Masa Panen Jahe dan Hasil per Hektarnya

36 views

panen jaheMasa panen jahe ditentukan dan disesuaikan dengan tujuan panen. Panen jahe dilakukan pada keadaan cuaca cerah. Cara panen dengan membongkar seluruh rimpang menggunakan garpu atau cangkul, kemudian tanah yang menempel dibersihkan.

Masa Panen Jahe

Seperti yang sudah saya sebut diatas menentukan masa panen jahe tergantung dengan tujuan panen. Jahe untuk pembuatan manisan atau asinan, dipanen pada saat rimpang masih muda yaitu umur 3,5 – 4 bulan. Sedangkan untuk bahan baku pembuatan minyak jahe dan lain lain yang dipanen rimpang tua pada umur 6 – 10 bulan. Sementara itu, jika peruntukan jahe yang ditanam akan digunakan sebagai bibit maka masa panen jahe ada pada 10 – 12 bulan.

Panen rimpang muda ditandai dengan rimpang berukuran besar dan gemuk, tampilan rumpun berwarna hijau segar dan beranak banyak dan bila rimpang dipotong atau dibelah belum berserat. Panen rimpang tua ditandai dengan tampilan tanaman layu atau matinya batang semu, daun daunnya sudah menguning sebagai pertanda berhentinya pertumbuhan vegetatif, rimpang berukuran maksimal dan beranak banyak.

Hasil Panen Jahe per Hektar

Hasil panen jahe per hektar ditentukan oleh tiga hal yaitu varietas, cara budidaya dan masa panen jahe. Biasanya panen rimpang muda dapat dihasilkan 20 – 30 ton rimpang segar per hektar, sementara panen rimpang tua dapat mencapai 30 ton rimpang segar per hektar, tergantung varietasnya. JPB varietas Cimanggu 1 menghasilkan rata rata 27 ton rimpang segar per hektar. JPK varietas Halina 3 dengan menggunakan teknik budidaya jahe yang direkomendasikan menghasilkan rata rata 20 ton rimpang segar per hektar dengan kadar minyak atsiri 1,7  – 3,8% dan kadar oleoresin 2,39 – 8,87%.

Smentara itu, jahe merah varietas Jahira 1 atau Jahira 2 menghasilkan rimpang segar sekitar 22 ton per hektar dengan kadar minyak atsiri 3,2 – 3,6% dan kadar oleoresin 5,86 – 6,36%. Mutu rimpang dari JPB varietas unggul Cimanggu 1, JPK varietas Halina 3 dan jahe merah varietas jahira 1 dan 2 telah memenuhi standar Materia Medika Indonesia (MMI).

Standar Mutu Jahe

Berdasarkan standar perdagangan, mutu rimpang segar jahe dapat dibagi menjadi tiga kategori, secara terinci mutu rimpang jahe segar terdiri atas :

  1. Mutu 1 : bobot 250 g/rimpang, kulit tidak terkelupas, tidak mengandung benda asing dan kapang.
  2. Mutu 2 : bobot 150 – 249 g/rimpang, kulit tidak terkelupas, tidak mengandung benda asing dan kapang.
  3. Mutu 3 : Bobot sesuai hasil analisis, kulit yang terkelupas maksimum 10%, benda asing maksimum 3% dan kapang maksimum 10%.

Jika tidak masuk ke dalam 3 standar mutu diatas maka jahe tersebut merupakan jahe yang tidak layak untuk dijual ke konsumen pasaran dan biasanya menjadi barang sortiran dan dibuang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *