Jenis Tanaman TOGA

Tanaman TogaMeskipun Tanaman TOGA sangat penting artinya untuk upaya upaya kesehatan masyarakat khususnya keluarga, tetapi pengadaannya janganlah memberikan beban atau memberatkan pemiliknya. Oleh karena itu jenis jenis tanaman TOGA hendaknya memenuhi kriteria sebagai berikut :

  1. Jenis tanaman TOGA tersebut mempunyai manfaat untuk obat / bahan obat
  2. Jenis jenis tanaman itu dapat tumbuh dan hidup dengan baik di daerah pemukiman yang bersangkutan
  3. Jenis jenis tersebut di atas mudah dikembangbiakan, tidak perlu cara penanaman khusus dan tidak memerlukan pemeliharaan yang rumit sehngga  memberatkan keluarga memilikinya
  4. Jenis tanaman tersebut dapat pula dimanfaatkan untuk keperluan lain, misalnya buah buahan, sayur sayuran, bumbu masak, bunga bungaan dan sebagainya
  5. Dapat dolah menjadi obat / jamu dengan cara yang mudah / sederhana
  6. Jenis tanaman TOGA yang masih tumbuh liar dianggap perlu untuk dibudidayakan

Contoh Jenis Tanaman TOGA

Ada banyak sekali tanaman yang masuk sebagai tanaman TOGA. Paling tidak terdapat lebih dari 100 tanaman yang bisa dijadikan TOGA. Tetapi tentu saya pada artikel ini tidak dapat mencantumkan semuanya, disini saya akan mencantumkan 8 jenis, yaitu :

  1. Adas (Foeniculum vulgare mill)
    Adas berasal dari daratan eropa dan asia. Di Indonesia dapat tumbuh mulai dari 1.000 sampai 1.800 diatas permuakaan air laut. Perbanyakan dilakukan dengan memotong batang tanaman tersebut.
    Tanah yang baik untuk budidaya adas ialah tanah yang cukup banyak zat organik dan kapur. Taaman tumbuh cepat pada tanah yang lembab dan kurang baik bila tanah tergenang air atau kekeringan. Panen dilakukan bila buah sudah tua (masak), panenan dilakukan dengan memotong batang tanaman tersebut.
  2.  Asam (Tamarindus indica L.)
    Jenis tanaman TOGA ini tergolog pohon, tingginya mencapai 35 m. Tumbuhan ini tumbuh baik di daerah setengah kering pada daerah tropik. Di Indonesia banyak ditanam di dataran rendah. Perbanyakan dilakukan dengan biji, penanaman dapat langsung atau lebih dulu disemaikan pada tempat khusus kemudian setelah mencapai tinggi 75 cm dipindahkan ke tempat yang diinginkan. Lubang tanaman berukuran 60 x 60 x 60 cm, jarak tanaman 10 x 10 m, lubang diisi dengan pupuk organik. Tanaman mulai berbuah pada umur 5 sampai 6 tahun.
  3. Cengkeh (Syzgium aromaticum)
    Cengkeh dapat tmbuh di dataran rendah sampai daerah dengan ketinggian 900 m di atas permukaan laut, dengan curah hujan yang cukup. Tanah yang baik untuk cengkeh ialah tanah gembur sampai kedalaman beberapa meter, tidak berpadas dan berlapiskan tanah laut. Perbanyakan atau budidaya dilakukan dengan biji yang berasal dari pohon cengkeh yang tumbuh dan berproduksi baik serta telah berumur 15 tahun atau lebih. Biji disemaikan pada bedangan dengan jarak 30 x 20 cm dan diberi pupuk NPK + urea. Bibit dipindahkan ke kebun setelah tanaman berukuran 60 x 60 x 60 cm dengan jarak tanam 8 x 8. Tanaman ini perlu diberi peneduh. Pemupukan dilakukan setiap 2 tahun sekali.
  4. Jambu Biji (Psidium guajava L)
    Jenis tanaman TOGA ini tergolong pohon. Tanaman ini dapat tumbuh mulai dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1.000 m di atas permukaa laut. Budidaya dilakukan dengan biji, cangkok atau okulasi dan dengan tunas akar.
    Jarak tanam 6 x 6 m. Tanaman mulai berbuah pada umur 2 sampai 3 tahun, tanaman ini berbunga sepanjang tahun dan buah terbanyak pada bulan februari sampai maret. Pembuahan secara penuh setelah berumur 8 tahun.
  5. Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
    Tanaman TOGA ini dapat tumbuh baik pada ketinggian 0 m sampai dengan 1.000 m di atas permukaan laut, di daerah basah atau di daerah agak kering. Budidaya dilakukan dengan cangkok, okulasi atau dengan biji.
    Jarak tanam 6 x 6 m. Taaman mulai berbuah pada umur 3 tahun. Buah terlebat pada musim kemarau, jeruk nipis berbunga dan berbuah sepanjang tahun.
  6. Kencur (Kaempferia galanga)
    Kencur tergorongan tanaman herba yang menutupi tanah, hidup berumpun. Tanaman ini tumbuh baik di daerah tropik, mulai dari dataran rendah sampai daerah pegunungan. Umumnya ditanam di pekarangan atau tanah kering. Perbanyakan tanaman ini dilakukan dengan rimpang yaitu stok dari rimpang yang telah ditunaskan lebih dulu. Pertunasan dari rimpang dilakukan dengan cara menyimpan rimpang tersebut di tempat gelap selama satu bulan. Bibit (rimpang) yang sudah bertunas ditanam dengan jarak tanam 20 x 20 cm.
    Penanaman dapat dilakukan secara tumpangsari atau tunggal, pada umumnya satu tahun dari satu hektar tanah yang ditanami kencur dapat menghasilkan sekitar 3 sampai 8 ton kencur segar.
  7. Kumis Kucing (Orthosiphon)
    Tanaman ini tumbuh dengan baik di daerah tropis. Perkembangbiakan jenis tanaman TOGA ini dilakukan dengan stek dari batang yang tidak terlalu muda dan berukuran 15 sampai 20 cm. Stek terdiri dari beberapa ruas yang dapat mengeluarkan tunas baru. Penanaman dapat dilakukan langsung dikebun atau dibuat tunas baru. Penanaman dapat dilakukan langsung dikebun atau dibuat semaian lebih dahulu pada tempat khusus. Jarak tanam 40 x 40 cm. Pemetikan daun dilakukan apabila tanaman mulai mengeluarkan kuncup bunga yaitu sekitar 4 sampai 6 minggu dari waktu tanam. Selama menunggu pemetikan, kuncup bunga dibuang.
  8. Kunyit (Cucuma domestica)
    Kunyit tergolong tanaman herba, memiliki batang hijau kuning keunguan dan rimpang bercabang cabang. Jenis tanaman TOGA ini tumbuh baik di tanah yang kaya bahan organik dan tidak tergenang air, curah hujan antara 2000 mm sampai 4000 mm tiap tahun. Budidaya dilakukan dengan stek dari rimpang, berat rimpang (stek) antara 20 sampai 25 gram.
    Bibit diambil dari rimpang yang sudah cukup tua. Tanah yang akan ditanami dibuat cukup gembur. Bibit ditanam ke dalam lubang yang berukuran 10 cm (panjang) x 7,5 cm (lebar) dengan jarak tanam 40 cm sampai 60 cm. Pemeliaharaan tanaman berupa penyiangan, drainase dan pemupukan. Tanaman dapat dipanen setelah berumur 13 bulan.

 

Related Posts

Add Comment