Manfaat Binahong Untuk Kesehatan

Manfaat Binahong Untuk Kesehatan – Hampir semua bagian tanaman binahong seperti umbi, batang dan daun dapat digunakan sebagai tanaman obat atau dalam terapi herbal. Daun dan batang binahong yang dilumatkan efektif menyembuhkan memar, rematif, pegal linu, nyeri urat dan menghaluskan kulit. Rebusan rimpang binahong dapat dimanfaatkan untuk mengeringkan luka bekas operasi. Rebusan umbi binahong juga dapat digunakan untuk menyembuhkan luka, maag, tifus, memulihkan stamina, menyembuhkan luka dalam dan luar setelah operasi, radang usus dan ambeien. Selain itu, dapat pula digunakan untuk mengatasi pembengkakan dan pembekuan darah, memulihkan kondisi lemah setelah sakit, rematik, luka memar terpukul, asam urat dan mencegah strote.

Khasiat binahong, antara lain untuk percepatan penyembuhan luka dalam dan luar pascaoperasi, pembengkakan jantung, pembengkakan lever, asam urat dan sakit pinggang, tifus, radang usus, maag, ambeien, menyembuhkan pembengkakan dan pembekuan darah, memulihkan kondisi lemah setelah sakit, rematik atau luka terpukul dan terkilir, mencegah stroke, diabetes dan kesuburan kandungan.

Meskipun secara empiris beragam manfaat binahong telah diakui, tetapi belum diteliti secara ilmiah. Tanaman binahong dikenal di negara Eropa dan Amerika, para ahli disana belum tertarik untuk mengurai materi kimia di dalamnya secara serius dan mendalam. Padahal tanaman yang juga dikenal dengan sebutan Madeira Vine ini dipercaya memiliki kandungan antioksidan tinggi dan antivirus. Dalam skala penelitian lingkup terbatas, para pakar di bidangnya mengakui uji efektivitas binahong pada tikus percobaan. Hasilnya cukup menjanjikan, tikus yang disuntik ekstrak binahong memiliki tingkat daya tahan yang bagus. Indikatornya, agresivitas tikus dengan ekstrak binahong lebih baik dibandingkan dengan yang tida dan juga tidak mudah sakit.

Menurut Ahli biologi lulusan UGM, Adi Nugroho, ia mengatakan bahwa daun binahong mengandung flavonoid, alkaloid, terpenoid dan saponin. Senyawa aktif flavonoid pada binahong berperan sebagai antibiotik daengan mengganggu fungsi dari mikroorganises seperti bakteri dan virus. Flavanoid in juga memiliki aktivitas famakologi seperti anti-inflamasi, analgesik dan antioksidan. Senyawa alkaloid pada binahong memiliki manfaat untk menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dan gram negatif. Saponin berperan dalam proses pencernaan dengan cara meningkatkan permeabilitas dinding sel pada usus dan meningkatkan penyerapan zat makanan. Kadar saponin yang rendah dalam ransum akan meningkatkan traportasi nutrien antar sel. Senawa terpenoid juga berperan dalam proses pencernaan yaitu dengan merangsang sistem saraf eksresi, sehingga mengeluarkan getah lambung yang mengandung enzim amilase, lipase, tripsin dan pepsin. Proses pengolahan binahong untuk dijadikan obat biasanya berupa pembuatan jus, ekstraksi, dikonsumsi daun segar, perebusan daun dan lainnya.

Periset dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhamadiyah Yogyakarta, Dra. Salmah Orbayinah, Apt. M.kes dan Adhita Kartyanto, membuktikan manfaat binahong sebagai hepatoprotektor dan antioksidan golongan polifenol yaitu flavonoid. Periset lain dari Fakultas Farmasi Universitas Muhamadiyah Surakarta (UMS), Dr. Muhammad Da’i M.Si., Apt dan Devi Ristian Octavia meneliti kemampuan daun binahong menangkap radikal bebas. Binahong sebagai antioksidan memiliki manifestasi klinis yang luas, antara lain mengarah ke anti kanker. Selain flavonoid, daun binahong terbukti juga mengandung alkaloid, saponin, terpen dan poliferol. Riset Adi Nugroho dari Universitas Gadjah Mada mengungkapkan daun binahong mengandung senyawa aktif flavonoid,alkoloid, terpenoid dan saponin. Flavonoid berperan langsung sebagai antibiotik dengan menggangu mikroorganisme seperti bakteri dan virus.

Peneliti dari Universitas Malaysia Pahang, Sri Murni Astuti membuktikan bahwa daun binahong berpotensi mengobati diabetes melitus, hepatitis, tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi dan pembekuan darah, serta stres mental dan fisik. Daun binahong mengandung saponin yang tinggi, yaitu 28,14 mg per gram daun. G.M. Gundidza, periset Fakultas Ilmu Kesehatan, University of Witwatersrand, Johannesburg, Afrika Selatan, meriset manfaat lain daun binahong. Sebagai afrodisiak. Riset di berbagai lembaga itu memperkuat keampuhan binahong untuk mengobati berbagai penyakit.

Menurut peneliti di Departemen Sumber Daya Alam University of Queensland, Australia, Alan Fletcher, semula masyarakat memanfaatkan binahong sebagai tanaman hias. Daun tebal dan berkilau memikat hati para hobiis untuk merawat binahong. Apalagi jika bunga putih berumbai memanjang, harum pula itu muncul di ketiak daun. Kian elok sosok binahong. bunga muncul saat tanaman 2,5 – 3 tahun. Sehingga wajar selain memiliki manfaat untuk kesehatan, daun binahong juga sering dijadikan tanaman hias.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *