Media Tanam Hidroponik yang Populer di Indonesia

media tanam hidroponikSemenjak diperkenalkan sebagai cara baru menanam tumbuhan, hidroponik semakin banyak diminati oleh berbagai kalangan. Hidroponik ini menjadi pilihan tepat bagi anda yang tidak ingin bercocok tanam dengan media tanam tanah. Benar sekali, hidroponik merupakan cara bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, media tanam yang digunakan memanfaatkan komponen lain.

Hidroponik menjadi alternatif bahwa bertanam tidak harus selalu punya sebidang tanah. Dalam pilihannya, media tanam tanpa tanah ini ada banyak macamnya. Berikut adalah media hidroponik yang populer di Indonesia. Pastinya, cocok sebagai bahan rekomendasi nantinya.

Macam Macam Media Tanam Hidroponik Terpopuler

Terdapat puluhan media tanam hidroponik sebagai gantinya tanah bagi untuk ditempati tumbuhan,Dari semuanya ada lima media hidroponik yang difavoritkan. Apa saja ya? Berikut beberapa media tanam hidroponik yang terpopuler di Indonesiaberikut ini:

  • Media Sekam Bakar
    Sekam atau kulit padi yang dibakar sampai gosong sangat bagus digunakan. Sifat padi yang poros mempengaruhi adanya akar tanaman supaya tumbuh secara leluasa. Selain itu, media ini jauh lebih bebas dari serangan penyakit atau hama karena sudah melalui sterilisasi lewat pembakaran.
  • Media Sabut Kelapa (Cocopeat)
    Media hidroponik sabut kelapa mampu menyerap air dalam jumlah banyak. Artinya mempunyai penampungan air yang tinggi. Di dalam sabut tersebut mengandung senyawa yang bagus untuk tanaman, seperti natrim, magnesium, fosfor dan lainnya.
  • Media Rockwoll
    Rockwoll merupakan sekumpulan serat yang dipadatkan seperti busa. Terbuat dari lelehan bati gunun api seperti batu basalt. Cocok untuk menanam sayuran dan buah dengan masa panen yang cepat.
  • Media Spon
    Ketika diberi air, spon akan terasa berat dan menjadi media tanam yang bagus. Meskipun lembut, spon ini mempunyai struktur yang kuat sehingga tak mudah rapuh ataupun rusak.
  • Media Kerikil
    Kerikil yang dipakai berupa bebatuan kecil sintesis. Bisa juga kerikil yang biasanya ditemukan di sekitar. Meskipun berupa batu-batu kecil, kerikil merupakan media hidroponik yang dapat menghantarkan unsur hara dan udara agar pertumbuhan agar tidak tersendat.

Nah, dari media pilihan tersebut manakah yang paling menarik untuk Anda? Pastikan pengganti tanah tersebut, juga cocok untuk tanaman yang akan ditanam ya!

Keuntungan Hidroponik

Jika dibandingkan dengan media konvensial, hidroponik rupanya banyak disukai. Kira-kira kenapa? Apa sajakah keuntungan yang diperoleh dengan memakai media hidroponik? Simak berikut:

  • Solusi terbaik dalam menggunakan media ketika bercocok tanam, terutama saat ada keterbatasan lahan.
  • Proses pengerjaan dengan media hidroponik lebih mudah. Hemat waktu, tempat dan pastinya biaya.
  • Saat tanaman diserang oleh hama penyakit, bisa dengan mudah ditangani.
  • Mode perawatan tanaman sangat praktis.
  • Durasi masa panen lebih cepat sebab bisa pengelolaan lebih intensif.
  • Budidaya tanaman hidroponik sangat ramah lingkungan dan pastinya lebih aman dikonsumsi.
  • Memungkinkan untuk dibudidayakan di berbagai tempat, terutama saat di lahan bersangkutan kurang subur.
  • Tanaman hidroponik bisa ditempatkan di indoor maupun outdoor.

Lantaran memiliki nilai lebih, media hidroponik patut dipertimbangkan. Bahkan cocok jadi rekomendasi utama. Seperti keunggulan di atas, kira-kira apa saja yang bisa dibudidayakan atau sekedar ditanam dengan cara hidroponik? Beberapa contoh bunga, buah dan sayur yang bisa diaplikasikan dalam mode tanam tanpa air seperti melon, selada, paprika, tomat, anggrek, mentimun, terong, seledri, anggur, semangka, stawberry, blueberry dan lainnya.

Manakah contoh tanaman yang akan Anda budidayakan? Pastikan dapat disesuaikan dengan media tanam hidroponik yang tepat agar pertumbuhan tanaman berjalan lancar. Baik itu buah, sayur maupun tanaman bunga perlu diperhatikan jenis hidroponik yang akan digunakan. Tidak bisa sembarangan ya!