Manajemen Pemberian Pakan Sapi Potong

38 views

pakan sapi potongAda 3 jenis manajemen pemberian pakan potong yang pertama sapi dilepas liarkan untuk mencari makan sendiri, yang kedua kadang sapi dilepas untuk mencari makan sendiri tetapi di dalam kandang tetap diberi pakan tambahan dan yang terakhir sapi dikandang secara terus menerus dan pakan sapi potong diberikan secara intensif.

Pemberian Pakan Sapi Potong dengan di Liarkan

Untuk daerah-daerah yang padang rumputnya luas dan tanahnya belum diusahakan sebagai lahan pertanian, pemeliharaan sapi potong umumnya dilakukan secara ekstensif Pada waktu pagi, sapi dilepas ke padang rumput untuk mencari makan dan minum sendiri, sore hari digiring kembali ke tempat pengumpulannya, yang berupa kadang tanpa. Air minum diperoleh dari aliran anak sungai yang kebetulan melalui padang rumput atau dari sumur yang khusus untuk keperluan tersebut. Bahkan, ada kalanya sapi dilepas siang dan malam hari di lapangan, tanpa memberi makanan tambahan untuk sapi yang dipelihara.

Pemberian pakan sapi potong dengan cara seperti itu tentunya tidak direkomendasikan dilakukan di Pulau Jawa. Walau ada juga di Jawa yang membiarkan sapi berkeliaran di luar tetapi hasilnya biasanya tidak berakhir dengan baik karena jumlah tanaman liar di pulau jawa sudah tidak banyak, tak jarang sapi yang diliarkan justru merusak tanaman liar orang lain yang berujung keributan.

Cara pemberian pakan potong yang lain dari yang lain ada pada daerah Piyungan, Bantul Yogyakarta dimana disana puluhan sapi diliarkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dan di TPA tersebut sapi memakan sampah-sampah yang ada disana. Tentu cara pemberian yang seperti ini selain membuat sapi tidak bisa gemuk dan berisiko tinggi terkena penyakit lalu mati, juga berbahaya bagi orang yang mengkonsumsi daging sapi yang dipelihara dengan cara ini.

Menurut ahli biologi dari Jogja, Adi Nugroho, Sapi yang dipelihara secara liar di TPA Piyungan ini merupakan sumber penyakit bagi yang mengkonsumsinya. Dagingnya kemungkinan besar terkontaminasi banyak penyakit dan parasit yang dapat ditularkan ke manusia. Selain itu, di dalam dagingnya terkontaminasi logam berat yang terakumulasi dari sampah yang dimakan sapi tersebut. Logam berat ini tentu akan menjadi masalah bagi pengkonsumsi daging sapi ini.

Manajemen Pemberian Pakan Sapi Secara Semi Intensif

Pemeliharaan sapi potong di daerah-daerah pertanian menggunakan cara pemeliharaan semiintensif atau intensif. Pada pemeliharaan semiintensif, pada siang hari sapi ditambatkan di ladang atau di tegalan atau pinggir-pinggir jalan yang ada rumputnya dan menjelang senja dimasukkan ke kandang dan tempat tinggal peternak.

Pada malam hari, sapi potong diberi pakan tambahan berupa rumput atau makanan hijau lainnya. Terkadang, diberi konsentrat berupa dedak dicampur dengan sedikit garam dapur. Kandang sapi setiap hari dibersihkan, Kotoran sapi dicampur dengan sisa makanan dikumpulkan di suatu tempat untuk dijadikan pupuk kandang. Sapi harus dimandikan secara teratur.

Manajemen Pemberian Pakan Sapi Potong Secara Intensif

Adapun pada pemeliharaan secara intensif, sapi tidak dipekerjakan. Pada siang hari dibiarkan dalam kandang atau diikatkan disekitar kandang. Pakan sapi dicarikan oleh peternak, baik dengan mengarit sendiri maupun dengan cara membeli rumput, makanan hijau lain atau bisa juga pakan fermentasi.

Pemberian rumput dan sebagainya per hari untuk seekor sapi potong dewasa hendaknya sekitar 10% dari berat badan sapi dan diberikan tambahan makanan penguat atau konsentrat sebanyak 1% dari berat badan sapi setiap harinya. Setiap hari kandang sapi harus dibersihkan dari kotoran dan sisa makanan, selain itu sapi juga perlu dimandikan secara teratur.

Pada beberapa daerah telah digalakkan usaha penggemukan sapi selama 4-6 bulan. Caranya adalah dengan memberikan makanan sebanyak mungkin kepada sapi tersebut dan membiarkan sapi tinggal sepanjang hari di kandang. Karena tidak dipekerjakan dan gerakannya juga dibatasi, sapi cepat menjadi gemuk.

Pakan sapi potong yang digemukkan berupa segala macam limbah pertanian yang dapat dimakan sapi dan rumput serta hijau-hijauan lainnya yang mudah diperoleh peternak. Ada juga peternak yang sengaja menanam rumput jenis unggul, misalnya rumput gajah untuk persiapan makanan hijau dan membeli konsentrat dari toko makanan ternak.

Di daerah-daerah yang sering mengalami kesulitan pengadaan rumput segar atau makanan hijau lainnya di musim kemarau, dilakukan pengawetan hijauan makanan ternak itu sebelum musim paceklik. Caranya adalah dengan membuat pakan fermentasi yang dapat bertahan cukup lama sehingga saat musim kemarau datang, peternak tidak kebingungan dalam mencari pakan sapi potongnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *