Manfaat Daun Jati Belanda Bagi Kesehatan

Daun jati belanda dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Hal tersebut disebabkan kandungan zat – zat yang ada di dalamnya. Secara umum, zat penting yang terkandung di dalam seluruh bagian tanaman jati belanda adalah tanin dan musilago. Selain itu terdapat pula resin, flavonoid, karotenoid, asam fenolat, zat pahit, karbohidat, kafein, terpen juga senyawa lain seperti sterol, beta-sitosterol, friedelin-3-beta-ol, friedelin-3-alfa-asetat, akoloida dan minyak lemak.

Tanin paling banyak di kandung di bagian daun dan zat ini berfungsi untuk mengurangi penyerapan makanan dengan cara mengendapkan mukosa protein yang ada dalam permukaan usus. Sementara itu, musilago juga berfungsi untuk membuat absorbsi usus terhadap zat makanan dapat dikurangi. Hal ini yang menjadi alasan banyaknya daun jati belanda dimanfaatkan sebagai obat susut perut dan pelangsing. Daun jati belanda juga mengandung triterpan atau sterol, alkaloid, saponin, cardenolin dan bufadienol, flavonoid tanin dan polofenol serta antrakinon. Daun jati belanda juga banyak dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit kolestrol dan rematik gout. Efek farmakologi daun jati belanda, selain dapat melangsingkan tubuh juga berkhasiat sebagai astringen, ekspektoran, anti diare, diaforetik, elephantiasis dan anti diare.

Pemanfaatan Daun Jati Belanda di Berbagai Negara

Di banyak negara, daun jati belanda digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati beberapa jenis penyakit. Misalnya di Brazil, teh yang terbuat dari daun jati belanda dianggap memiliki manfaat sebagai diaforetikum untuk mengeluarkan keringat, mengobati demam, batuk, bronkitis, asma, pneumonia dan liver. Di Meksiko, air rebusan dari daun yang masih segar digunakan untuk membantu proses kelahiran, mengatasi asma, diare, disentri, luka dan demam. Di peru, teh dari batang dan daun kering jati belanda digunakan untuk mengobati kelainan ginjal, liver, disentri, asma, bronkitis, kaki gajah, demam dan hepatitis. Sedangkan di Jamaika, batang dan daun jati belanda digunakan untuk obat cacing dan mengatasi disentri. Infus batang jati belanda digunakan untuk mengobati penyakit kulit, kaki gajah, bronkitis, lepra dan radang kulit.

Di Indonesia, penggunaan daun jati belanda secara empiris oleh masyarakat sering dimanfaatkan sebagai obat pelangsing tubuh, sedangkan bijinya untuk menghentikan diare dan sebagai karminatif. Penggunaan seduhan daun jati belanda secara oral dan terus – menerus selama 1 bulan dapat meningkatkan aktivitas SGPT dua kali normal dengan dosis 500 mg/kg bb, namun setelah diteruskan selama 3 bulan akan kembali normal.

Ramuan

Berikut ramuan (resep) berbahan baku daun jati belanda yang memiliki manfaat untuk mengobati beberapa penyakit berikut ini :

  1. Sakit perut dan perut kembung
    Ramuannya, siapkan serbuk daun jati belanda sebanyak 2 sendok teh, air mendidih 100 ml dan minyak adas 1 tetes. Seduh semua bahan tersebut. Minum air seduhan 2 kali sehari pada pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml diulang selama 7 hari.
  2. Pelangsing badan
    Ramuannya, siapkan serbuk daun jati belanda 20 gram, kemudian diseduh dengan 1 gelas air panas, setelah dingin kemudian disaring. Air hasil penyaringan ini kemudian dimun, sebanyak 1 gelas. Untuk hasil yang optimal, minumlah sebanyak 2 gelas sehari pada pagi dan sore. Ramuan lainnya, siapkan daun jati belanda 7 helai ditambah rimpang bengle sepotong, kemudian dicuci bersih lalu rebus dengan 1,5 gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin disaring, bagi untuk dua kali minum, pagi da sore hari. Selain itu, dapat pula membuat ramuan dari daun jati belanda yang dikeringkan, kemudian digiling menjadi serbuk. Ambil 20 gram serbuk, kemudian seduh dengan air panas, lalu disaring. Selanjutnya minum sehari dua kali.
  3. Diare, sakit perut, kolera dan sembelit
    Salah satu manfaat dari daun jati belanda adalah dapat mengobati masalah di saluran pencernaan. Caranya, siapkan daun jati belanda kering, kemudian digiling untuk dijadikan serbuk. Ambil 20 g serbuk ini, kemudian diseduh dengan air panas lalu disaring. Minumlah sebanyak dua kali sehari, jika suka bisa dicampur dengan madu dan kencur secukupnya.
  4. Peluruh kolestrol
    Ramuannya, ambil beberapa lembar daun jati belanda kering kemudian seduh dengan air panas secukupnya, seperti membuat teh. Selanjutnya disaring, tambahkan satu sendok madu atau gula batu, lalu minum ramuan tersebut.

Banyak sekali bukan manfaat daun jati belanda yang bisa anda dapatkan. Meskipun demikian, bagi anda yang bermasalah dengan ginjalnya sebaiknya menghindari mengkonsumsi tanaman ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *