Manfaat Daun Mimba Sebagai Pestisida Organik

Tanaman MimbaManfaat Daun Mimba Sebagai Pestisida Organik

Beberapa spesies tanaman dilaporkan mengandung senyawa alami yang bersifat sebagai pestisida organik, satu diantaranya adalah tanaman mimba atau Azadirachta indica. Daun mimba banyak dimanfaatkan orang untuk memberantas hama. Tanaman ini termasuk ke dalam famili Meliaceae. Asia selatan dan Asia Tenggara merupakan asal dari tanaman ini, tetapi sekarang sudah menyebar sampai ke daerah tropis dan sub tropis, afika, amerika, australia dan Indonesia.

Di Indonesia tanaman mimba banyak dijumpai di jawa timur, bali dan nusa tenggara barat, bahkan sekarang juga terdapat di daerah daerah lain. Kira kira 20 tahun lalu, tujuan utama penanaman mimba itu sebagai tanaman penghutanan dan sebagai tanaman penghasil kayu bakar, sedang tujuan lain untuk tanaman peneduh dan sebagai tanaman penghasil pestisda organik.

Klasifikasi Tanaman Mimba

Tanaman mimba di Indonesia dikenal dengan nama berbeda di sejumlah daerah seperti imba, mimba (jawa). membha, mempheuh (madura), intaran dan nimba (bali). Dalam klasifikasi botaninya termasuk ke dalam divisi Spermatophyta, sub divisi Angiospermae, Kelas Dicotyledonae, Ordo Rutales, Famili Meliaceae, Genus Azadirachta dan Spesies Azadirachta indica.

Morfologi Tanaman Mimba
Mimba ini juga dikenal dengan sebutan “indian Lilac”. Tanaman ini selalu hijau sepanjang tahun. Ketinggiannya dapat mencapai 25 meter. Sifat mimba ini toleran terhadap kekeringan, tanah bergaram, tanah dangkal dan miskin hara. Buah mimba dihasilkan sekali dalam satu tahun, tetapi dapat juga sampai dua kali. Bentuk buah oval, panjang 1,4-2,4 cm. Apabila buah sudah matang, warna daging buah kekuning kuningan dengan biji yang berwarna coklat yang melekat erat pada tempurung yang berwarna putih.

Sebuah sumber di India menyebutkan bahwa pohon mimba yang berumur 15-20 tahun dapat menghasilkan buah sebanyak 13 kg, diatas 20 tahun dapat menghasilkan buah 19 kg. Di Afrika barat rata rata buah yang dapat dihasilkan sekitar 20,5 kg/pohon. Di Indonesia tanaman ini berbuah pada bulan maret – desember, mulai produksi pada umur 4-5 tahun. Tanaman dewasa dapat menghasilkan 30-50 kg buah/pohon.

Bentuk daun mimba adalah lanset dan melengkuh mirip bulan sabit, pinnatus ganjil yang bagian tepinya bergerigi meruncing, berwarna hijau dan panjang sekitar 30 cm. Adapun bunga dari tanaman mimba berwarna putih, kecil dan berbau harum. Biji dan daun mimba menghasilkan suatu senyawa yang disebut Azadirachtin. Banyaknya zat ini dihasilkan oleh daun dan biji tergantung pada kondisi lingukangan dan genetis tanaman. Azadirachtin tertinggi yang dapat dihasilkan per 1 kg biji adalah 10 g. Azadirachtin ini adalah steroid seperti tetraortri terpenoid (limonoid). Dari tanaman mimba terkandung pula salannin, salannol, salannolacetat,3-deacetylalannin, azadirachdion, 1-4 epoxyzaradion, gedunin, nimbinen dan deacetylninmbinen.

Manfaat Tanaman Mimba

Pemanfaatan mimba selain sebagai pemberantas hama organik berfungsi juga sebagai pupuk daun organik. Dr. Didik Sudarmaji dari Puslitbun Bogor, dalam penelitiannya mendapatkan bahwa ulat kilan, ulan kantong dan kutu loncat mati setelah makan makanan yang telah dicampuri seduhan mimba. Dr. Intan Ahmad menyebutkan bahwa mimba dapat berfungsi sebagai bakterisida (anti bakteri), virusida (anti virus), fungisida (anti jamur) dan nematisida (antinematoda). Azadirachtin yang ada pada biji dan daun nimba dapat bersifat antifeedant (zat penolak makanan), zat yang berdaya repellensi (repellent), serta dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan serta fisiologis serangga.

Respon serangga yang terkena pestisida organik ini bermacam macam ada yang langsung melarikan diri begitu mencium bau daun mimba. Pada serangga jenis ini, Daun Mimba bersifat sebagai antifeedant (zat penolak makanan). Ada lagi serangga yang begitu tersentuh air seduhan daun mimba langsung mengeluarkan cairan tubuh melalui mulut dan anus yang kemudian mati. Respon yang lain yaitu menjadi cacat tubuh akibat terganggu proses ganti kulit, setelah memakan bahan yang mengandung pestisida alami ini.

Adalagi hasil penelitian dari pakar padi Filipina, bahwa ekstrak daun mimba yang disemprotkan ke sekelompok hama wereng akan mengakibatkan wereng itu menghasilkan keturunan dalam jumlah yang sedikit. Berkat  “program KB’ paksaan ini populasi wereng dapat ditekan serendah mungkin.

Sayangnya, seperti produk produk pestisida organik lainnya, ekstrak daun mimba tidak tahan lama. Faktor lingkungan seperti temperatur, sinar ultraviolet, curah hujan dan faktor faktor lain sangat mempengaruhi daya kerja pestisda organik ini. Akan tetapi ekstrak daun mimba memiliki kelebihan yang tidak dimiliki pestisida kimia yaitu tidak berbahaya bagi musuh musuh alami hama dan organisme organisme berguna lainnya.

Itulah sedikit artikel tentang Manfaat Daun Mimba Sebagai Pestisda Organik semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *