macam tanah dengan curah hujan 1600 sampai 4500 mm per tahun.

Budidaya jenis tanaman TOGA ini dapat dilakukan dengan biji. Biji yang akan ditanam direndam lebih dahulu dan dipilih yang tenggelam. Penanaman langsung dikebun juga dapat dilakukan, tetapi sebaiknya pada musim hujan. Untuk memudahkan pemamenan maka tidak perlu tiang panjatan. Pemelilaharaan hanya berupa memupuk, menyiram dan memberantas penyakit yang mungkin menyerangnya.

SIrih

Sirih tergolongan herba yang aromatik, tumbuh memanjat atau menjalar. Budidaya dilakukan dengan stek dari batang yang telah berakar. Untuk pertumbuhan selanjutnya perlu panjatan hidup, misalnya pohon dadap, kapok, waru dan sebagainya. Sandaran ditanam pada jarak 1,5 m. Sirih tidak tahan terhadap tanah yang terlalu basah, tetapi untuk pertumbuhan daunnya membuthkan air yang cukup. Pemanenan dapat dilakukan setelah tanaman berumur satu tahun.

Itulah 10 jenis tanaman toga dan manfaatnya, untuk tanaman toga lainnya bisa anda baca di artikel Jenis Tanaman TOGA sebelumnya.

 

 

Related Posts

Add Comment