Mengobati Kucing Disengat Lebah dan Serangga Lainnya

41 views

kucing disengat lebahBukan tidak mungkin jika kucing disengat lebah, apalagi jika anda tinggal di daerah pinggiran kota yang biasanya masih banyak tumbuh tanaman, pada musim berbunga akan bermunculan banyak lebah. Bisa jadi kucing kesayangan kita entah sengaja atau tidak justru mengusik sarang lebah sehingga ia terkena sengatannya. Selain lebah pada postingan kali ini saya juga akan membahas mengenai mengobati kucing yang tergigit serangga lainnya.

Kucing Disengat Lebah

Kucing yang terkena sengatan lebah biasanya ditunjukkan dengan gejala antara lain sakit, bengkak, merah dan kadang masih tertinggal sengat lebah di dalam tubuhnya. Mengobati kucing yang disengat lebah dapat dilakukan dengan cara mencabung sengat lebah kalau memang masih ada di tempat sengatan. Lalu, luka segera dibersihkan, dikompres dan dioleskan krim Cortison 0,5 %. Bila sengatan semakin bengkak dan timbul gejala keracunan umum dengan tanda tanda sulit bernafas, shock atau menyakiti diri sendiri, bawalah kucing anda segera ke dokter hewan. Selama di perjalanan berilah kucing anda nafas buatan atau upaya lain untuk menghidupkan fungsi jantung dan paru.

Digigit Semut Beracun

Gejala yang diperlihatkan kucing yang digigit semut beracun adalah nyeri, bengkak dan berwarna merah di tempat gigitan. Dapat saja terjadi semut menggigit kucing kita sampai mati, tetapi taringnya masih mengait dalam kulit kucing.

Upaya pertolongan pada kucing yang terkena gigitan semut tersebut adalah dengan segera mencabut semut yang mengggit. Setelah itu, oleskan krim antihistamin seperti Caladine Lotion, Phenergan Cream atau Cortisone Cream 0,5% pada tempat gigitan.

Digigit Pinjal, Kutu dan Caplak

Pinjal (flea), kutu (lice) dan caplak (ticks) merupakan ektoparasit yang dapat dilihat dengan mata telanjang karena ukurannya relatif besar. Gigitan ektoparasit ini dapat menimbulkan rasa gatal yang hebat pada kucing. Gigitan pinjal dapat mejadi radang kulit yang disebut fleabites dermatitis. Pinjal tidak hanya menggigit, tetapi kotorannya (salia) pun dapat kontak dengan kulit sehingga menyebabkan radang kulit yang disebut flea allergic dermatitis.

Untuk mengobati kucing yang digigit ektoparasit, tindakan pertama yang dilakukan ialah mengenal jenis ektoparasit  yang menyerang. masing masing jenisnya memiliki obat yang berlainan. Untuk itu, anda dapat mengkonsultasikannya dengan dokter hewan.

Saat ini obat anti-ektoparasit sangat mudah didapat dalam berbagai bentuk seperti bedak (poweder), semprotan (spray), cairan tetes (spots) seperti Frontline atau Advantage, sabun mandi, sampo anti-tick dan anti-flea, kalung anti-tick dan anti-flea serta tablet atau suspensi yang diberikan berkala setiap bulan seperti Lufenuron.

Untuk mengetahui jenis ektoparasit, jenis obat, cara pakai dan obat penawarnya yang cocok, anda dapat konsultasikan dengan dokter hewan. Selain itu, segera bawa kucing kesayang anda ke dokter hewan bila ektoparasit sudah terlalu banyak sehingga hewan menderita kekurangan darah (anemia), lemah dan pucat.

Kalau jumlahnya hanya sedikit, ektoparasit seperti caplak dapat dicabut sendiri. Namun perlu disiapkan dahulu cairan antiseptik seperti betadine, alkohol 70% atau iodium tinktur 1%. Ini disebabkan pencabutan caplak akan menimbulkan pendarahan atau luka kecil oleh gigi taringnya yang masih mengait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *