Menanam Buncis Organik di Halaman Rumah

Menanam Buncis OrganikBuncis adalah tanaman sayuran dari jenis polong polongan. Anda bisa menanam dua jenis buncis, yakni buncis rambat dan buncis tegak. Tanaman buncis rambat mempunyai cabang dan buku bunga lebih banyak sehingga berpotensi untuk memberi hasil yang lebih besar.

Buncis rambat mudah rebah karena panjangnya bisa mencapai 3 meter. Dengan demikian, dibutuhkan lanjaran atau ajiran agar tumbuh dengan baik. Buncis tegak panjangnya tidak lebih dari 60 cm. Jenis ini tidak membutuhkan ajiran.

Buncis bentuknya seperti kacang panjang, namun lebih manis dan lebih banyak air. Dari sisi kandungan gizi, buncis mengandung energi sebesar 35 kilokalori, protein 2,4 gram, karbohidrat 7,7 gram, lemak 0,2 gram, kalsium 65 miligram, fosfor 44 miligram dan zat besi 1 miligram. Selain itu, di dalam buncis juga terkandung vitamin A sebanyak 630 IU, vitamin B 1 miligram dan vitamin C 19 miligram.

Kandungan gizi buncis tersebut akan hilang begitu saja ketika ditanam dengan cara konvensional, yaitu menggunakan obat obatan yang mengndung zat kimia beracun. Zat kimia beracun dalam pestisida, insektisida, pupuk kimia dan lain lain yang dapat merusak struktur nutrisi buncis. Alih alih mendapatkan manfaat, tubuh kita malah terdampak racun tersebut. Untuk mengatasi hal itu, penanaman dan perawatan buncis secara organik adalah salah satu cara aar nutrisi yang ada pada buncis tidak rusak dan ketika kita mengonsumsinya pun mendapat manfaatnya.

Menanam buncis secara organik terbilang mudah. Buncis tidak membutuhkan media tanam yang luas, sehingga dapat kita tanam menggunakan pot, polybag, paralon bekas maupun kaleng bekas.

Syarat Tumbuh Buncis Organik

Buncis organik dapat hidup di daerah beriklim basah maupun kering dengan kelembaban udara 55%. Suhu ideal untuk pertumbuhannya antara 20 – 25 C agar proses pernapasan sama besarnya dengan prosesnya fotosintesis.

Tanaman bayam orgnaik sangat menyukai jenis tanah andosol dan regosol karena drainasenya sangat baik. Tanah andosol yang bertekstur lempung hingga debu serta berwarna hitam, memiliki bahan organik yang tinggi, gembur dan permeabilitasnya sedang. Sementara itu, tanah regosol memilik tekstur pasir sampai berbutir tunggal dan permeable dengan warna tanah coklat, kelabu dan kuning.

Benih Buncis Organik

Dalam menanam buncis organik di halaman rumah, anda perlu menggunakan benih yang berkualitas. Benih bayam organik bisa diperoleh di toko toko pertanian. Belilah benih buncis yang organik dan bersertifikat agar kualitasnya terjaga. Benih yang berkualitas berbentuk utuh dan bernas, seragam, tidak tercampur varietas lain, berwarna mengkilat, tidak bernoda coklat pada mata bijinya, bersih dari kotoran, serta bebas dari hama/penyakit.

Benih bayam organik tidak sama dengan tanaman sayuran lainnya yang perlu disemaikan di media penyemaian. Benih bayam organik bisa langsung ditanam di media tanam organik.

Media Tanam Buncis Organik

Setelah mendapatkan benih, langkah selanjutnya menyiapkan wadah untuk media tanam dan bahan bahan untuk membuat media tanam. Untuk memudahkan, gunakan media tanam dari bahan bahan organik seperti tanah lapisan atas, kompos dan arang sekam.

Bahan bahan diatas dicampur jadi satu dengan komposisi 2 : 1 : 1. Sebelum dicampur, saring tanah tersebut hingga menjadi butiran butiran halus. Usahakan tanah dalam keadaan kering sehingga dapat teracampur dengan merata.

Kompos juga perlu disaring sehingga menjadi butiran halus. Kemudian, campurkan tanah, kompos dan arang sekam dalam wadah. Setelah tercampur, siapkan wadah yang akan digunakan untuk menempatkan media tanam organik. Kemudian masukkan campuran media tanam tersebut ke dalam wadah media tanam organik. Media tanam organik sudah siap digunakan untuk menanam buncis.

