Klasifikasi dan Morfologi Jati Belanda

Klasifikasi dan morfologi jati belanda – Tanaman jati belanda merupakan salah satu tanaman obat unggulan yang telah diteliti dan diuji secara klinis khasiatnya. Ia diduga berasal dari Benua Amerika yang beriklim tropis. Tanaman ini kemudian dibawa oleh orang portugis ke Indonesia dan saat itu banyak ditanam di Jawa Tengah dan Timur.

Klasifikasi Jati Belanda

Menurut Shabrina Lestari, klasifikasi jati belanda dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan adalah sebagai berikut :

Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Sub Kingdom : Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliphyta (berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua, dikotil)
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Malvales
Famili : Sterculiaceae
Genus : Guazuma
Spesies : Guazuma tomentosa

Morfologi Jati Belanda

Jati belanda merupakan tanaman perdu atau semak yang tingginya sekitar 10 m, tetapi pada kondisi subur dan umumnya tua bisa mencapai setinggi 20. Spesifikasi struktur morfologi tanaman jati belanda adalah sebagai berikut :

  • Akar
    Tanaman ini berakar tunggang dengan warna putih kecokelatan.
  • Batang
    Batangnya keras, berkayu, bentuknya bulat dengan permukaan yang kasar, berwarna hijau keputih – putihan atau cokelat kehijauan, banyak alur berkayu dan bercabang banyak.
  • Daun
    Daunnya berbentuk bulat telur sampai lanset, berwarna hijau dengan pinggiran bergerigi, permukaan kasar, ujung runcing, pangkal berlekung berbentuk jantung dan permukaan bawah berambut rapat. Daun berukuran panjang sekitar 10 – 16 cm, lebar 3 – 6 cm dan pertulangan daun menyirip berseling. Panjang tangkai daun sekitar 5 – 25 mm, mempunyai daun penumpu berbentuk lanset yang panjangnya antara 3 – 6 mm. Manfaat daun jati belanda ini diantaranya adalah untuk menurunkan berat badan.
  • Bunga
    Bunganya tunggal, tumbuh di ketiak daun seperti mayang, berbentuk bulat dan berbau wangi. Panjang ganggang bunga sekitar 5 mm dan kelopak bunganya 3 – 4 mm. Tajuk bunga terbagi menjadi 2 bagian, berwarna ungu tua atau kuning tua, panjang tajuk 3 – 4 mm, bagian bawah berbentuk garis dengan panjang 2 – 2,5 mm. Tabung benang sari berbentuk mangkuk, bakal buah berambut, panjang dan diameter buah 2 – 3,5 cm.
  • Buah
    Buah jati belanda berbentuk bulat, keras, memiliki lima ruang dan permukaan tidak rata. Buah stadium muda berwarna hijau tetapi setelah buah masak akan berwarna hitam.

Syarat Tumbuh

Tanaman jati belanda tumbuh di dataran rendah sampai dengan ketinggian 800 m dpl. Jati belanda biasanya ditanam sebagai pohon peneduh, tanaman pekarangan atau tumbuh liar begitu saja. Tanaman ini membutuhkan tempat terbuka atau cukup mendapat sinar matahari.

Jati belanda mempunyai daya adaptasi yang luas terhadap berbagai jenis tanah pertanian. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemilihan tanah untuk budidaya jati belanda adalah tahahnya subur, gembur, banyak mengandung humus atau bahan organik serta aerasi dan drainasenya baik.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *