Kucing Hutan Jawa dan Perawatannya

Kucing Hutan JawaKucing Hutan Jawa – Hai, catlovers, sudah pernahkah Anda mendengar jenis kucing hutan? Kucing hutan mengacu pada jenis-jenis kucing (anggota suku Felidae) yang hidup liar di hutan. Istilah ini bersifat umum (generik), mencakup beberapa jenis kucing besar berukuran kecil, tetapi tidak mencakup kucing yang hidup di gurun atau padang rumput, serta tidak mencakup pula kucing rumah yang meliar. Nah, di Indonesia sendiri cukup banyak jenis-jenis kucing hutan.

Berikut adalah jenis-jenis kucing yang biasa disebut sebagai kucing hutan yang ditemukan di Indonesia:

macan dahan benua (Neofelis nebulosa)
macan dahan kalimantan (Neofelis diardi syn. Felis diardi)
kucing batu (Pardofelis marmorata, syn. Felis marmorata)
kucing emas asia (Catopuma temmincki)
kucing congkok (atau meong congkok, Prionailurus bengalensis syn. Felis bengalensis)

Tentang Kucing Hutan Jawa

Namun dalam artikel ini kita tidak akan membahas semua jenis kucing hutan yang ada di Indonesia, melainkan akan membahas mengenai kucing hutan Jawa. Sekilas ketika mendengar nama kucing ini, apa yang langsung Anda pikirkan? Kucing liar yang hidup di hutan di daerah Pulau Jawa? Tak salah, namun untuk habitatnya sendiri ternyata kucingĀ  satu ini tidak benar-benar hidup dan tinggal di hutan. Kucing hutan Jawa pada umumnya tinggal di daerah lahan perkebunan masyarakat. Di Indonesia, hewan ini termasuk satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang. Peraturan tersebut tertuang dalam Lampiran PP No. 7 Tahun 1999 dan ketentuan dalam undang-undang No. 5 Tahun 1990. Walau sudah ada PP begitu masih banyak catlovers yang ingin memelihara dan mengakibatkan naiknya harga kucing hutan satu ini.

Untuk ciri fisiknya sendiri, kucing ini tidak jauh berbeda dengan fisik kucing lokal atau kucing kampung. Hanya saja tubuh kucing ini lebih besar bentukannya dibanding kucing yang lain. Biasanya kucing ini memiliki bulu yang berwarna abu-abu gelap ditambah dengan corak bukat-bukat seperti macan. Seperti halnya hewan yang tinggal di alam bebas, kucing ini pun sangat pandai melompat, memanjat pohon, dan juga berenang. Sangat berbeda dengan kucing yang pada umumnya takut dan enggan menyentuh air.

Seperti yang telah dikatakan tadi, kucing yang notabene tinggal di alam bebas cenderung memiliki sifat yang liar dan ganas. Berbeda dengan kucing lokal atau kampung lainnya yang bisa dijinakkan maupun bersifat tenang. Oleh karena itu, kucing hutan Jawa dianggap berbahaya jika dijadikan peliharaan di rumah.

Perawatan Kucing Hutan Jawa

Apakah Anda tertarik untuk memeliharanya? Nah, sebelum lebih lanjut maka kita harus pula membahas bagaimana cara merawat dan memelihara si kucing yang sangat agresif ini.

Makanan

Seperti kucing pada umumnya, kucing hutan Jawa pun sangat menyukai daging. Daging yang bisa disajikan untuk makanan si kucing biasanya dapat berupa daging sapi atau ayam yang sudah dimasak.

Kandang

Pun dengan kandang, Anda harus mempersiapkan kandang yang nyaman untuk si kucing agar ia tidak merasa stress.

Kesehatan

Karena ia adalah seekor kucing hutan, kesehatannya pun terkadang rentan terkena penyakit. Oleh karena itu Anda sebagai pemilik harus rajin membawanya ke dokter hewan. Penyakit yang paling sering diindap kucing ini adalah penyakit distemper.

Memandikan

Karana kucing Hutan Jawa ini sangat suka berenang, maka ia pun harus sering-sering dimandikan. Biasanya waktu mandi si kucing cukup dengan sekali dalam seminggu menggunakan cara yang sama seperti memandikan kucing lainnya.

Memelihara kucing ini sebenarnya sama saja dengan memelihara kucing lainnya, hanya Anda harus bersiap dengan sifatnya yang lebih aktif dan agresif. Semoga artikel ini cukup membantu ya!

Related Posts

Add Comment