Masa Panen Pepaya dan Penangananannya

Masa panen merupakan hal yang paling ditunggu para petani pepaya. Setelah perencanaan, pengelolaan tanah, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama dan panen, tahap selanjutnya adalah pemanenan hasil. Dalam memanen pepaya, hal yang perlu diperhatikan adalah masalah hasil produksi, apakan akan memanen setiap hari, dua hari sekali atau seminggu sekali. Hal ini dilakukan dengan perencanaan penanaman yang matang.

Masa Panen Pepaya

Pohon pepaya dapat dipanen setelah berumur 9 – 12 bulan. Pamenanenan yang baik adalah dengan cara memetik buah pepaya beserta tangkainya. Tujuannya adalah buah pepaya dapat disimpan lebih lama. Buah pepaya dipetik pada waktu buah itu memberikan tanda-tanda kematangan, yaitu warna kulit buah mulai menguning. Hindari memetik buah pepaya pada waktu buah belum terlalu matang sebab nilai jualnya akan rendah.

Waktu panen pepaya sebaiknya dilakukan pada pagi hari karena bobot buah pada saat pagi hari dalam keadaan optimal, akibat penimbunan zat makanan di malam hari dan pepaya belum terkena sinar matahari, sehingga buah pepaya yang dipanen belum mengalami penguapan.

Panen buah pepaya dilakukan dengan berbagai macam cara. Pada umumnya panen atau pemetikan dilakukan dengan menggunakan songgo, yaitu alat terbuat dari bambu yang pada ujungnya berbentuk setengah kerucut, berguna untuk menjaga agar buah yang dipanen tidak jatuh pada saat dipetik.

Buah pepaya yang rusak akibat hama atau penyakit tetap harus dipanen agar tidak menjadi sumber penyakit bagi tanaman dan buah pepaya yang sehat. Pisahkan buah pepaya yang rusak dan buah pepaya yang sehat, karena hama dan penyakitnya dapat menulari buah yang sehat sehingga cepat rusak.

Periode Panen

Pohon pepaya dapat dipanen secara terus-menerus. Panen dilakukan setiap 10 hari sekali. Pohon pepaya yang buahnya sudah berwarna merah berarti sudah dapat dipanen. Tetapi ada juga petani yang sengaja memanen buah pepaya waktu masih muda. Hal itu dilakukannya agar buah awet dan dapat dikirim ke tempat yang jauh, misalnya petani pepaya medan yang ingin mengirimkan hasil panennya ke jakarta. Kriteria buahnya adalah ukuran pepaya sudah besar, tetapi masih berwarna hijau penuh.

Tiap pohon pepaya dapat menghasilkan 30 sampai 150 buah di dalam 1 tahun. Setelah panen pertama, pohon pepaya akan terus menerus berbuah sampai empat tahun. Setelah itu, produksi akan menurun dan akhirnya pohon akan mati, atau tidak produktif lagi. Oleh karena itu, pohon pepaya sebaiknya dibongkar setelah berumur 4 tahun.

Penanganan Panen

Potensi dan peluang besar budidaya pepaya di Indonesia cukup tinggi. Buah ini dapat dijadikan komoditas unggulan hortikultura. Untuk mewujudkannya, pemeliharaan dilakukan dengan penggunaan teknologi yang tepat.

Dalam menjamin mutu pepaya, termasuk di dalamnya mempermudah upaya pengawasan, disarankan agar pepaya yang dipasarkan adalah pepaya segar yang berasal dari mutu yang baik, seragam dalam warna kulit dan ukuran, kadar kotoran serta sesuai dengan keinginan konsumen.

Pepaya segar adalah buah pepaya yang dipetik pada tingkat ketuaan optimal dan belum diproses. Adapun ketuaan optimal adalah keadaan buah pada stadium yang telah matang fisiologis tepat untuk dipanen.

Buah epaya dikatakan normal jika buah tersebut sesuai dengan bentuk dari varietas yang bersangkutan. Setelah dipanen, buah diletakkan di suatu tempat yang cukup dekat dari lokasi dan diberi alas plastik atau koran sehingga buah terhindar dari kerusakan.