Cara Menanam Buncis Secara Organik

Setelah benih dan media tanam organik disiapkan, selanjutnya proses penanaman. Tidak seperti tanaman lain, buncis organik tidak butuh penyemaian. Buncis organik dapat tumbuh dengan baik tanpa harus disemai terlebih dahulu atau langsung tanam dari bijinya.

Pastikan saja, media tanam organik benar benar dalam kondisi memiliki kesuburan yang tinggi. Setelah itu, buatlah lubang lubang pada permukaan media tanam organik guna mempermudah penanaman benih. Kedalaman lubang pada media tanam gembur adalah 4- 6 cm. Sementara itu, pada media tanam yang liat di kedalaman lubang 2-4 cm.

Setelah lubang jadi, masukkan dua benih buncis organik ke dalam setiap lubang. Setelah terisi biji, tutup lubang dengan media tanam. Lakukan penyiraman setelah benih buncis organik tertanam semua. Penyiraman dilakukan seperlunya saja, tidak perlu banyak banyak.

Penempatan Tanaman Buncis

Setelah melakukan penanaman buncis organik di wadah yang sudah kita pilih, langkah selanjutnya menempatkan tanaman buncis organik di halaman rumah kita. Pilihlah bagian halaman rumah yang mendapat sinar matahari langsung.

Namun, ketika tanaman ini masih kecil, sebaiknya diberi naungan plastik UV agar tidak terlalu terkena matahari. Selain itu, ketika musim hujan, air hujan tidak langsung mengenai tanaman.

Susunlah wadah tanaman buncis organik serapi mungkin sebagaimana kita menempatkan tanaman hias. Tanaman buncis organik dapat disusun leveling, namun harus tetap memperhatikan seberapa kuat tanaman itu mendapatkan cahaya.

Perawatan Buncis Organik

Pertumbuhan buncis organik terbilang cukup cepat, yakni dalam waktu 3 hingga 7 hari, benih buncis organik sudah menjadi kecambah. Oleh sebab itu, segera lakukan pemeliharaan yang teratur.

Perawatan tanaman buncis organik meliputi 4 hal yaitu penyulaman, pemangkasan atau  perompesan, pemupukan dan penyiraman. Penyulaman dilakukan sebelum tanaman buncis berumur 10 hari. Penyulaman dilakukan dengan mengganti benih yang tidak tumbuh dengan benih yang baru

Perawatan tanaman buncis organik selanjutnya adalah pemangkasan atau perompesan. Pemangkasan dilakukan saat tanaman berumur 2 minggu dan 5 minggu. Tujuan pemangkasan ini agar ranting ranting bertambah banyak. Jika ranting buncis organik bertambah banyak, buah yang dihasilkan pun juga akan bertambah banyak.

Perawatan tanaman buncis organik yang ketiga adalah melakukan pemupukan ulang. Pemupukan dapat dilakukan saat tanaman berumur 14 – 21 hari. Pemupukan dilakukan dengan cara menebar pupuk organik padat di permukaan media tanam organik. Kemudian, pupuk ditutup kembali dengan cara menekannya ke dalam media tanam organik.

Penyiraman tanaman buncis organik pada musim kemarau dilakukan 2 kali sehari mulai dari usia 1 – 15 hari. Sementara itu, pada musim penghujan dilakukan secukupnya saja. Perlu diperhatikan pembuangan air yang berlebihan melalui lubang lubang di bagian bawah wadah media tanam organik apakah berjalan lacar atau tidak.

Penanggulangan Hama dan Penyakit Buncis Organik

Dalam menanam buncis, hama dan penyakit merupakan salah satu faktor yang dapat menggagalkan panen. Salah satu hama yang menyerang tanaman buncis organik adalah kumbang daun. Akibat hama satu ini, daun buncis organik berlubang dan mengganggu pertumbuhan buncis organik. Untuk mengatasinya, gunakan pestisida organik yang berasal dari campuran jahe, cabai rawit, bawang putih, jeruk dan daun sambiroto.

Selain hama, penyakit antraknosa juga kerap menyerang tanaman buncis organik. Penyakit ini ditandai d bercak bercak cokelat kecil pada polong buncis organik. Penyakit ini bisa menyebabkan tanaman mati. Cara mengatasinya dengan memilih biji yang benar benar bagus sebelum memutuskan untuk menanamnya karena dengan biji yang bagus akan tahan terhadap antraknosa.

 

 

Related Posts

Add Comment