Organ Gerak Ubur – Ubur dan Fungsinya

Banyak orang mengira bahwa organ gerak ubur – ubur adalah tentakelnya. Hal tersebut dikarenakan diseluruh tubuhnya hanya bagian tentakel lah yang terlihat keluar dari tubuhnya. Tetapi benarkan demikian?

Fungsi Tentakel

Di sekolah – sekolah sering diajarkan bahwa tentakel digunakan sebagai alat gerak ubur – ubur. Ternyata, pemahaman tersebut keliru dan tentakel tidak ada kaitannya dengan bagaimana hewan ini bergerak. Fungsi tentakel adalah untuk menangkap makanan dan sebagai alat pertahanan diri. Untuk menangkap makanan, pertama-tama makanan yang berupa alga ataupun zooplankton yang melekat di bawah tubuhnya disapu oleh flagel. Kemudian, nematosis yang ada di tantakel akan menangkapnya baru kemudian dimasukkan ke dalam mulut. Sedangkan sebagai alat alat pertahanan diri, di dalam tentakel terdapat knidoblast yang dapat menyengat predator dari hewan ini. Tak jarang manusia yang sedang berenang di pantai tersengat oleh ubur – ubur.

Tentakel tidak mempunyai struktur yang memungkinkannya digunakan untuk mengerakan badan. Hal tersebut dikarenakan disana tidak terdapat otot – otot yang wajib dimiliki oleh sebuah organ gerak. Selain itu, jika kita amati gerakan dari ubur – ubur maka kita akan melihat bahwa tentakelnya tersebut hanya melambai lambai saja di air dan tidak ada tanda-tanda pergerakan ubur – ubur dikarenakan oleh organ tersebut. Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa tentakel yang ada pada ubur – ubur berfungsi untuk bergerak, ia masih harus banyak membaca buku dan artikel ilmiah lagi.

Organ Gerak Ubur – Ubur yang Sebenarnya

Ubur – ubur merupakan spesies dari kelas Scyphozoa, seperti anggota lain dari kelas ini ubur – ubur merupakan perenang aktif. Untuk melakukan hal tersebut, mereka menggunakan sel – sel otot yang ada di dalam lapisan mesoglea. Mesoglea ini meruupakan sebuah lapisan yang berada di antara endoterm (lapisan gastrodermis) dan eksoterm (lapisan epidermis).

Fungsi dari organ gerak ini adalah melakukan kontraksi dan relaksasi, jika otot – otot ini melakukan kontraksi maka akan terjadi penurunan volume di rongga tubuhnya  sehingga menyebabkan air di dalam tubuh ubur – ubur tertekan keluar yang menyebabkan tubuhnya akan bergerak ke atas. Setelah itu, otot akan melakukan relaksasi sehingga tubuh ubur – ubur akan kembali normal sehingga air akan kembali masuk ke dalam tubuh. Kontraksi dan relaksasi otot yang silih berganti ini menyebabkannya dapat bergerak, sehingga kita ketahui bahwa organ gerak ubur – ubur yang sebenarnya adalah mesoglea.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *