Menanam Tomat Organik di Dalam Pekarangan

12 views

Tomat organikTomat adala salah satu komoditas pertanian yang sangat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan. Buah tomat mengandung karbohidrat, protein, lemak dan kalori.

Buah tomat mempunyai manfaat multiguna, yaitu sebagai sayuran, bumbu masak, buah meja, penambah nafsu makan, bahan pewarna makanan sampai kepada bahan kosmetik dan obat obatan. Sebagai sumber mineral, buah tomat dapat bermanfaat untuk pembentukan tulang dan gigi karena zat kapur dan fosfornya, sedangkan zat besi yang terkandung di dalam buah tomat dapat berfungsi pembentukan sel darah merah atau hemoglobin.

Kandungan buah tomat banyak dan bermanfaat tersebut hanya kita dapat dari tanaman tomat yang ditanam serta dirawat secara organik. Tomat organik adalah hasil dari sistem penanaman yang tidak menggunakan puuk kimia maupun pestisida kimia yang bisa merusak struktur gizi dan nutrisi buah tomat. Dengan demikian, mengkonsumsi buah tomat organik tentu lebih sehat dan bermanfaat bagi tubuh kita.

Syarat Tumbuh Tomat Organik

Tanaman tomat organik idealnya di tanam pada kisaran suhu 20 sampai 27C. Jika suhu terlalu rendah pertumbuhan tanaman akan terhambat. Demikian juga pertumbuhan perkembangan bunga dan buahnya yang kurang sempurna.

Pada fase vegetatif, tanaman tomat organik memerlukan curah hujan yang cukup, sebaliknya, pada fase generatif memerlukan curah hujan yang sedikit. Curah hujan yang tinggi pada fase pemasakan buah dapat menyebabkan daya tumbuh benih rendah.

Kelembaban relatif yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman tomat organik adalah 80%. Sewaktu musim hujan, kelembaban akan meningkat sehingga resiko terserang bakteri dan cendawan cenderung tinggi. Karena itu, jarak tanam perlu diperlebar dan areal pertanamannya perlu dibebaskan dari segala jenis gulma.

Tanaman tomat orgaik membutuhkan penyinaran matahari penuh sepanjang hari. Namun, sinar matahari yang terik tidak sesuai untuk pertumbuhan tanaman tomat organik.. Tanaman yang ada di daerah dengan kondisi demikian akan mudah terserang cendawan busuk daun dan sejeisnya. Angin kering dan udara panas juga kurang baik bagi pertumbuhannya dan sering menyebabkan rontok bunga.

Penyemaian Tomat Organik

Benih tomat organik bisa didapat dengan muda di berbagai toko pertanian. Benih yang berkualitas ditadai dengan bentuk biji yang sempurna atau tidak cacat dan keriput. Setelah mendapatkan benih, saatnya melakukan penyemaian untuk mendapatkan bibit.

Benih tomat oganik disemaikan sampai memiliki daun dan batang yang cukupp kuat. Penyemaiannya hendaknya dilakukan di atas media yang terpisah dengan media penanaman.

Kita dapat menggunakan media persemaian berupa campuran tanah, pupuk kandang dan kompos. Taburkan benih pada permukaan media penyemaian dan jangan sampai bertumpuk tumpuk. Sebaiiknya jarak antar benih antara 3 – 2 cm. Setelah itu, tutup dengan tanah dan siram secukupnya.

Lamanya penyemaian sampai tanaman siap dipindahkan sekitar 35 – 40 hari. Untuk memindahkan bibit guna ditanam, pencabutan merusapan salah satu cara memindahkan bibit. Namun sebelum dicabut, benih disiram terlebih dahulu dengan air guna melunakan media penyemaian sehingga akar tidak putus ketika ditarik. Cara lain dengan mengambil bibit tanaman tomat organik bersama tanah di sekeliling bibit.

Media Tanam Tomat Organik

Untuk menanam tomat organik, dibutuhkan media tanam organik yang sesuai dengan karakteristik tanaman tomat organik. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai media tanam sebaiknya ditentkan terlebih dahulu wadah yang akan digunakan untuk menempatkan media tanam.

Wadah ideal yang memiliki ukuran diameter minimal 30 cm. Ukuran minimal ini bertujuan agar media tanam organik cukup kuat untuk menopang pertumbuhan tanaman tomat organik yang rimbun.

Media tanam organik yang di masukkan ke dalam wadah adalah tanah lapisan atas, kompos, pupuk kandang dan arang sekam yang sudah dicampur telebih daulu. Pupuk kandang yang sebaiknya digunakan adalah pupuk yang telah matang.

Komposisi media tanam organik adalah 5 : 1 : 1 yakni terdiri dari bahan tanah, pupuk kandang dan arang sekam. Semua bahan media tanam diayak sampai halus. Jangan campurkan dengan pupuk NPK atau pupuk kimia lainnya.

Sebelum media tanam organik dimasukkan ke dalam wadah penanaman, lapisi bagian dalamnya dengan sabut kelapa atau pecahan genteng. Lapisan itu berguna untuk mengalirkan air agar tidak menggenangi daerah pekarangan tanaman.

Setelah meda tanam organik telah disiapkan, langkah selanjutnya penanaman. Proses menanam tomat organik ini akan dibahas pada bagian berikutnya.

Menanam Tomat Organik

Sebelum tanaman organik di tanam, buatlah lubang luang tanam pada media tanam organik yang sudah disediakan dengan diameter 5 – 7 cm dan kedalaman lubang tanam 5 – 7 cm. Dalam satu wadah hanya dapat ditanami satu tanaman tomat organik.

Bibit yang dihasilkan dari proses persemaian di polybag, dapat dilepas terlebih dahulu plastiknya lalu semua media tanam organik dimasukkan tanpa mencabut akar tanaman. Setelah itu, tutup dan ratakan dengan tanah sekitar.

Penempatan Tanaman Tomat Organik

Setelah melakukan penanaman tomat organik di wadah yang sudah kita pilih, saatnya sekarang untuk menempatkan taaman tomat organik di dalam pekarangan rumah kita. Pilihlah bagian pekarangan rumah yang mendapat sinar matahari langsung.

Susunlah wadah tanaman tomat organik serapi mungkin sebagaimana kita menempatkan tanaman hias. Tanaman tomat organik dapat disusun leveling, namaun harus tetap memperhatikan seberapa kuat tanaman itu mendapatkan cahaya.

Perawatan Tomat Organik

Seminggu setelah anda melakukan penanaman, tanaman anda perlu penyulaman yang berfungsi untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah karena cuaca. Penyulaman dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang terlihat tidak sehat atau mati lalumenggantinya dengan bibit baru.

Penyiangan dapat dilakukan 3 sampai 4 kali selama musim tanam. Penyiaga bertujuan untuk mengangkat gulma yang ada di media tanam organik. Selain penyiangan, perlu dilakukan pemangkasan. Setiap minggu tanaman anda perlu dipangkas tunasnya yang tumbuh pada ketiak daun. Ini untuk menghindari tunas tersebut menjadi batang. Pemangkasan tunas muda bisa dilakukan dengan tangan.

Pemupukan susulan merupakan salah satu cara pemeliharaan tanaman tomat organik yang harus anda lakukan. Anda bisa menyemprotkan pupuk organik cair yang mempunyai kandungan kalium tinggi pada saat tanaman akan berbunga dan berbuah. Penyemprotan bisa dilakukan setiap minggu.

Penggunaan pupuk organik cair ini menggunakan perbandingan 1 : 100, yakni 1 liter pupuk cair dicampur dengan 100 liter air. Selain penggunaan pupuk organik cair, anda dapat menambahkan pupuk kandang atau kompos seterlah tanaman berumur 2 -3 minggu dengan dosis 1 genggam tangan per tanaman.

Cara pemeliharaan tanaman tomat organik selanjutnya adalah penyiraman. Tanaman tomat sebenarnya tidak terlalu banyak membutuhkan air, artinya asal tercukupi saja. Kelebihan air dalam menanam tomat organik membuat pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) yang subur, tetapi akan menghambat fase generatif atau fase berbunga dan berbuah. Sebaliknya, kekurangan air yang berkepanjangan bisa menyebabkan pecah pecah pada buat tanaman tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang bisa menyebabkan kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya disesuaikan dengan kondisi cuaca. Bila curah hujan cukup, tidak perlu penyiraman lagi. Justru yang harus diperbaiki adalah saluran drainase agar air tidak menggenang di media tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman bisa dilakukan pada pagi hari untuk mencegah kekeringan.

Tanaman tomat yang sudah tumbuh meninggi perlu diberi ajiran. Pemasangan ajiran bertujuan sebagai tempat mengikat tanaman agar tidak roboh. AJiran ditancapkan pada jarak sekitar 10 – 20 cm dari tanaman tomat.

Pemasangan ajiran dapat dilakukan ketika tomat organik berumur 7 hari setelah tanam. Hal ini untuk mencegah luka pada akar tanaman akibat penancapan. Lupa pada akar yang diakibatkan tusukan lancaran bisa menghambat pertumbuhan dan mengundang penyakit.

Setelah tanaman tomat organik tumbuh besar, ikatlah tanaman tersebut dengan tali rafia pada ajiran. Model ikatan sebaiknya berbentuk angka 8 agar batang tomat tidak terluka karena bergesekan dengan tiang ajiran.

Penanggulangan Hama dan Penyakit

Tanaman tomat organik cukup sensitif terhadap cuaca dan hama serta penyakit. Oleh sebab itu, tanaman perlu perawatan yang intensif. Perawatan yang intesif dapat menggunakan pestisida organik demi kualitas buah yang baik.

Ketika tanaman tomat dibudidayakan di dataran rendah, tanaman in sangat rentan terhadap hama dan penyakit. Oleh sebab itu, perhatikan cara pemeliharaan dengan benar dan perlakukan tanaman tomatn dengan cara yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *