Membasmi Hama Ulat Grayak Pada Tanaman Cabai

Hama ini disebut sebagai ulat grayak sebab selalu beramai ramai jika menyerbu tanaman, menjarah bareng layaknya perampok (jawa : grayak). Serangannya terjadi pada malam hari sehingga pagi harinya tanaman cabai sudah rusak, sedangkan perampoknya sudah pergi tanpa jejak. Menyelinap bersembunyi didalam tanah. serangga ini termasuk famili Noctuidae yang artinya burung hantu.

Karena kehebatannya yang bisa merusak lahan pertanian hanya dalam satu malam, hama satu ini menjadi momok yang menakutkan bagi para peternak cabai. Saking bahayanya, pada bulan juli 2019 ini Badan pangan dan pertanian PBB meminta Indonesia waspada dari seranga ulat grayak ini. Ulat ini mampu bermigrasi puluhan hingga ratusan kilometer sehingga dapat mengancam kestabilan pangan nasional jika sampai mewabah dan merusak pertanian. Hal ini disebabkan selain menyerang tanaman cabai, hama ini juga menjadi hama tanaman padi, tembakau, tomat, kacang tanah, kedelai, jeruk dan bawang merah. Jika tidak ditangani dengan baik dan sampai tanaman tanaman pangan di Indonesia banyak yang gagal panen akibat hama ini, bisa saja indonesia mengalami krisis pangan.

Telurnya diletakkan pada permukaan daun dan menetas dalam waktu 3-5 hari. Saat menetas hama ini hidup menggerombol, tetapi beberapa hari kemudian mereka menyebar untuk mencari makan. Setelah berumur 2 minggu, panjang hama ulat grayak sekitar 5 cm. Warnanya bervariasi, yakni hijau kehitaman, putih kehitaman, dan coklat kehitaman. Ulat grayak muda memakan epidermis daun bagian bawah, sedangkan bagian atasnya ditinggalkan. Namuns setelah tua, serangannya membabi buta, melahap seluruh bagian daun, ranting, batang muda, bunga maupun buah. Stadium ulat berlangsung sekitar 13-19 hari, kemudian berkepompong didalam tanah selama 6-10 hari dan akhirnya berubah menjadi ngengat, serangga ini pada malam hari bisa terbang hingga sejauh 5 km.

Serangan awal ulat grayak ditandai dengan adanya bercak putih yang menerawang pada daun karena hanya epidermis daun bagian bawah yang telah dilahapnya. Tahap berikutnya, serangan dapat mengganas dan tanaman menjadi gundul tanpa daun. Pada tahap ini buah cabai pun ikut diserbu, ditandai dengan adanya lubang tak beraturan pada permukaan buah.

Membasmi Ulat Grayak

Cara paling efektif dalam pemberantasan hama ini pada tanaman cabai adalah deteksi dini keberadaanya. Pemberantasan secara mekanis dilakukan dengan jalan mengambil telur dan larvanya yang baru menetas untuk dimusnahkan. Jangan sampai terlambat mengambil tindakan ini. Setelah besar, ulat akan bersembunyi di dalam tanah saat siang hari sehingga akan lebih repot untuk pemberantasannya. Selain itu, jaga selalu kebersihan kebun. Babat gulma yang bisa menjadi tempat bersembunyi dan berkembang biaknya. Secara kimiawi, ada insektisida yang dapat membasmi ulat grayak ini seperti insektisida Azodrin, Decis 2,5 EC, Matador 25 EC, Dipel, Curacron 500 EC, Diazinon dan sebagainya. Jika anda menggunakan insektisida kimia pastikan anda menggunakan dosis yang sudah sesuai dengan penggunaan yang ada pada label kemasan. Terlalu sedikit menggunakan insektisida dapat membuat ulat grayak menjadi kebal insektisida tersebut tetapi jika terlalu banyak  lingkungan tanaman cabai tumbuh akan ikut rusak.

Related Posts

Add Comment