Morfologi Protozoa

38 views

morfologi protozoaProtozoa ialah hewan bersel satu yang dapat hidup secara mandiri atau berkelompok. Tiap protozoa merupakan satu sel yang sudah memiliki keasatuan yang lengkap, baik dalam susunan maupun dalam fungsinya. Struktur morfologi dari sel protozoa terdiri dari 2 bagian yaitu sitoplasma dan nukles atau inti sel.

Sitoplasma

Sitoplasma merupakan bagian sel yang mengelilingi inti sel, hampir semua aktifitas sel protozoa dilakukan di bagian ini. Sitoplasma protozoa terdiri dari 2 bagian yaitu :

a. Ektoplasma

Merupakan bagian luar dari protozoa yang terdiri dari hialin yang jernih dan homogen dengan struktur yang elastis. Fungsinya adalah sebagai berikut :

  1. Alat pergerakan
    Ektoplasma dapat berfungsi sebagai alat pergerakan dengan cara membuat Pseudopia pada kelas Rhizopoda, Silia pada kelas Ciliata, Flagel pada kelas Mastigophora (Flagellata) serta Membran bergelompang pada Mastigophora. Pseupodopia pada Rhizopoda membentuk pergerakan yang amoeboid, sedang silia pada Ciliata bergetar secara ritmis dan flagel yang dibantu oleh membran bergelombang pada Mastigophora dapat bergerak ke segala jurusan. Pada Sporozoa pergerakan hampir tidak kelihatan.
  2. Mengambil makanan
    Ektoplasma dapat berfungsi mengambil makanan dengan cara Protozoa bergerak dan mengambil makanan dengan pseudopodia, makanan cair diserap secara osmosis sedang makanan padat melalui sitoplasma (mulut yang rudimeter) lalu melalui sitofaring membentuk tabung ke dalam endoplasma. Dalam vakuola makanan diubah oleh enzim hingga dapat dicerna.
  3. Ekskresi
    Ektoplasma berfungsi untuk ekskresi yaitu ekskresi dilakukan dengan tekanan osmosis dan difusi. Pada beberapa spesies ekskresi dilakukan oleh vakuola kontraktil, tapi pada umumnya ekeskresi dilakukan melalui permukaan sel yaitu lubang khusus sitopage.
  4. Respirasi
    Ektoplasma berfungsi untuk respirasi secara langsung dengan mengambil oksigen dan mengeluarkan karbondioksida atau secara tidak langsung dengan mengambil oksigen yang dilepas oleh aktivitas enzim dari persenyawaan kompleks.
  5. Pertahanan diri
    Ektoplasma berperan dalam bertahan diri yaitu dengan melindungi bagian yang lebih dalam. Pada stadium trofozoit ektoplasma berbentuk selaput tipis yang tidak memberi bentuk tetap pada golongan Amoeba, tetapi memberi pada golonga Ciliata dan Mastigophora ektoplasma memberi bentuk tetap. Pada stadoum kista ektoplasma membentuk selaput kuat yang disebut dinding kista. Bentuk dinding kista ini diperlukan untuk kelangsungan hidup di luar hospes da sebagai pertahanan terhadap zat di saluran pencernaan.

b. Endoplasma

Endoplasma adalah bagian dalam dari morfologi protozoa yang tidak jernih tetapi berbutir-butir dan didalamnya terdapat inti. Di dalam endoplasma ini terdapat vakuola mkanan, vakuola cadangan, cakuola kontraktil, benda asing dan benda kromatoid. Pada Mastigophora biasanya terdapat kinetoplas yang terdiri dari benda para basal dan bleparoplas, yaitu tempat keluar flagel.

Nucleus atau Inti Sel

Nucleus atau inti sel adalah bagian terpenting yang dipelrukan untuk mempertahankan hidup dan untuk reproduksi serta mengatur metabolisme. Nukleus terdiri dari membran inti (selaput inti) yang meliputi serabut inti (retikulum) halus yang berisi cairan dan kariosom. Dalam ukleus yang berbentuk vesikel, butir-butir kromatin berkumpul membentuk butir tunggal. Dalam nukleus yang berbentuk granula butir-butir kromatin tersebar merata. Struktur inti sel pada protozoa terutama susunan kromatin dan kariosom berperan dalam membedakan spesies dar protozoa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *