Klasifikasi, Morfologi, Gejala dan Pengendalian Hama Kumbang Daun pada Semangka

Hama Kumbang daunKlasifikasi, Morfologi, Gejala dan Pengendalian Hama Kumbang Daun pada Semangka – Kumbang daun merupakan hama yang sering menyerang tanaman budidaya, khususnya semangka. Hama ini cukup cepat dalam berkembang dan jika tidak dikendalikan dapat menyebabkan gagal panen.

Klasifikasi

Kingdom: Animalia
Kelas : Insecta
Ordo : Coleoptera
Family: Chrysomelidae
Subfamily: Galerucinae
Genus: Aulacophora
Spesies : Aulacophora femoralis

Gejala Hama Kumbang Daun

Pada tanaman semangka gejala hama kumbang daun tampak pada daun yang berlubang. Bila serangannya parah, yang tertinggal hanyalah kerangka atau tulang daunnya saja sehingga tanaman tidak dapat melakukan fotosintes. Akibatnya, tanaman semangka akan tumbuh lambat dan buah yang nantinya terbentuk berukuran kecil. Jika hama kumbang daun jumlahnya mewabah bahkan dapat mengakibatkan tanaman semangka mati.

Morfologi Kumbang Daun

Gejala tersebut disebabkan oleh serangan kumbang daun spesies Aulacophora femoralis atau sering juga disebut sebagai kumbang oteng oteng. Kumbang ini memiliki ciri morfologi tubuhnya memanjang berwarna kuning jingga. Daur hidupnya antara 103-203 hari. Disamping imagonya, larva hama ini pun sangat berbahaya bagi tanaman semangka karena dapat menyerang jaringan perakaran hingga pangkal batang. Hama kumbang daun ini juga menjadi vektor atau penyebar penyakit layu bakteri.

Pengendalian Hama Kumbang Daun

Pengendalian hama kumbang daun dapat dilakukan secara fisik maupun kimia, pengendalian secara fisik dilakukan dengan cara telur, larva maupun kumbangnya dibunuh dan dimusnahkan menggunakan tangan. Sementara pengendalian secara kimia dilakukan dengan cara disemprot insektisida Decis 2,5 EC dan Dicarzol 25 Sp. Konsentrasi insektisida 1,5-3 cc/l air. Dalam satu hektarnya diperlukan 300-600 liter larutan insektisida. Penggunaan insektisida disarankan dilakukan kalau ada serangan dengan penanggulangan seminggu sekali sesuai keperluan.

Hama kumbang daun juga dapat dikendalikan dengan pestisida organik, anda bisa membuat pestisida organik dengan cara membuatnya dari temulawak, cabai dan tembakau lalu dicampur dengan air dengan komposisi 100 g temulawak, 100 g cabai dan 100 g tembakau untuk 10 liter air.

Tindakan pencegahan serangan hama kumbang daun juga perlu dilakukan. Salah satunya adalah dengan melakukan rotasi tanaman semangka dengan tanaman lain yang tidak menjadi inang hama kumbang daun ini. Tujuannya untuk memutus siklus hidup hama karena tidak ada lagi makanan bagi hama kumbang daun sehingga akan mati karena kekurangan makanan.

Itulah sedikit artikel tentang hama kumbang daun semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *