Morfologi dan Siklus Hidup Entamoeba histolytica

55 views

Entamoeba histolytica merupakan protozoa parasit yang pertama kali ditemukan oleh Lambl pada tahun 1859. Kemudian pada tahun 1875, Losch membuktikan sifat patogen dari parasit ini. Parasit ini tersebar luas di seluruh dunia, tapi lebih banyak di daerah tropis dan sub tropis daripada di daerah beriklim sedang.

Morfologi Entamoeba histolytica

Entamoeba histolyticaDalam mempelajari morfologi dari Entamoeba histolytica biasanya dapat dipelajari dari preparat yang diwarnai dengan yodium atau ironhematoxylin. Dalam siklus hidupp Entamoeba histolytica ini terdapat 3 stadium hidup yang morfologinya berbeda di tiap fase tersebut.

Stadium Trofozoit (stadium pertumbuhan)

Dalam keadaan segar, di bawah mikroskop stadium ini terlihat bergerak dengan pseudopodia yang dibentuk mendadak dengan pergerakan cepat, karena pergerakan ini bentuknya menjadi tidak tetap. Saat dalam fase Trofozoit ini ukurannya 10 – 40 mikron (rata-rata 20-30 mikron).

Ektoplasmanya jenrih dan transparan. Endoplasmanya mempunyai granula halus, didalamnya ditemukan sel darah merah, kadang-kadang terdapat pula sel leukosit. Stadium trofozoit ini E. histolytica adalah patogen sehingga disebut juga sebagai stadium histoltica (histo=jaringan, lysis=hancur). Stadium ini terdapat di daam jaringan usus besar, paru-paru, hati, otak, kulit dan vagina inangnya.

Stadium trofozoit berkembang biak secara membelah diri di jaringan dan dapat merusak jaringan dengan enzim yang dikeluarkannya yaitu enzim proteolitik. Pada stadium trofozoit ini, Entamoeba memiliki satu inti sel yang kariosomnya terletak di tengah.

Stadium Prekista (minuta)

Ukuran stadium ini lebih kecil dari trofozoit yaitu 10 – 20 mikron. Stadium ini disebut juga stadium esensial. Morfologi Entamoeba histolytica saat prekista ini hampir sama dengan saat trofozoit, hanya pseudopodiana dibentuk agak lambat, hingga bentuknya agak tumpul.

Endoplasmanya bergranula halus, mempunyai sati inti sel, tidak mengandung sel darah merah tetapi di dalam endoplasmanya terdapat bakteri dan sisa makanan.

Pada saat stadium ini ia berkembang biak secara membelah diri dan hidup di rongga usus besar dan dapat berubah menjadi stadium kista atau dapat pula menjadi stadium trofozoit yang patogen. Oleh karena itu, stadium prekista atau minuta ini dikenal sebagai stadium esensial atau stadium pokok.

Stadium kista

Stadium kista dibentuk dalam rongga usus besar inangnya. Proses perubahan dari stadium minuta menjadi stadium kista disebut enkistasi. Pada saat stadium kista ini morfologinya berubah menjadi bulat yang dikelilingi membran refraktil, disebut dinding kista. Kista ini berukuran lebih kecil lagi, yaitu 6 – 9 mikron.

Ada tiga macam kista, yaitu yang berinti 1, berinti 2 dan berinti 4. Biasanya di dalam tinja ditemukan kista dengan inti 1 dan inti 4. Di dalam endoplasma stadium kista ini ditemukan kromatid yang besar dan tampak seperti batang dengan ujung yang tumpul (membulat) yang menyerupai cerutu atau benda lisong dan terdapat juga di dalam kista ini vakuola gikogen. Kromatid dan vakuola glikogen biasanya ditemukan pada kista yang muda, yaitu yang berinti 1 dan 2 maka menurut Muthi Muftihah benda-benda ini diduga sebagai makanan cadangan. Pada kista yang lebih tua yaitu kista inti empat benda-benda ini tidak ditemukan lagi. Stadium-stadium kista ini tidak patoge, tetapi kista inti 4 merupakan stadium infektif.

Siklus Hidup Entamoeba histolytica

siklus hidup entamoebaManusia terinfeksi Entamoeba histolytica bila memakan stadium kista inti 4. Di dalam lambung, kista tidak mengalami perubahan, sebab dinding kista tahan terhadap keasaman lambung. Di dalam usus halus, dinding kista akan dicerna dan terjadi ekskistasi. Kemudian, keluarlah metakista dan Entamoeba akan memasuki stadium minuta. Bentuk minuta ini langsung masuk ke usus besar dan dapat berubah menjadi bentuk trofozoit. Bentuk inilah yang bersifat patogen, karena stadium ini dapat menghancurkan mukosa usus besar dan jaringan lain dengan enzim histolosin yang dikeluarkannya.

Dari jaringan mukosa yang sudah dirusak stadium trofozoit ini dapat masuk ke jaringan submukosa. Di dalam jaringan submukosa ini stadium trofozoit memperbanyak diri dengan berkembang biak secara membelah diri. Bentuk trofozoit ini dapat masuk ke pembuluh darah dan dapat dibawa ke organ di luar saluran pencernaan, seperti ke hati, paru-paru, otak dan penyebaran dapat pula secara perkontinuitatum ke organ-organ yag berdekatan. Hal ini ditemukan bila terjadi perforasi.

Di dalam siklus hidup Entamoeba histolytica tidak selalu trofozoit menimbulkan penyakit. Bila hal ini terjadi, stadium trofozoit akan berubah menjadi minuta dan hidup komensal di rongga usus besar, kemudian stadium minuta akan berubah menjadi kista dengan cara membentuk dinding sel. Bentuk kista yang muda merupakan kista berinti 1 dengan vakuola dan benda kromatid, kemudian terbentuk kista inti 2 yang juga mempunyai vakuola dan benda kromatid. Keduanya dianggap sebagai cadangan makanan, lalu terbentk kista inti 4 yang tanpa vakuola dan benta kromatid. Stadium ini dianggap sebagai penerus kehidupan dari parasit, disebut sebagai stadium infektif, tetapi stadium ini hanya dapat berkembang setelah keluar dari tubuh hospes dan termakan oleh hospes yang baru. Bersama tinja penderita dapat ditemukan stadium trofozoit, stadium minuta dan stadium kista.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *