Klasifikasi Filum Nematoda dan Contohnya

Di dalam taksonomi hewan, Klasifikasi nematoda merupakan sebuah filum yang berisi kelompok cacing gilig. Daerah penyebaran cacing ini sangat luas, hidup bebas baik di sedimen perairan laut maupun perairan air tawar yang dangkal, di dalam tanah dan sebagian lagi merupakan hewan parasit pada hewan vertebrata, avertebrata dan tumbuhan.

Ciri Umum Nematoda

Tubuh cacing nematoda mempunyai bentuk silindris – simetris bilateral, tidak bersegmen dan meruncing pada kedua ujungnya, umumnya berukuran kecil (kurang dari 2,5 mm) dan kebanyakan berukuran 1 mm. Namun demikian beberapa nematoda yang hidup di dalam tanah ada yang mempunyai panjang tubuh 7 mm dan beberapa spesies yang hidup di laut, panjangnya dapat mencapai 5 cm.

Individu cacing nematoda sebagian besar bersifat diesis. Cara berkembang biak cacing ini adalah dengan kopulasi dan fertilisasi internal.

Klasifikasi Nematoda

Nematoda dapat diklasifikasikan ke dalam 2 kelas yaitu kelas Adenophorea dam Secerentea yang meliputi 185 famili dan 16.000 spesies hewan, sebagian besar diantaranya merupakan parasit.

Kelas Adenophorea

Merupakakan kelompok nematoda yang mempunyai amfid dengan berbagai bentuk yang terletak di samping bibir. Kelas ini mempunyai 87 famili dan 12 ordo. Anggota kelompok cacing ini meliputi spesies yang hidup bebas maupun sebagai parasit, tidak mempunyai fasmid dan sistem ekskretorinya tidak dilengkapi tubulus colectivus.

Ordo Dorylaimida

Kelompok ini merupakan ordo terbesar dari kelas Adenophorea dan hanya satu yang hidup sebagai parasit. Di dalam ordo ini terdapat 20 famili, satu yang paling penting adalah famili Trichodoridae. Trichodoridae merupakan cacing parasit yang penting pada akar tumbuhan dan diketahui sebagai salah satu nematoda vektor penyakit virus pada tumbuhan.

Ordo Trichocephalida

Semua nematoda yang diklasifikasikan ke dalam ordo ini adalah parasit pada vertebrata. Ordo ini terdiri dari 3 famili, 2 diantaranya adalah parasit pada mamalia termasuk manusia.

  • Famili Trichuridae
    Salah satu anggota dari famili ini adalah Trichuris (cacing cambuk) yang menjadi parasit pada mamalia. Trichuris trichiura merupakan salah satu dari sekian banyak cacing parasit pada gastrointestinal manusia.
  • Famili Trichinellidae
    Trichinella spiralis merupakan cacing parasit yang tersebar luas pada mamalia dan merupakan peyebab utama penyakit trichinosis pada manusia yang memakan daging babi yang kurang matang dimasak.

Ordo Mermitida

Stadium dewasa nematoda yang masuk ke dalam ordo ini hidup bebas, sedangkan semua stadium larvanya menjadi parasit pada hewan avertebrata, khususnya pada insekta dan dapat menyebabkan kematian hospes akibat infeksi berat dari anggota ordo ini.

Kelas Secernentea

Nematoda yang masuk klasifikasi kelas ini adalah yang mempunyai lubang amfid di sebelah lateral bibir. Hampir semua anggota dalam kelas Secernenta ini hidup terestrial, terutama parasit pada tumbuhan atau hewan, baik vertebrata maupun avertebrata. Kelas ini mempuyai 8 ordo, hampir 100 famili dan lebih dari 5.000 spesies.

Ordo Rhabditia

Anggota ordo ini mempunyai spesies yang hidup bebas (semua terestrial) dan spesies parasitik (semua akuatik). Ordo ini mempunyai 22 famili.

  • Famili Panagrolaimidae
    Contoh nematoda yang masuk ke famili ini ialah Turbatrix aceti. Cacing ini hidup di lungkungan substrat yang memiliki derajat keasaman tinggi, misalnya cuka dan makanan yang sudah basi (rasanya asam) karena bakteri.
  • Famili Rhabditidae
    Nematoda yang masuk ke dalam famili ini contohnya adalah Caenorhabditis elegans. Ia merupakan cacing berukuran kecil (kurang dari 1 mm)  dan hidup bebas. Cacing ini bersifat hemafrodit.
  • Famili Strogyloididae
    Contoh nematoda yang diklasifikasikan ke dalam famili ini ialah Strongyloides stercoralis. Ia hidup dalam tanah atau gundukan tanah. Pada kondisi lingkungan yang kurang baik, larva nematoda ini bermetamorfose menjadi larva infektif filaform dan tidak makan. Larva ini dapat melakukan penetrasi melalui kulit hospesnya (mamalia) dan masuk mngikuti aliran darah menuju jantung dan paru – paru. Stadium juvenilnya ke luar dari paru – paru melalui pembuluh kapiler menuju kerongkongan dan akhirnya menuju ke usus kecil. Di dalam usus inilah cacing akan bertelur secara partenogenesis. Embrio dan larva akan keluar lagi bersama feses hospes dan selanjutnya berkembang menjadi dewasa atau larva infektif filariform.

Ordo Ascaridida

Semua anggota dari ordo ini parasit pada hewan vertebrata. Ordo ini mempunyai 12 spesies dan 3 famili.

  • Famili Ascarididae
    Semua spesies famili ini parasit dalam usus mamalia. Contoh nematoda yang masuk ke dalam famili ini ialai Ascaris yang sangat umum terdapat sebagai parasit pada manusia.
  • Famili Anisakidae
    Semua spesies cacing ini adalah parasit obligat pada vertebrata akuatik baik yang di laut mapun perairan air tawar dan yang paling dikenal adalah parasit pada ikan, seperti ikan sardin, salmon dan makarel. Ikan ini merupakan hospes perantara (intermediate) dan hospes terakhirnya adalah mamalia dan kadang-kadang manusia. Cacing tersebut masuk melalui makanan yaitu ikan atau cumi-cumi yang terkontaminasi parasit. Parasit ini dapat menyebabkan infeksi akut dalam perut (abdomen) hospes.
  • Famili Oxyuridae
    Anggota dari famili ini merupakan parasit pada vertebrata dan avertebrata. Salah satu contoh nematoda yang masuk ke famili Oxyuridae ini ialah Enterobius vermicularis. Cacing betina yang gravid (mengandung telur) biasanya berada dalam usus besar hospes dan pada malam hari bermigrasi menuju anus, selanjutnya disinilah telur-telur diletakkan dan terjadi fertilisasi. Apabila seseorang tertidur pulas biasannya akan merasa gatal dan menggaruk dengan kuku sehingga embrio terkumpul di bawah kuku dan menetas. Manusia yang lain dapat terinfeksi cacing ini melalui pernafasan atau ingesti telur-telur yang fertil. Larva menetas dalam saluran pencernaan dan kemudian bermigrasi menuju usus besar.

Ordo Strongylida

Klasifikasi nematoda yang masuk ke dalam ordo ini dikelompokkan lagi ke dalam 14 famili, yang diantaranya adalah :

  • Famili Uncinariidae
    Contoh nematoda yang masuk ke dalam famili Uncinariidae ialah Necator americanus. Cacing ini banyak terdapat di Amerika Utara. Spesies ini juga terdapat di Asia, Afrika, Amerika Tengah dan Selatan, juga Karibia. Telur-telur fertil keluar bersama feses hospes dan jatuh ke tanah menetas menjadi larva infektif. Larva infektif ini, kemudian menginfeksi hospes berikutnya melalui penetrasi kulit dan sering kali masuk di antara jari-jari kaki. Infeksi dari cacing ini dapat menyebabkan anemia.
  • Famili Ancylostomatidae
    Contoh nematoda yang masuk ke dalam famili ini ialah Ancylostoma duodenale. Cacing tambang ini banyak terdapat di Asia, umumnya menjadi parasit pada anjing, kucing dan manusia. Cacing ini menghisap darah hospes 2 kali lebih cepat dibandingkan Necator americans.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *