Kucing Flu : Penyebab, Ciri – Ciri dan Cara Mengatasi

Kucing flu sedikit sama seperti yang terjadi pada manusia. Flu menyebabkan hidung dan mata kucing berair serta radang tenggorokan. Seperti manusia, kucing juga akan mengalami rasa sakit di otot dan persendian. Mulut kucing juga penuh borok, air liur menetes, bersin-bersin, kehilangan suara dan demam. Walau gejala-gejalanya hampir sama, sesungguhnya kedua penyakit ini disebabkan oleh patogen yang sama sekali berbeda dan demam pada manusia tidak dapat menular ke kucing ataupun sebaliknya.

Ciri – Ciri Kucing Flu

Flu pada kucing adalah penyakit saluran pernafasan atas yang disebabkan oleh sejumlah patogen. Agen penyebab infeksi ini sering dikenal sebagai patogen kompleks infeksi pernafasan atas. Dua patogen utama yang menyebabkan penyakit ini adalah feline herpesvirus dan calicivirus.

Masa inkubasi virus (masa antara kucing terkena infeksi dan menunjukkan gejala) adalah 3 sampai 5 hari. Setelah kucing menunjukkan gejala – gejala terkena infeksi, penyakit muncul selama empat sampai tujuh hari, tetapi infeksi bakteri sekunder bisa membuat penyakit bertahan sampai berminggu – minggu.

Flu juga dapat disebabkan oleh beberapa jenis bakteri tertentu seperti bronchiseptica dan chlamydophila felis. Semua patogen ini  menimbulkan gejala-gejala yang sedikit berbeda. Feline herpesvirus menimbulkan gejala yang paling parah dan bisa menyebabkan borok pada mata.

Calcivirus ditandai dengan adanya gejala-gejala gangguan pada pernafasan atas, penumonia dan borok pada mulut dan kadang-kadang arthritis. Calcivirus bisa menyebabkan anak kucing lumpuh sementara waktu. Calcivirus menyebabkan kondisi seperti flu yang cukup ringan dan jarang menimbulkan komplikasi serius.

Bordetella bronchiseptica menyebabkan kucing batuk pada hewan yang terkena infeksi dan menyerang paru-paru. Bordetella lebih sering menyerang anjing daripada kucing tetapi diyakini bahwa kucing bisa terserang flu ini dari anjing yang terinfeksi. Namun, hal ini jarang terjadi terutama jika kucing jarang keluar rumah sehingga resiko tertular infeksi ini sangat kecil. Chlamydophila felis utamanya menimbulkan radang mata, mata merah dan berair serta diikuti dengan demam ringan.

Tentang Virus Penyebab Flu

Karena feline herpesvirus dan calicivirus beranggung jawab atas 85% sampai 90% semua kasus kucing flu, kita akan fokus pada kedua virus ini.

Feline calicicirus adalah anggota dari genus Calicivirus, ia merupakan virus capsid yang berukuran 20-30 nm. Di dalam capsid ini terdapat RNA positif tunggal yang tidak terbagi lagi. Virus dapat dibedakan dari ukuran capsidnya dengan menggunakan mikroskop elektron dan dengan antigen permukaan speisifik virus.

Feline herpesvirus termasuk ke dalam keluarga Herpesviridae. Virus ini juga dikenal dengan nama feline rhinotracheitis. Virus herpes dikenal sebagai virus yang diselubungi DNA. Virus ini mengikat fibroblast dan sel-sel epithelial dan menyatu dengan permukaan sel untuk memasuki sel. Begitu di dalam sel, virus melepaskan protein yang menginisiasi transkrip gen virus. Lalu protein pengikat DNA menstimulasi sintesis DNA dan meningkatkan produksi gen-gen virus. Begitu partikel-partikel virus yang baru berkembang biak terkumpul, mereka akan dilepaskan melalui dua rute utama, yaitu exostosis (suatu proses di mana produk-produk sekresi dilepaskan dari sel melalui gelembung-gelembung yang menuju ke permukaan sel dan kemudian menyatu dengan membran sel sehingga membuat isi vesicle keluar dari sel) dan sel lysis (sel pembunuh). Virus herpes feline sering menimbulkan infeksi laten pada sel-sel ganglion di sistem saraf.

Diagnosa

Karena partikel – partikel virus ada di lendir dan kotoran mata/hidung, partikel – partikel ini bisa dikumpulkan dan diuji dengan menggunakan ELISA atau radia-immunoassay atau dengan mengisolasi sebuah virus secara langsung. Namun, hal ini biasanya jarang dilakukan oleh para dokter hewan yang ada di Indonesia. Diagnosa Flu yang dilakukan oleh dokter hewan biasanya dilakukan dengan mengamati gejala-gejala yang ada, khususnya corneal ulceration (borok mata).

Penyebab Kucing Flu

Begitu terinfeksi, kucing menularkan virus melalui kotoran hidung dan mata sera di air liur mereka. Kucing sakit adalah sumber infeksi terbesar. Namun, beberapa kucing sehat bisa membawa virus dan menularkan virus itu walau kucing tampak tidak terinfeksi. Walau kucing yang terinfeksi mungkin tidak menunjukkan gejala-gejala klinis, kucing tersebut masih bisa menularkan virus pada kucing lainnya. Flu kucing juga bisa ditularkan dari induk kucing melalui air susunya dan ini sangat berbahaya bagi anak – anak kucing karena sistem kekebalan tubuh mereka belum siap untuk melawan infeksi.

Hal penting lainnya untuk diingat adalah bahwa partikel-partikel virus bisa bertahan sampai seminggu di lingkungannya, yang artinya bahwa kontak langsung di antara kucing-kucing tidak essensial untuk seekor kucing terkena infeksi dengan kata lain kontak tidak langsung pun dapat menjadi penyebab kucing flu. Infeksi bisa dengan mudah disebarkan melalui kontak dengan tempat buang air yang telah terinfeksi, mangkuk makanan, mainan dan bahkan pakaian manusia atau sentuhan dengan kucing yang terinfeksi.

Pencegahan Kucing Flu

Flu kucing meruakan masalah utama di rumah yang memiliki lebih dari satu kucing, di tempat pengembangbiakan atau dirumah penitipan hewan.Kucing-kucing yang berkeliaran di luar rumah lebih mudah terkena flu daripada kucing yang selalu berada di dalam rumah. Membawa seekor kucing baru ke rumah yang telah memiliki kucing-kucing lainnya selalu membawa resiko tertentu diantara mereka bahwa mungkin kucing baru tersebut memiliki infeksi. Metode perlindungan terbaik adalah vaksinasi. Pastikan kucing yang anda bawa pulang telah divaksinasi dan tidak menunjukkan gejala-gejala infeksi.

Jika anda menemukan seekor kucing menderita flu di rumah yang memiliki banyak kucing, satu-satunya cara untuk mencegah semua kucing lainnya tertular infeksi adalah dengan mengkarantina kucing yang sakit dari rumah. Pastikan kucing yang sakit memiliki mangkuk makanannya sendiri dan tempat buang air sendiri sehingga tidak melakukan kontak dengan kucing lain selama kira-kira dua minggu.

Mangkuk makanan dan tempat buang air kucing-kucing lain harus disemprot dengan desinfektan yang bisa membunuh virus tetapi aman bagi kucing. Dokter hewan akan menyarankan itu. Jika memungkinkan, hanya satu orang yang merawat kucing sakit untuk meminimalkan peluang infeksi menyebar. Gunakan kain yang telah disemprot desinfektan untuk mengelap tangan dan wajah perawat kucing saat akan meninggalkan ruangan dimana kucing sakit itu ditaruh (tinggalkan juga kain yang telah digunakan untuk mengelap tadi di ruangan yang sama).

Vaksinasi

Vaksin flu telah tersedia dipasaran. Penggunaan vaksin ini tiap tahun meningkat. Walaupun vaksin tidak memberi perlindungan 100%, jika kucing yang telah divaksin sakit, sakitnya itu biasanya lebih ringan. Vaksin yang melawan feline herpesvirus memberi perlindungan lebih daripada vaksin yang melawan calicivirus karena calicivirus bermutasi secara kontinyu. Ini artinya vaksin baru harus dipersiapkan untuk memberikan perlindungan terhadap turunan-turunan baru penyakit.

Anda harus tahu bahwa kucing anda harus diberi vaksin terbaru jika akan dititipkan di rumah penitipan kucing saat anda pergi liburan. Tidak ada tempat penitipan kucing yang punya reputasi baik yang bersedia menerima kucing yang belum divaksin dan demi kucing anda, anda tidak akan bersedia menitipkan kucing anda pada tempat penitipan yang meneripa kucing yang belum divaksin.

Cara Mengatasi Kucing Flu

Tidak ada obat anti virus khusus yang bisa digunakan untuk flu kucing, walau antibiotik yang sering diberikan bisa mencegah infeksi bakteri sekunder. Kadang-kadang perawatan pendukung di perlukan untuk kucing yang sakit. Jika kucing menderita flu yang serius, kucing mungkin memerlukan cairan yang diberikan lewat pembuluh darah untuk mencegah dehidrasi akut atau terai oksigen jika kucing memiliki masalah dengan pneumonia. Kucing yang tidak mau makan mungkin harus disuapi secara paksa. Sementara itu borok pada mata yang disebabkan oleh infeksi bakteri sekunder bisa diobati dengan antibiotik.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *