Nematomorpha : Ciri Umum, Klasifikasi dan Struktur Tubuh

Secara morfologi, struktur tubuh Nematomorpha mirip dengan cacing nematoda. Kelompok cacing nematomorpha juga disebut dengan cacing rambut kuda (horse hair). Perbedaana dengan nematoda terutama pada tidak adanya sistem ekskretori, sistem saraf dan sistem reproduksi. Di dunia ini kira-kira terdapat 240 spesies nematomorpha yang telah teridentifikasi.

Ciri Umum

Cacing dewasa hidup bebas sebagai pseudocoelomata akuatik, stadium dewasa mudanya hidup sebagai endoparasit pada Arthropoda. Bentuk cacing ini seperti kumparan benang panjang berukuran panjang 0,5 – 1 m dan lebarnya kurang dari 1 mm. Segmentasi pada struktur tubuh eksternalnya tidak nyata dan dinding tubuhnya tertutup oleh kutikula yang tersusun dari serabut kolagen.

Klasifikasi Nematomorpha

Filum ini terdiri atas 2 kelas yaitu Nectonematoida dan Gordioida. Terdapat 240 spesies yang berhasil teridentifikasi dan secara taksonomi hewan masuk kedalam filum ini.

Kelas Nectonematoida

Anggota kelas ini sedikit yaitu hanya berjumlah 20 spesies saja yang hidupnya di perairan laut. Mereka hidup sebagai parasit pada kepiting dan pada anggota Decapoda yang lain. Panjang tubuhnya sekitar 20 cm, mempunyai setae untu berenang di bagian lateral tubuhnya, secara internal tubuhnya mempunyai benang saraf dorsal dan ventral dan cairan dalam pseudosol.

Kelas Gordioida

Sebagian besar anggota filum Nematomorpha masuk ke dalam kelas ini. Semua anggotanya hidup di perairan tawar atau semiterestrial dan stadium juvenilnya menjadi endoparasit pada berbagai jenis serangga. Rongga tubuh pada cacing yang telah dewasa seperti parenkim dan hanya mempunyai batang saraf ventral.

Struktur Tubuh Nematomorpha

Dinding Tubuh

Dinding tubuh cacing ini tebal, berwarna putih sampai hitam, tersusun dari serabut kolagen dalam suatu lapisan anyaman heliks. Dbawah lapisan kutikula terdapat lapisan epidermis dan suatu selubung otot longitudinal, tidak terdapat otot sirkuler di dalam dinding tubuhnya. Miofilamen terdiri dari filamen paramiosin yang tebal dan panjang. Komponen ini sangat penting untuk kontraksi otot.

Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan yang dimiliki cacing ini mengalami degenerasi sehingga tidak berfungsi lagi. Oleh karena itu, cacing dewasa tidak makan, metabolisme nutrien hanya diperlukan pada stadium muda. Fungsi sebagai pencernaan pada saat dewasa juga kurang berguna karena pada stadium ini nematomorpha hidup didalam tubuh hospes Arthripoda dan nutrisinya dilakukan secara langsung dengan cara absorbsi melalui dinding tubuhnya.

Sistem Saraf

Sistem saraf yang dimiliki hewan ini berupa cincin saraf di bagian anterior dan batang saraf ventral.

Reproduksi

Individu betina biasanya tidak aktif, oleh karena lebih banyakmencurahkan tenaganya untuk memproduksi telur. Satu betina umumnya dapat menghasilkan lebih dari satu juta telur fertil dalam satu kali siklus hidupnya.

Organ kelamin jantan dan betina terpisah, mempunyai sepasang organ yang panjang, berbentuk silindris. Saluran sperma (ductus spermaticus) bermuara ke dalam kloaka, tetapi tidak mempunyai spikula. Demikian pula saluran telur (oviduct) bermuara ke dalam kloaka. Beberapa spesies dapat melakukan kopulasi, yang jantan melakukan gerakan undulasi mendekati betina. Selama kopulasi, yang jantan melingkari cacing betina sampai pada ujung posteriornya. Dilain pihak pada sebagian spesies, yang jantan meletakkan sperma ke permukaan tubuh betina. Cacing betina meletakkan benang-benang telurnya di dalam air atau di antara akar-akar tumbuhan di pantai.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *