Klasifikasi dan Morfologi Kumis Kucing

Kumis kucing merupakan salah satu tanaman obat yang cukup terkenal di tanah air kita. Bagian tanaman yang sering dijadikan sebagai obat adalah bagian daunnya. Daunnya dipercaya dapat melancarkan buang air kecil, menyembuhkan batuk, encok, masuk angin dan sembelit. Oleh karena itu pengetahuan mengenai tanaman ini terutama klasifikasi dan morfologi kumis kucing menjadi sangat penting.

Daerah Asal dan Penyebaran

Tanaman kumis kucing diduga berasal dari Benua Afrika, ia kemudian menyebar ke Asia dan Australia. Saat ini kita sudah bisa menemukan tanaman ini di hampir seluruh negara Afrika, Asia, Australia dan Pasifik.

Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Indonesia yang berada di Bogor telah mengoleksi tanaman ini sejak tahun 1940. Bahkan jika kita tarik kebelakang lagi, Indonesia merupakan pengekspor kumiskucing terbesar pada tahun 1933 – 1936. Dimana ada saat ini ekspor tanaman ini mencapai sekitar 50.000 ton. Sayangnya saat ini jumlah ekspor tanaman ini telah menurun dengan hanya sekitar 10.000 ton saja per tahunnya. Negara yang menjadi tujuan ekspor kumis kucing adalah Belgia, Belanda, Jepang, Amerika, Prancis, Inggris dan Singapura.

Klasifikasi Kumis Kucing

Kumis kucing merupakan tanaman berbatang basah yang tumbuh secara tahunan. Dikutip dari USDA (united states department of agriculture), Klasifikasi tanaman kumis kucing aalah sebagai berikut :

Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Divisi : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua, dikotil)
SubKelas : Asteridae
Ordo : Lamiales
Famili : Lamiaceae
Genus : Orthosiphon

Spesies tanaman kumis kucing yang terdapat di Indonesia ada 4, yaitu Orthosiphon aristatus, O. thymiflorus, O. petiolaris dan O. tementosus. Lamiaceae adalah famili tanaman berbunga yang didalamnnya berisi 6.900 – 7.800 spesies tanaman aromatik seperti kemangi, mint, dan rosemary. Banyak anggota famili ini dibudidayakan secara luas, tidak hanya karena kualitas aromatiknya tetapi juga karena kemudahan dalam menanamnya. Semua anggota Lamiaceae dapat diperbanyak dengan stek batang.

Morfologi Kumis Kucing

Kumis kucing tergolong kedalam tanaman terma yang tumbuh tegak, tingginya dapat mencapai 2 meter. Menurut pakar Biologi Muthu Muftihah, morfologi tanaman kumis kucing adalah sebagai berikut :

  1. Akar
    Akar tanaman ini tumbuh di bagian buku-buku yang berada di bawah batang. Kumis kucing memiliki sistem perakaran tunggang yang berwarna putih kecokelatan.
  2. Batang
    Morfologi batang kumis kucing berbentuk segi empat yang memiliki sedikit alur. Ada spesies yang pada batangnya memiliki bulu pendek dan ada juga yang gundul tanpa bulu.
  3. Daun
    Bentuk daun kumis kucing tergantung dari spesiesnya. Ada yang bentuknya oval ataupun lanset, ada yang bagian ujungnya tumpul ataupun lancip. Panjang daunnya ini sekitar 1 –  9 cm dengan lebar sekitar 1,5 – 6 cm.  Terdapat urat daun yang berada di bagian pinggirnya. Pada kedua permukaannya terdapat bintik-bintik yang merupakan kelenjar yang mengeluarkan enzim. Ada spesies kumis kucing yang daunnya yang memiliki bulu tipis tetapi ada juga yang tidak.
  4. Bunga
    Tanaman ini memiliki kelopak bunga yang berkelenjar. Pada bagian urat dan pangkal bunganya terdapa sedikit bulu pendek, sedangkan di bagian atasnya gundul, Mahkota bunganya berwarna ungu atau putih yang panjangnya dapat mencapai 3 cm. Pada bagian atas mahkotanya ditutupi oleh bulu pendek yang berwarna ungu atau putih. Di bunganya ini juga terdapat tabung yang panjangnya 10 – 15 mm, bibir yang panjangnya 4,5 – 10 mm. Bentuk helai bunga tumpul yang berbentuk bundar. Ia memiliki benang sari yang panjangnya melebihi tabung bunga dan bibir bunga bagian atas.
  5. Buah
    Buah dari kumis kucing bentuknya ada yang kotak dan buah telur. Buahnya berwarna hijau pada saat muda dan akan berubah menjadi cokelat gelap saat telah masak, panjang buahnya sekitar sekitar 2 mm. Pada bagian gagang buahnya terdapat bulu pendek yang panjangnya 1 – 6 mm. Didalam buahnya terdapat biji berukuran kecil yang berwarna hitam ketika sudah masak.

Itulah sedikit tentang klasifikasi dan morfologi dari tanaman kumis kucing, semoga artikel ini membantu.