Parasit Ikan Yang Menyerang Insang

Parasit ikanParasit ikan yang menyerang insang sangat penting untuk diantisipasi, hal ini dikarenakan insang memiliki fungsi yang sangat penting. Insang berfungsi sebagai salah satu organ respiratoria (pembantu pernafasan). Filamen filamen insang dengan aktif menyaring oksigen yang terlarut di dalam air sekaligus membantu ikan dalam membuat suatu dorongan arus saat hendak menelan pakannya.

Parasit ikan ini biasanya muncul diakibatkan kurangnya kebersihan, berbagai macam protozoa dan cacing renik sering dijumpai bersarang di insang. Gejala yang umum terlihat jika insang terserang penyakit adalah pernapasannya menjadi sangat cepat sehingga ikan terlihat seperti terengah engah, saat bernafas operculum membuka agak melebar melebihi normal, ikan bernafas hanya dengan satu operculum atau ikan sering terlihat menggosokkan insangnya ke dasar akuarium / kolam atau ke alat alat yang ada di dalam akuarium / kolam.

Gangguan parasit tersebut, jika tidak diatasi dengan cepat akan menimbulkan berbagai kerusakan pada insang sampai kepada kematian. Berikut ini adalah beberapa macam parasit ikan yang biasa dijumpai menyerang insang diskus.

Kelompok Flagellata

Pada pengamatan mikroskopis, protozoa ini sering dijumpai berkoloni di filamen insang. Pada serangan yang akut, jumlah koloninya bisa mencapai jutaan dan mengakibatkan dampak yang fatal. Parasit ikan yang termasuk kelompok flagellata ini biasanya adalah genus Cryptobia, spesies Cryptobia branchialis. Selain spesies ini, masih ada beberapa contoh protozoa lain yang juga dapat menjadi parasit pada ikan walaupun tidak menyerang bagian insangnya.

Parasit ikan yang berupa protozoa ini biasanya ampuh dibasmi menggunakan larutan acriflavin. Acriflavin ini bersifat antiseptif dan efektetif terhadap berbagai aktivitas bakteri dan protozoa.

Kelompok Flukes

Kelompok parasit ikan ini merupakan kelompok cacing renik yang hidup secara parasiter. Disebut sebagai flukes karena cacing n memiliki sejenis kait di bagian posteriornya. Kait ini digunakan untuk menempelkan diri di bagian bagian insang lalu menghisap darah dan lapisan epithel yang lunak. Hal tersebut merupakan alasan mengapa jenis acing parasit ikan ini digolongkan sebagai hookworm.

Ada dua jenis flukes yang sering kali dijumpai sebagai parasit ikan :

  • Dactylogyrus

Cacing renik ini bersifat hermaprodite yang berkembang biak dengan menghaslkan telur dalam jumlah relatif banyak. Telur telur tersebut umumnya akan terjatuh ke dasar kolam. Dalam waktu beberapa jam sampai empat hari, tergantung pada kondisi lingkungan, telur telur tersebut akan menetas dan menjadi larva. Dalam waktu singkat, larva tersebut akan kembali merambat naik, mencapai insang dan hidup sebagai parasit.

Hal yang perlu dicermati di sini adalah bahwa telur telur yang dihasilkan cacing ini memiliki lapisan kulit yang cukup keras, sehingga tahan terhadap berbagai perlakuan pengobatan. Hal ini yang menyebabkan serangan jenis parasit ikan ini agak sulit diberantas. Untuk mensiasati hal tersebut, terapi pengobatan harus diulang sampai beberapa kali dengan jeda 2 – 3 hari. Saat jeda tersebut ikan sebaiknya dipindah tempatkan ke kolam lain yang sudah dibersihkan terlebih dahulu.

  • Gyrodactylus

Berbeda dengan Dactylogyrus, Gyrodactylus tidak menghasilkan telur tetapi bereproduksi dengan melahirkan satu cacing baru tiap kalinya. Uniknya, cacing baru yang dilahirkan telah berisi satu embrio cacing lagi yang juga telah mengandung satu embrio, sehingga umumnya satu individu cacing membawa empat generasi kehidupan. Hal ini menjelaskan betapa cepatnya pelipatan koloni mereka. Dalam waktu satu bulan, satu individu cacing dapat menghasilkan satu juta cacing baru.

Perkembangan koloni yang sangat cepat ini menyebabkan serangan cacing ini dapat mencapai titik akut hanya dalam waktu singkat. Sebenarnya, jenis parasit kan ini lebih banyak ditemukan menyerang lapisan kulit. Namun, jika jumlah koloninya sudah berkembang sangat banyak, bagian insang pun akan ikut terinfeksi. Hanya saja, penanganan terhadap jenis cacing ini lebih mudah dilakukan karena tidak adanya telur. Maka, dalam satu kali pengobatan saja biasanya serangan tersebut sudah dapat diatasi.

Serangan kedua jenis cacing renik ini merupakan jenis penyakit yang menjadi masalah klasik bagi para pelaku budidaya ikan. Pada Fase akutnya, serangan ini sering kali menyebabkan musnahnya satu batch burayak atau ikan muda hanya dalam waktu enam hari. Jika hal tersebut terjadi, dapat dipastikan banyak burayak tersebut mendapatkan bibit parasit dari induknya. Karenanya, peternak ikan selama beberapa periode tertentu dianjurkan untuk memberikan terapi pengobatan juga terhadap indukannya.

Metode pengobatan yang bisa digunakan untuk membasmi serangan kedua jenis parasit cacing ini adalah dengan menggunakan Dylox. Dylox bersifat racun tetapi efektif terhadap berbagai jenis cacing insang. Bentuknya berupa kristal berwarna biru muda yang mudah larut dalam air. Hindari menggunakan Dylox yang sudah berubah warna menjadi biru tua. Dylox seperti ini, selain efek untuk pengobatannya sudah menurun, memiliki tingkat toksik yang justru meningkat. Karena mampu menyerap kelembapan di udara, penyimpanannya perlu ditangani dengan baik. Penambahan silica gel di dalam kontainer penyimpanan sangat disarankan. Dosis penggunannya adalah dengan mencampur 1 gram Dylox denga 100 liter air untuk 1 hari dan diulang pada hari ke 4, 7 dan ke 10.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *