Klasifikasi, Morfologi dan Pengendalian Hama Ulat Jengkal

ulat jengkalKlasifikasi, Morfologi dan Pengendalian Hama Ulat Jengkal – Hama ulat jengkal termasuk hama yang menyerang daun dari tanaman yang dibudidayakan manusia salah satunya tanaman semangka. Pengendalian hama diperlukan agar tidak menimbulkan kerugian dalam bidang pertanian.

Klasifikasi Hama Ulat Jengkal

Kingdom: Animalia
Kelas : Insecta
Ordo : Lepidoptera
Superfamily: Noctuoidea
Family: Noctuidae
Genus: Plusia
Spesies : Plusia sp

Gejala Hama Ulat Jengkal

Gejala serangan dari hama ini tampak pada daun yang berlubang dan bahkan dapat habis sama sekali. Serangan hama ulat jengkal dapat mengakibatkan tanaman tumbuh kerdil karena tidak sempurna melakukan fotosintesis. Selain itu, pada permukaan daun bagian bawah terdapat gerombolan telur hama ini.

Morfologi Hama Ulat Jengkal

Ulat jengkal  memiliki panjang tubuh mencapai lebih dari 2 cm. Tubuhnya berarna hijau dan bagian sampingnya berwarna lebih muda. Ngengat hama ini hanya dapat bertahan selama seminggu. Namun, karena kemampuan bertelurnya yang sangat tinggi maka kerugian yang ditimbulkan oleh hama ulat jengkal ini akan sangat besar. Ulat ini dapat menyerang daun muda maupun tua.

Pengendalian Hama Ulat Jengkal

Pengendalian hama ulat jengkal dapat dilakukan secara mekanik, yaitu dilakukan dengan dibunuh satu per satu ataupun dengan menggunakan insektisida baik organik maupun kimia. Pengendalian hama dengan cara mekanik kurang effisien dikarenakan membutuhkan waktu yang lama dan tenaga kerja yang lebih banyak. Oleh karena itu, tindakan pengendalian menggunakan insektisida perlu dilakukan.

Untuk insektisida kimia atau anorganik anda bisa melakukan penyemprotan meggunakan Curacron 500 EC dengan konsentrasi 1-2 ml/l. Walaupun dapat menggunakan insektisida kimia, penyemprotan menggunakan insektisida kimia ini sebaiknya dilakukan jika serangan hama telah menyebabkan  kerusakan sebesar 12,5% tanaman. Dikarenakan penggunaan insektisida akan memberikan dampat buruk terhadap kesehatan bagi yang mengkonsumsi tanaman serta memberikan efek buruk terhadap lingkungan karena dapat membunuh serangga selain hama ulat jengkal.

Selain menggunakan insektisida kimia, anda bisa menggunakan insektisida organik. Buatlah larutan yang terbuat dari komposisi cabe, tembakau dan temulawak. Pestisida organik ini cukup ampuh sebagai pencegahan dan pengendalian hama ulat jengkal sebelum mewabah secara luas. Selain itu anda bisa menggunakan bakteri salah satunya Bacillus Thuringensis, bakteri ini merupakan patogen terhadap serangga tetapi tidak berbahaya terhadap manusia. Salah satu ahli mikrobiologi dari UGM Profesor Endang Soetarto memiliki penelitian menggunakan bakteri ini.

Pencegahan secara mekanik juga dapat dilakukan untuk mencegah datangnya hama ulat jengkal, salah satunya dengan menjaga kebersihan areal penanaman yaitu dengan cara membersihkan gulma yang dapat dijadikan tempat persembunyian hama ulat jengkal ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *