Klasifikasi dan Morfologi Belalang

BelalangKlasifikasi dan Morfologi Belalang – Salah satu hama yang cukup menganggu dalam budidaya tanaman adalah belalang. Serangga ini biasanya memakan dedaunan secara bergerombol sehingga bisa membuat kerusakan yang cukup parah pada tanaman budidaya. Keberadaan belalang ini menjadi teror mengerikan pada petani, khususnya bagi para petani padi. Biasanya petani padi menyemprotkan insektisida untuk membasminya. Pada kesempatan kali ini saya belum akan membahas tentang cara membasmi hama satu ini. Tetapi kali ini saya akan membahas tentang klasifikasi dan ciri morfologi belalang untuk mengenal lebih dekat hama satu ini.

Klasifikasi Belalang

Tahukah anda, yang namanya belalang itu bukan hanya satu spesies maupun genus tapi merupakan sebuah famili, yaitu Acrididae. Menurut ahli Biologi Pratama Adi, Paling tidak diseluruh dunia ini ada lebih dari 10 ribu spesies belalang. Itupun belum semuanya ditemukan, dari tahun ke tahun masih ada saja spesies belalang baru yang ditemukan.

Dalam sistem klasifikasi, belalang dimasukkan ke dalam kelas insekta. Hal ini karena belalang memiliki ciri ciri utama kelas insekta diantaranya bagian tubuhnya terdiri dari 3 bagian yaitu kepala, thorax dan abdomen. Belalang termasuk ke dalam kelas Orthoptera yaitu sebuah ordo dimana isinya serangga serangga yang metamorfosisnya tida sempurna (paurometabolous).

Jadi, secara lengkap klasifikasi belalang adalah sebagai berikut

Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Orthoptera
Famili : Acrididae

Morfologi Belalang

Bahasan selanjutnya adalah tentang ciri morfologi belalang, tentu kita semua sudah tau ya bahwa belalang merupakan hewan yang seperti apa. Paling tidak ada 4 ciri utama dari belalang yaitu :

ovipositor pada belalang

1. Ciri morfologi belalang yang utama adalah pada serangga ini memiliki sepasang antena pada kepalanya, panjang antena ini cukup panjang tetapi lebih pendek dari ukuran tubuhnya. Dibagian paling belakang abdomennya terdapat ovipositor, ovipositor ini merupakan organ yang berguna untuk meletakkan telur.

2. Ciri kedua dari belalang merupakan ciri utama dari kelas dari insekta yaitu tubuhnya terdiri dari 3 bagian yaitu kepala, thorax dan abdomen.

3. Ciri ketiga dari serangga ini adalah memiliki 3 pasang kaki, dimana semua kakinya berada di bagian abdomen. Sepasang kaki belakangnya (femur) berukuran panjang dan kuat. Hal ini dikarenakan kakiĀ  belakang ini digunakan untuk melompat. Selain itu femur dari belalang ini juga digunakan belalang menghasilkan suara, suara belalang ini dihasilkan dari gesekkan femur dengan sayap. 2 Pasang kaki di bagian depannya berukuran kecil dan pendek, kaki depan ini digunakan belalang untuk berjalan.

4. Ciri belalang yang terakhir adalah memiliki sayap, walaupun tidak semua spesies belalang bisa terbang.

Itulah sedikit mengenai ciri morfologi dan klasifkasi pada belalang, semoga artikel ini dapat membantu anda yang sedang mencari informasi tentang serangga ini.

Related Posts

Add Comment